I Became A Tutorial Game Boss With An Appraisal Skill

I Became A Tutorial Game Boss With An Appraisal Skill
Chapter 117 : Sieg's Guerilla, part 1



Tahun 1237, 2 Maret.


Perbatasan Timur Kerajaan Natrehn.


Tepat Setelah Matahari Terbit.


Sinar mentari pagi menerpa. Dari balik pepohonan, kedua mata Sieg—yang mengenakan seragam militer berwarna hitam dengan balutan armor—tertuju pada perkemahan Pasukan Utama Kerajaan Natrehn yang masih berada di dalam perbatasan negaranya.


Tidak sedikitpun merasa takut maupun terintimidasi dengan banyaknya pasukan musuh, Sieg merasa dorongan ayahnya—yang mendukungnya dari balik layar—terasa sangat kuat, meskipun dia tahu jika seluruh negara anggota konfederasi hanya dapat mengumpulkan tentara sebanyak 110.000 orang—yang mayoritas dari mereka merupakan wajib militer.


Sejenak, perhatian Sieg teralihkan menuju pedang yang berada dalam genggamannya—merupakan pedang yang dipinjamkan oleh Ares. Samar, Sieg merasa kekuatannya sedikit meningkat, meskipun dirinya tidak memahami asal penyebabnya.


Terima kasih, Ayah, Claire, Tuan Ares...


Aku akan membuktikan kepada kalian jika aku telah berubah... meskipun aku belum memiliki seorang istri seperti apa yang telah aku janjikan...


Dua hari telah berlalu semenjak Sieg meninggalkan pangkalan militer dan berangkat sebagai komandan pasukan pengintai dan memimpin salah satu unitnya, yang terdiri dari 20 unit elit kavaleri yang masing-masingnya berisi 10 prajurit.


Melihat gerakan yang dilakukan oleh musuh, Sieg mengerti jika komandan tertinggi Natrehn sangat cerdas, yang bahkan dia memiliki anggapan yang sangat tinggi kepadanya.


Mendengar Natrehn telah memasuki perbatasan dengan kekuatan sebesar 150.000 prajurit dan segera menjarah beberapa desa yang berada di perbatasan Kerajaan Mana, Sieg segera memimpin ksatria elitnya untuk melintasi perbatasan menuju perkemahan utama dimana Tentara Utama Natrehn berada.


Akibat dari saran yang diberikan Ares sebelumnya, melalui Sieg pada saat melakukan Dewan Perang, para penduduk di perbatasan telah diungsikan oleh militer Kerajaan Mana. Tidak mungkin membakar desa-desa tersebut karena udara dingin serta lingkungan yang memiliki banyak kandungan air.


Tentu, Eina memiliki ribuan pengalaman dalam menentukan sebuah strategi peperangan serta tidak akan bermanuver dengan terburu-buru, yang sangat berbeda dengan sifatnya pada saat dirinya muda dahulu.


Eina tidak akan menyerang secara serampangan. Dari 430.000 prajurit yang tergabung dalam pasukan, Eina menggerakkan 3 korps sebagai pendahulu yang masing-masing berkekuatan 50.000 prajurit melalui tiga jalur yang berbeda.


Melalui Lembah Bright Fish di utara, lembah yang berada di bawah kaki Pegunungan Helvostoc yang menjulang hingga mencapai ujung timur Kerajaan Lethiel—yang penamaannya berasal dari legenda sebuah danau yang berada di dalamnya.


Jalur Helvia, sebuah jalan cukup lebar yang diapit oleh hutan di kedua sisinya, yang menjadi jalur utama pengiriman pasokan makanan serta persenjataan Tentara Natrehn—yang akan berhadapan langsung melawan Tentara Gabungan Tiga Negara Konfederasi Lemane.


Sungai Vledistoc, menjadi jalur pilihan Eina di selatan yang bertujuan untuk menyerang Ibukota Kerajaan Mana dari tiga arah yang berbeda karena kedalamannya yang cukup dangkal, mampu untuk dilewati oleh pasukan infanteri meskipun waktu tempuhnya sedikit lebih lambat dibandingkan dua jalur lainnya.



Tetap saja, Eina bukanlah orang bodoh. Dia tidak akan mengerahkan pasukannya dalam skala penuh, karena dia mengetahui bila dirinya telah memegang semua kondisi yang akan membawanya menuju kemenangan.


Terbesit kembali ingatannya disaat Sieg membaca sebuah surat yang dikirimkan oleh Ares bersamaan dengan pengiriman bantuan makanan dan pasokan senjata.


"Eina memiliki semua kondisi untuk memenangkan peperangan. Mata-mata di dalam pasukan konfederasi yang merupakan bangsawan kalian; pengetahuan terhadap geografi wilayah konfederasi serta medan tempur; pengaruh, kekuatan, serta kepemimpinan seorang jenderal setara dengan Zelhard yang dapat meningkatkan moral pasukan; serta memberikan aturan kuat yang mana para bangsawan lain tidak dapat menolak perintah dan hukumannya."


Meskipun dia telah mengetahui jika perbedaan kekuatan terlalu berat sebelah, saat mengetahuinya, Sieg benar-benar ingin berteriak, "Bukankah kita sudah tamat?!"


Secercah harapan akan kemenangan pun terukir di dalam benak Sieg. Ares mempercayakan beberapa senjata rahasia kepada Sieg dengan Arthur sebagai penanggung jawabnya.


Beberapa strategi peperangan juga diajarkan kepada Sieg, yang tidak pernah sekalipun berperang sebelumnya. Peperangan gerilya, jebakan hutan, serangan pada jalur pasokan makanan dengan unit kilat kavaleri, Sieg secara tersirat mengetahui bila Ares memerintahkannya untuk tidak sekalipun mengirim Tentara Lethiel—yang tergabung dalam Tentara Gabungan Konfederasi Lemane—untuk berperang di medan terbuka.


Tidak hanya hal tersebut, meskipun merasa tidak dapat mempercayainya, Ares berjanji bahwa dia akan membawa serta kedua Pangeran Rowling untuk menyerang Ibukota Scandiva—yang mana Sieg diharapkan untuk mempertahankan garis depan selama setidaknya satu bulan ke depan.


Jangan pernah mempercayai Forbrenne.


Menggenggam Verze Sword dengan erat, pandangan Sieg teralihkan menuju seorang pemuda berambut pirang yang berjalan mendekatinya, "Tuan Arthur."


"Persiapan telah selesai, Yang Mulia," timpal Arthur dengan membungkuk ringan.


"Terima kasih," balas Sieg sembari mendekati kuda perangnya.


"Jika saja... apa yang telah dikatakan Tuan mengenai kebiasaan Jenderal Eina tidaklah terjadi... apa yang akan Anda lakukan, Yang Mulia?" Kata-kata Arthur menghentikan langkah kaki Sieg.


Sejenak terdiam, Sieg mengingat pesan Ares yang mengatakan jika Eina memiliki kebiasaan yang akan selalu mengirimkan pasokan makanan pada malam kelima setelah pasukan pendahulu memasuki wilayah musuh.


Hal ini tidaklah dilakukan tanpa alasan. Eina sangat memahami beban persediaan yang dimiliki oleh pasukan pendahulu.


Tidak membuat mereka membawa terlalu banyak beban berupa pasokan makanan dan persenjataan, strategi Eina adalah membuat pasukan pendahulu menguasai perbatasan hingga berada di bawah kendalinya secara perlahan dan membuat rute menuju pasukan pendahulu—yang akan berada di garis depan—dapat dikatakan aman.


Meskipun Eina memerintahkan tentaranya untuk mengambil sumber daya dari wilayah musuh, pengalamannya tidak membiarkannya untuk menyerahkan kehidupan prajuritnya pada makanan yang bisa saja beracun. Apalagi, Eina telah menerima kabar jika penduduk desa yang berada di wilayah perbatasan telah diungsikan yang membuatnya sedikit merasakan hal aneh.


Pandangan Sieg kembali teralihkan kepada Arthur. Tubuhnya tegap, pun nampak sebuah ketegasan pada ekspresi wajahnya, "Jika tidak ada pengiriman pasokan, berpencarlah! Kabarkan kepada unit lain jika kita akan kembali."


"Baik, Yang Mulia." Delapan prajurit lain menjawab tegas secara serempak meninggalkan Arthur yang hanya terdiam karena hanya merupakan bawahan sementara Sieg.


Bersama Arthur serta 8 prajurit elit kavalerinya, Sieg kembali memasuki kedalaman hutan untuk bersiap melancarkan serangan malam pada pengiriman pasokan makanan dari perkemahan utama dimana Eina berada.


Tentu, sebisa mungkin Sieg dan kelompoknya menyembunyikan diri dari patroli yang dilakukan oleh unit pengintai Natrehn di sekitar perkemahan.


Suasana hutan telah menjadi gelap, terlihat sinar kemerahan yang menandakan matahari hampir terbenam. Sieg pun mengalihkan pandangannya menuju Arthur yang memiliki sikap tegas.


Suatu ikatan kerjasama diantara keduanya telah terbentuk semenjak Arthur membantu birokrasi Kerajaan Lethiel yang menjadi padat akibat bantuan yang diberikan Ares.


Saling mengangguk, keduanya pun menunggangi kuda perangnya yang telah berada dalam kondisi prima. Sieg pun memacu kuda perangnya hingga mencapai batas toleransi kecepatan penuh seekor kuda di dalam hutan.


...----------------...