
Aldebaran baran yang saat ini sedang berada di ruang kerjanya, tiba-tiba mendapat pesan dari Bibi Sekar.
Pesan yang mengatakan bahwa Heena dalam bahaya, seketika Aldebaran langsung bangkit dari duduknya seraya menyambar jas di kursi kerjanya lalu ia pakai sambil berjalan.
Pergi ke luar ruangan tanpa menutup pintu, dua wanita bagian staf sampai terbengong melihat ketampanan Aldebaran dan cara mengunakan jasnya yang keren.
"Bos sepertinya belum menikah, aku mau daftar lah," ucap teman satunya dengan menutup mulutnya.
Temannya langsung mentonyor kening temannya itu. "Jaga bicaramu!"
"His sakit tau!" protesnya, dan mereka berdua langsung buru-buru pergi menuju tempat kerjanya, saat melihat Asisten Dika seperti berjalan ke arah mereka.
Aldebaran yang saat ini sudah berada di dalam mobil, mengendarai dengan sangat kencang, tidak peduli dengan jalanan yang cukup padat, Aldebaran terus menyalip mobil-mobil di depannya.
Pesan masuk dari Bibi Sekar membuat Aldebaran tidak bisa tenang, dalam hatinya sangat khawatir dengan Heena, meski belum tahu Heena dalam bahaya yang seperti apa? karena Bibi Sekar tidak memberi penjelasan lagi.
Mobilnya sempat berhenti saat berada di lampu merah, lampu berganti hijau, mobil Aldebaran langsung menerobos cepat, sampai membuat dua mobil di sampingnya harus mengerem dadakan serta umpatan, bila tidak mobilnya sudah menabrak.
Mobilnya terus melaju cepat tanpa peduli kena tilang dan pelanggaran polisi, waktu tempuh tinggal lima menit, Aldebaran menambah kecepatan hingga menjadi dua menit mobilnya sampai di tempat tujuan.
Aldebaran mengerem dadakan hingga membuat tanah di desa itu tempat mobilnya berhenti mengelubang.
Aldebaran segera menyembul ke luar mobil dan menutup pintu mobil dengan gerakan dramatis.
Membuka kaca mata hitamnya, saat sopir Heena datang mendekatinya.
"Tuan, Nyonya ada di sebelah sana." Sopir sedikit membungkuk seraya menunjuk kerumunan banyak orang.
Dari tempat Aldebaran berdiri saat ini, ia tidak bisa melihat Heena dan Bibi Sekar, karena terlalu banyak orang.
Aldebaran berjalan mau mendekati kerumunan orang-orang tersebut, yang laki-laki hanya panitia mereka menggunakan seragam hingga Aldebaran tahu, sementara yang lain wanita para istri-istri orang kaya terlihat dari pakaiannya dan bergayanya.
Langkah kaki Aldebaran sudah mau mendekat, tapi langsung berhenti saat mendengar bisik-bisik dari ibu-ibu yang baris di belakang.
"Wanita di samping Ibu Sekar itu pasti hanya ingin hidup numpang enak, secara Ibu Sekar orang kaya." Wanita baju merah menjulid lagi, dia yang paling benci dengan Ibu Sekar.
"Enak banget ya bisa hidup enak numpang!" suara wanita baju pink dikeraskan saat menimpali ucapan temannya.
"Kalo aku jadi dia sih malu, pasti suaminya miskin banget." Wanita baju ungu menutup mulutnya dengan tangan mengejek.
Dan di ucapan wanita baju ungu itu benar-benar Heena dengar, tangan Heena terkepal, rasanya ingin menampar mulut-mulut wanita itu, tapi Bibi Sekar menggenggam tangan Heena supaya tidak tersulut emosi.
"Jangan terpancing, bila kita marah-marah dengan mereka di depan warga, citra kita akan rusak, Bibi sudah punya kejutan buat membungkam mulut mereka," bisik Bibi Sekar di telinga Heena.
Aldebaran tentu marah saat mendengar ucapan wanita-wanita itu, namun ia ingat kembali tujuannya datang ke sini untuk menemui Heena dan Bibi Sekar.
Saat Aldebaran terus berjalan melewati wanita-wanita itu sampai ada yang terbengong, juga ada langsung ambruk ke tanah, karena mengenali Aldebaran pria yang sampai saat ini masih viral di sosial media.
Aldebaran sudah berdiri di tengah-tengah kerumunan orang-orang, dari tempatnya berdiri, Aldebaran melihat Heena yang memeluk pundak Bibi Sekar, dan saat Heena menoleh ke belakang, mata mereka bertemu.
Aldebaran menangkap mata Heena yang terkejut saat melihat kedatangannya.
Ahirnya acara potong pita sudah selesai, semua orang bubar dari kerumunan itu, kembali ke kursi masing-masing karena untuk acara makan sore, ada yang makan ada juga yang hanya mengambil cemilan kue.
"Al, kamu sudah datang?" tanya Bibi Sekar saat melihat Aldebaran ada di dekatnya.
Tunggu dulu Bibi Sekar bertanya sudah datang, apa mungkin? Heena tidak melanjutkan ucapan batinnya saat sudah menyadari Bibi Sekar meminta Aldebaran datang.
Bibi Sekar kemudian mengajak Heena dan Aldebaran menuju tempat duduk.
Tapi Bibi Sekar tidak membawa Heena dan Aldebaran untuk duduk, mereka bertiga masih berdiri, seraya melihat para wanita-wanita yang sedang menikmati hidangan.
Sudah ada beberapa wanita dari yang muda juga yang usia baya, mereka mulai melihat internet mencocokan foto Aldebaran yang viral sebagai pengusaha muda, yang baru trending topik, dengan wajah pria yang berdiri di samping Bibi Sekar.
"Saya boleh minta waktunya sebentar." Bibi Sekar bicara, semua orang menatap ke arahnya, ada satu gadis muda yang fans berat Aldebaran, lebih semangat saat mau mendengar kalimat apa yang akan di sampaikan oleh Bibi Sekar.
"Samping sebelah kiri saya, adalah keponakan saya bernama Aldebaran, yang melihat berita trending topik sampai saat ini pasti kenal dengan keponakan saya ini." Bibi Sekar memperkenalkan dengan bangga.
Langsung ada beberapa para wanita mengangkat handphonenya untuk mengambil gambar foto Aldebaran, yang biasa hanya bisa melihat di sosial media kini bisa bertatap muka langsung, jadi tidak akan menyia-nyiakan kesempatan.
Wanita baju merah juga mengambil hp dan memfoto Aldebaran, dalam hati akan ia kenalkan dengan putrinya ketiganya.
Senyum semua orang mengembang, sampai mendengar Bibi Sekar bicara lagi.
"Dan wanita cantik sebelah kanan saya ini adalah istri keponakan saya Aldebaran bernama Heena." Bibi Sekar memeluk Heena dari samping dan menempelkan wajahnya dengan wajah Heena.
Mereka yang duduk di kursi mendengar ucapan Bibi Sekar, ada yang tersedak saat minum, ada yang handphonenya jatuh tanpa sadar, ada yang melongo dan mata melotot hpnya jatuh sampai pecah, ada yang menyemburkan makanan di mulutnya, ada yang merasa paling kecewa sakit dan benci jadi satu.
Gadis fans berat Aldebaran hampir pingsan, padahal dalam hati akan meminta bantuan Ayahnya untuk menjodohkan dengan Aldebaran.
Wanita baju merah langsung menghapus foto yang sudah ia ambil dengan marah, ternyata istrinya wanita yang tadi ia bulu, benar-benar gak level baginya.
Semakin menyungging senyum sinis dan mengejek ke arah Heena.
Heena yang saat ini memakai dress biasa, lehernya tanpa kerah dan sedikit lebar, membuat kalung yang ia pakai itu terlihat.
Gadis muda yang saat ini berjalan di tengah, dia yang sedang mengambil piring-piring kotor habis tempat makan, tiba-tiba terkejut saat melihat ke arah Heena.
tatapannya terkunci dengan kalung yang Heena pakai. Gadis itu kemudian segera berjalan pergi untuk menemui seseorang.