
Tahun 1236, 1 April.
Ruang Rapat, Kastil Margrave Rueter, Kota Ereth.
Malam Hari.
Sangat bodoh.
Hanya dua kata yang terlintas di benak Ares saat mengetahui bahwa Kerajaan Natrehn mengerahkan pasukannya untuk merebut Benteng Veldaz yang berada di Wilayah Frontier Count Dupent.
Sejak pagi hari setelah sang Ksatria Utusan mengirimkan Dekrit Raja kepada Ares, suasana Kastil Rueter berada di dalam kegemparan. Bahkan, tidak ada satupun pelayan serta pejabat yang beristirahat karena sakit kepala dengan perintah yang diberikan oleh Raja melalui dekrit.
Bagaimana tidak?
Benteng Veldaz adalah benteng yang berfungsi sebagai pertahanan utama bagi sang Frontier Count.
Seolah menunjukkan keperkasaannya, Benteng Veldaz berdiri di atas daratan tertinggi yang berada di wilayah perbatasan Kerajaan Rowling dan Kerajaan Natrehn. Tentunya, hal tersebut menjadikannya pertahanan alami yang sangat sulit ditembus.
Bagi Ares, yang telah mengetahui karakteristik Pasukan Kerajaan Natrehn, merasa sedikit aneh dengan kejadian ini.
Ya, berbeda dengan Kerajaan Rowling yang memiliki kekuatan yang berasal dari tentara reguler, Kerajaan Natrehn memiliki latar belakang militer dimana para prajuritnya adalah petani sekaligus tentara.
Memanfaatkan jumlah dari pasukannya yang sangat banyak, banyak bangsawan yang berasal dari Kerajaan Natrehn memerintahkan para tentaranya untuk bertani saat tidak melakukan suatu operasi militer. Tentu saja, mereka meninggalkan beberapa ribu untuk menjaga keamanan wilayahnya.
Meskipun Tentara Kerajaan Natrehn melakukan pelatihan sembari mengurus ladangnya, pelatihan mereka tidak sebaik tentara reguler Kerajaan Rowling.
Tentara Reguler Kerajaan Rowling lebih baik karena dikhususkan dalam melaksanakan operasi militer sehingga mereka menghabiskan waktunya hanya untuk berlatih.
"Berapa jumlah mereka?" tanya Ares yang sedang menatap peta perbatasan di meja melingkar.
"Ya, Tuan. Saya telah mendapat kabar bahwa Kerajaan Natrehn menyerang Benteng Veldaz dengan mengerahkan 80.000 prajuritnya," jawab Renne yang berdiri di dekat Ares.
"Siapa yang memimpin?" tanya Ares kembali dengan heran.
"Jenderal... Barlock, Tuan..." jawab Renne yang gelisah.
Ruangan tersebut pun seketika hening. Semua orang mengetahui bahwa Jenderal Barlock adalah salah satu dari tiga jenderal andalan yang dimiliki oleh Kerajaan Natrehn.
Berkat kemampuannya yang tinggi serta pengalamannya dalam memimpin pasukan, ia dapat menggerakkan tentaranya seperti anggota tubuhnya sendiri. Prestasi militernya juga sudah tidak dapat dihitung hanya dengan menggunakan jari tangan.
Tentu saja, Ares terdiam karena tidak berpikir sama seperti orang lain.
Bagus!
Aku dapat mengurangi salah satu orang yang luar biasa tanpa mengeluarkan usaha yang banyak!
"Berapa banyak yang dapat kita kerahkan?" tanya Ares dengan tenang.
"Jika kami menunggu waktu satu pekan, kami dapat mengerahkan hingga 75.000 orang, Tuan," jawab Gnery yang telah menenangkan dirinya.
"Tidak, hanya tentara pribadiku. Tidak termasuk para wajib militer," timpal Ares dengan cepat.
"Hanya... sekitar 35.000, Tuan. Namun... kami juga tetap harus menunggu selama satu pekan untuk mempersiapkan pasukan..." jawab Gnery yang gelisah kembali.
Hmm.
Bukankah jika aku mengarahkan seluruh tentaraku, pembangunan wilayahku akan sangat terlambat?!
Aku memiliki jadwal pertemuan dengan para pedagang saat pertengahan tahun, sialan!
Ares terdiam sejenak dengan memegangi kepalanya karena sangat pusing memikirkan bagaimana ia akan mengalokasikan tentaranya.
Ya, pikirannya benar-benar sangat berbeda dengan orang lain karena ia memiliki pengalaman dalam berperang dengan Kerajaan Natrehn sebelumnya di dalam game.
"Berapa banyak pasukan yang dimiliki oleh bangsawan utara?" tanya Ares yang memastikan.
"Setelah mengalami kekalahan di Lembah Vietra, Count dan bangsawan sekitarnya sedang kembali memperkuat pasukan mereka. Kemungkinan... mereka hanya dapat memiliki paling banyak sekitar 40.000... Tuan," jawab Renne yang gelisah.
"Apa?!" teriak semua orang yang berada di dalam ruangan.
Mereka semua pun tersadar akan perbuatan mereka kepada Ares yang tidak sopan. Mereka serentak berkata, "Mohon maafkan kami, Tuan."
"Ah, ya," jawab Ares acuh tak acuh.
"Tuan, mohon pertimbangkan kembali! Musuh kami memiliki kekuatan sekitar 80.000 setelah meraih kemenangan dari Count!" ujar Owen yang panik.
"Hm? Apabila kami menunggu mengumpulkan pasukan sekitar satu pekan, bukankah bala bantuan mereka akan tiba? Juga, aku tidak ingin terlalu banyak membuang tentaraku. Mereka itu manusia, kau tahu? Itu bukan hanya sekedar angka," jawab Ares heran.
"Te—tetap saja, jika kami tidak memiliki jumlah yang sama, kami akan kalah mengingat medan yang sangat tidak menguntungkan bagi kami..." timpal Renne khawatir.
Ares tetap merasa keheranan dengan sikap para bawahannya.
Jika ini terus berlanjut, aku akan kehilangan waktu...
Ares pun memutuskan untuk menjelaskan kepada mereka rencananya.
"Kalian... apakah kalian mengetahui tentang penyakit gunung?" tanya Ares heran.
"Apa yang Anda maksudkan, Tuan?" tanya Gnery yang heran.
"Penyakit yang diderita oleh pendaki gunung atau daratan tinggi lebih dari 1.500 mdpl yang naik terlalu cepat. Pikirkan kembali, apabila Count mengirimkan pesan burung kepada istana untuk permintaan bantuan dan jarak yang ditempuh oleh ksatria itu dari ibukota tanpa tidur adalah 4 hari, mereka baru saja naik sekitar 3 hari untuk menguasai benteng," jawab Ares lugas.
"La—lalu?" tanya Gnery gugup.
"Aku mengingat bahwa lembah berada di atas ketinggian 10 mdpl. Jadi, saat ini mereka baru saja tiba di atas benteng dan akan menderita penyakit gunung sekitar 1 atau 2 hari lagi karena naik menuju ketinggian lebih dari 300 meter per harinya," jawab Ares lugas.
"Um... apa gejala dari penyakit tersebut, Tuan?" tanya Milly.
Ares pun tersenyum kepada Milly, lalu ia menjawab, "Yah, nyeri dada, sesak napas, serta penumpukan cairan di paru-paru."
"Eh?" ujar Milly yang masih tidak mengerti.
Nah, jika satu regu kavaleri berjumlah 10 orang, aku akan menugaskan 50 regu untuk memutus pasokan makanan mereka serta tidak membiarkan mereka menjarah desa yang berada di lereng gunung.
"Jika begitu, aku, Ares von Rueter, memerintahkan untuk mengirimkan bala bantuan kepada Count dengan 12.000 prajurit dan memerintahkan kepada 45 regu kavaleri untuk membakar desa-desa di sekitarnya!" perintah Ares tegas.
"Y—ya, Tuan!" jawab semua orang yang terkejut dengan isi perintah Ares.
"Lima regu kavaleri akan ikut denganku untuk memutus rute pasokan makanan mereka! Kami akan berangkat sebelum matahari terbit!" sambung Ares tegas.
"Ya, Tuan!" jawab semua orang tegas dengan memberi hormat.
Semua orang dengan buru-buru pergi dari ruangan meninggalkan beberapa orang di dalam ruangan untuk menemari Ares.
"Tuan... meskipun Anda memerintahkan hal seperti itu... bukankah mereka hanya harus meninggalkan benteng dan menuruni pegunungan apabila mereka ingin sembuh?" tanya Milly khawatir.
"Hm? Tidak mungkin, tidak ada yang memahami dampak seperti itu di abad seperti ini. Dalam 5 hari, akan terjadi puluhan ribu kematian di dataran tinggi wilayah utara kerajaan," jawab Ares serius.
"Eh? Bagaimana Anda mengetahuinya, Tuan?" tanya Milly kembali yang penasaran.
"Hm? Pengalaman... mungkin?" jawab Ares lalu tersenyum.
Mereka yang berada di dalam ruangan hanya memiringkan kepala karena tidak mengerti mengenai perkataan Ares.
Di dalam game, saat Ares menyerang Kerajaan Natrehn, ia sengaja mundur dan berpura-pura kalah dalam pertempuran agar pasukan Kerajaan Natrehn dapat maju dan menguasai Benteng Veldaz.
Karena moral mereka yang meningkat pesat, mereka dengan cepat menuju Benteng Veldaz yang berada di titik tertinggi tanpa menghiraukan keanehan apapun serta menjarah beberapa desa yang sengaja tidak dibakar oleh Ares sebagai umpan.
Akibat dari strategi tersebut, terjadi wabah penyakit dan kematian massal kepada 400.000 tentara Kerajaan Natrehn yang disebabkan tidak mendapat suplai makanan dan mengalami penyakit gunung.
...----------------...