
Nelly si gadis baik hati, itulah sebutan orang-orang pada Nelly, tetangga Michael selalu bicara bila Nelly gadis baik hati, gadis buta itu selalu ringan tangan untuk membantu sesama orang.
Dan sejauh ini Michael memperhatikan Nelly, perasaan yang dimiliki semakin menggebu, semakin ingin miliki Nelly.
Merasa bila Nelly pantas menjadi mama baru untuk Yusuf, namun selama ini Michael belum miliki keberanian untuk bicara jujur pada putranya itu.
Bicara jujur dengan Yusuf, rasanya lebih menakutkan dari pada bicara minta restu pada orang tua pikir Michael.
Michael yang baru pulang kerja, kini berjalan menuju kamar Yusuf, setelah pintu terbuka, seketika matanya melihat senyum cerah putranya yang menyambut kedatangannya.
"Papa ...."
Michael menangkap tubuh mungil Yusuf yang berlari ke arahnya, mengangkat membawa ke gendongannya.
"Lagi main apa, hem?" Michael mencium pipi Yusuf seraya berjalan menuju kursi yang ada di kamar tersebut.
"Lagi menggambar, Papa," jawab Yusuf seraya menunjukan hasil gambarannya.
"Wahh, bagusnya," puji Michael seketika saat melihat hasil gambaran Yusuf, sebuah gambar ikan lele.
Michael hanya bisa memperhatikan Yusuf, bingung mau jujur memulainya dari mana, takut bila Yusuf menolak, tapi dirinya cinta sama Nelly.
"Sayang, menurut kamu mbak Nelly itu bagaimana?" tanya Michael ahirnya, namun selesai bicara Michael langsung takut mendengar jawaban Yusuf.
"Baik, Pa." Yusuf mewarnai gambarannya.
"Jika kamu mempunyai mama seperti mbak Nelly, mau tidak?" Kali ini Michael langsung menutup wajahnya, sepertinya dirinya terlalu terburu-buru, namun mau gimana lagi, perasaan ini sudah lama.
"Apa Papa menyukai mbak Nelly?" tanya Yusuf penuh curiga, dengan tatapan mengintimidasi.
"Serius Pa!" Yusuf bicara meninggi sampai memegang tangan Michael, namun wajah anak kecil itu tersenyum.
Michael hanya mampu mengangguk lagi, entah kenapa lidahnya kaku, namun lagi-lagi Michael dikejutkan dengan reaksi Yusuf.
"Yee ..." teriak Yusuf kegirangan sembari loncat-loncat, Michael yang melihat tingkah Yusuf barusan sampai mendelik, bahkan ucapan Yusuf ingin sekali Michael mendengar sekali lagi.
"Sayang kamu-."
"Iya, Pa. Aku mau punya mama Nelly." Yusuf bicara sungguhan, Michael yang bahagia sampai matanya berkaca-kaca, yang langsung memeluk Yusuf dengan erat.
"Terimakasih sayang, terimakasih," ucap Michael seraya menciumi puncak kepala Yusuf, hatinya benar-benar bahagia sudah mendapat restu sang putra.
Suatu hal yang selama ini Michael takuti, ternyata kini berjalan lancar, Yusuf tidak menolak, tidak seperti bayangannya.
Sekarang Michael hanya memikirkan caranya bicara jujur dengan Nelly, dan ini juga sebuah ujian kembali.
Tapi menganggap tidak seberat saat mengatakan pada Yusuf, Michael berusaha tenang supaya semua berjalan sesuai rencana.
Michael mulai menyusun rencana waktu dan tempat yang akan dijadikan momen untuk mengatakan cintanya pada Nelly.
Tidak menyangka seorang gadis buta mampu masuki hati Michael, yang setelah perceraian itu tidak pernah lagi memikirkan yang namanya perempuan.
Hari-harinya hanya habis untuk bekerja kerja dan kerja, tapi ternyata sekarang sudah menemukan cintanya, hatinya terjatuh pada sosok gadis biasa yang miliki kekurangan tidak bisa melihat.
Nelly, gumam Michael dengan tersenyum-senyum sendiri, saat ini Yusuf sudah tidur pulas, tidak ada yang melihat Michael senyum-senyum sendiri hanya memikirkan nama Nelly.
Rasanya aku sudah gila, gumamnya lagi seraya mengacak rambutnya.