
Angel! gumam marah Heena, saat tahu yang mengacaukan tampilannya adalah wanita itu, Heena mengepalkan tangan dengan tatapan menyipit tajam ke arah Angel, dalam dadanya bergemuruh menahan amarah, yang rasanya ingin membalas perbuatan Angel.
Tapi Heena sadar bahwa sekarang ini sedang berada di acara yang dibuat oleh Suaminya, Heena tidak ingin karena ulahnya yang membalas perbuatan Angel akan merusak acara yang sudah dibuat Aldebaran.
Heena menguasai diri supaya kembali tenang, dan memilih untuk pergi ke toilet untuk membenahi tampilannya, namun saat Heena mau balik badan ia merasakan tangannya ditarik dengan kasar.
"Mau ke mana kamu!"
Ahhh! bruk!
Suara teriakan Angel yang menarik kasar tangan Heena, bersamaan dengan rintihan Heena yang tersungkur di lantai.
Heena yang ambruk di lantai di depan kaki Angel, malah seperti sedang berlutut.
Teriakan Heena tadi membuat para orang sekitar langsung menatap ke arahnya dengan penuh tanda tanya, semua menerka-nerka bila Heena mungkin seorang pelakor yang ketahuan oleh istri kekasihnya, mereka bisik-bisik sembari bicara dengan teman-teman sampingnya masing-masing.
Angel semakin tersenyum puas saat melihat orang-orang sudah mulai membicarakan Heena, karena memang ini yang Angel inginkan, membalas dendam sekaligus mempermalukan Heena, lagian Heena adalah seorang janda dan pasti datang ke sini juga karena memiliki kekasih kaya yang juga hadir ke acara ini.
Angel tidak tahu Heena siapa, itulah sebabnya Angel menafsirkan pikirannya sendiri tentang Heena.
Angel melipat tangannya di depan dada seraya tersenyum sinis dan menatap tajam ke arah Heena, dua teman Angel sudah berdiri di sisi kiri dan kanan Heena.
Mereka bertiga berdiri mengelilingi Heena yang saat ini masih terduduk di lantai, mata Heena juga tidak kalah tajam membalas tatapan Angel, saat ini Heena masih menerima dan diam, meski orang-orang disekelilingnya sudah mulai berbisik-bisik membicarakan tidak baik tentangnya.
Selagi tindakan Angel tidak merusak acara ini, Heena masih bisa menguasai diri supaya amarahnya tidak meledak.
Senyum miring Angel perlahan berubah aura dingin, sungguh sudah lama dirinya menantikan hari di mana ia bisa membalas Heena, dan hari yang dinantikan itu kini telah tiba.
Aura dingin Angel semakin kentara saat ia mengingat kejadian di masa lalu penyebab dendamnya itu muncul pada Heena.
Saat itu Angel dan Heena mengikuti sebuah kompetisi lomba melukis, di ruangan lomba tersebut ada sekitar dua puluh peserta yang ikut, dan salah satunya Heena dan Angel.
Mereka berdua duduk tidak berdekatan, karena ada tiga anak lain yang juga melukis yang membatasi jarak Heena dan Angel.
Kemampuan Heena dalam melukis memang cukup baik, Angel pun juga sama, mereka yang tidak berasal dari kampus yang sama, jadi keduanya awalnya memang tidak saling kenal. Tapi karena sering mengikuti kompetisi lomba melukis bersamaan, membuat Heena dan Angel saling mengenal.
Setiap lomba Heena selalu menang, dan harapan Angel kali ini ia yang harus menang juara satu.
Angel yang merasa butuh sesuatu kemudian ia ke luar ruangan, tidak berselang lama setelah Angel pergi, Heena juga ikut ke luar karena ingin buang air kecil.
Ruangan lomba ini ada di lantai dua, Heena harus turun ke lantai satu tempat toilet itu berada.
Saat Heena sedang menapaki anak tangga, Angel naik ke atas, kini mereka berdiri di anak tangga yang sama, dan saling tatap.
Heena yang saat ini ternyata masih membawa kuas untuk melukis, Angel melihat kuas yang Heena bawa, kuas itu terlihat bagus tentu beda jauh dengan miliknya, Angel tersenyum miring dengan pikiran buruknya.
Kemudian Angel memegang kuas Heena dan ingin berusaha merebutnya.
"Jangan ini milikku!" Heena mencoba mempertahankan kuasnya untuk tidak berpindah tangan.
Namun Angel tidak menghiraukan perkataan Heena, dan terjadilah saling tarik-menarik kuas itu, sampai terjadi hal yang tidak diinginkan oleh keduanya.
Kaki Angel yang semakin berdiri di bibir anak tangga, saat kekuatan tarik-menarik itu lebih kuat tiba-tiba kakinya terpeleset membuat Angel harus jatuh ke bawah berguling-guling.
Tidaaaakkkk!
Suara jeritan Angel dan Heena karena terkejut dengan apa yang sudah terjadi.
Tubuh Angel sampai di lantai satu sudah tidak sadarkan diri, ke luar darah dari dalam hidungnya, beberapa orang berdatangan untuk menolong Angel dan langsung membawanya ke rumah sakit.
Dan akibat kecelakaan jatuh dari tangga itu, Angel tentu gagal dalam memenangkan lomba, apa lagi Angel di vonis patah tulang lengannya saat itu.
Angel kecewa marah dan benci jadi satu, mulai sejak itu ia membenci Heena, dan bertekad untuk membalas Heena.
Kembali di waktu saat ini, Angel masih terus menatap tajam ke arah Heena, sedikit tersenyum sinis saat melihat Heena ingin berdiri namun dua temannya mendorong Heena untuk tidak bisa bangkit lagi.
Angel berjalan mengelilingi Heena sembari tepuk tangan supaya semua orang melihat ke arahnya. "Hati-hati buat kalian yang memiliki suami, jaga suami Anda Anda semua, karena wanita ini!" Angel menunjuk Heena dengan suara yang tinggi. "Dia adalah wanita pelakor!"
Deg! jantung Heena.
Seketika semua orang kembali berbisik-bisik seraya menatap jijik ke arah Heena, yang datang bersama pasangan suaminya langsung mengingatkan suaminya sendiri, yang datang sesama wanita semakin panas dalam berbisik-bisik.
Angel kembali tersenyum yang dibuat-buat sok manis menatap Heena lalu berganti melihat semua orang yang ada di ruangan ini.
"Dia adalah seorang janda ..." teriak Angel seraya menunjuk Heena dengan marah. "Dan saat ini sedang menjalin kasih dengan orang kaya yang tentu ia juga hadir di acara ini." Angel beralih melihat semua orang.
Amarah Heena yang sudah ia tahan sejak tadi kini langsung meledak saat mendengar ucapan Angel yang sudah keterlaluan.
Heena bangkit, dua teman Angel yang mau mencoba menghalangi langsung Heena dorong sekuat tenaga sampai mundur beberapa langkah.
Heena mendekati Angel dengan tatapan tajam yang menusuk.
Plak!
Plak!
Dua tamparan keras mendarat di pipi mulus Angel, dan bersamaan itu dari arah belakang seorang wanita yang pernah merasa suaminya direbut pelakor menyiram air jus ke tubuh Heena.
Byur!
Ada lagi wanita yang mendekati Heena dan menyiram wajah Heena menggunakan air jus.
Byur!
Mulut Heena menggangga seraya mengedipkan mata karena kemasukan air.
Angel yang tadi merasa pipinya panas tetap merasa puas saat orang lain berhasil terprovokasi.
Lima orang yang gemas dengan Heena berjalan mendekati Heena dan mendorong-dorong tubuh Heena, melempar Heena ke sana dan ke mari, Heena merasa kepalanya pusing, semua orang terus tertawa sembari terus mendorong-dorong tubuh Heena.
Michael yang juga hadir di acara ini seketika terkejut saat melihat Heena diperlakukan seperti itu, Michael berjalan cepat untuk mendekati Heena, tapi tiba-tiba langkahnya terhenti dengan wajah terbengong.
Tawa lima orang yang mendorong-dorong tubuh Heena seketika berhenti, bahkan ada yang kakinya terasa tanpa tulang, lemas ingin ambruk, saat melihat pria yang datang dan menyingkirkan salah satu orang dengan kasar, lalu menarik Heena dalam pelukannya.