
"Al, lepaskan! kenapa kamu membiarkan wanita itu pergi!"
Setelah merasa Heena sudah masuk ke dalam kamar, Aldebaran langsung melepaskan Mulan.
"Al, jawab!" Mulan saat ini berhadapan dengan Aldebaran, pria yang saat ini wajahnya terlihat dingin.
"Mulan, sebaiknya kamu istirahat, aku juga lelah." Aldebaran berlalu dari hadapan Mulan, namun baru beberapa langkah Mulan menghalangi jalan Aldebaran, berdiri menghadang di depan Aldebaran.
"Al, aku mau kamu ceraikan dia, ceraikan dia!" Mulan berteriak sambil menangis.
Aldebaran membuang nafas panjang seraya memalingkan wajahnya. "Aku capek, lagi tidak ingin bahas masalah ini!" Aldebaran menatap Mulan dan berkata tegas. Setelah itu berjalan masuk ke dalam vila, meninggalkan Mulan di luar sendirian.
Arghhhh!
Mulan berteriak seraya menjambak rambutnya sendiri.
Sial!
Sial!
Mulan mengumpat menyesali rencananya yang gagal, dan malah berhujung kekacauan.
"Ini tidak bisa aku biarkan! Ya, tidak bisa, Aldebaran harus menjadi milikku! aku akan menyingkirkan wanita itu," Mulan wajahnya berubah serius menatap ke depan dengan tangan terkepal.
Keesokan harinya.
Pagi-pagi sekali Heena sudah bangun, Heena segera merapihkan tempat tidur dan merapihkan dirinya.
Setelah itu Heena ke luar vila, di luar sudah ada mobil yang Heena pesan, Heena segera masuk ke dalam mobil, mobil melaju meninggalkan area vila.
Setelah ini aku berharap kita tidak akan bertemu lagi Al, aku juga akan ke luar dari pekerjaan, dan untuk pernikahan kita semalam, aku benar-benar tidak tahu itu apa artinya, yang jelas aku akan pergi. Heena bicara dalam hati.
Heena bersandar di sandaran kursi mobil, Heena sudah memikirkan semuanya sejak semalam, bahwa keputusannya akan pergi sudah bulat, tidak ingin masuk ke dalam masalah yang lebih rumit.
Heena juga memikirkan perasaan Yusuf, masih bingung bila harus menjelaskan ke Yusuf bila ia sudah menikah lagi, karena itu ia lebih milih mundur, meski dahulu pernikahannya dengan Aldebaran adalah yang diinginkan, namun sekarang beda situasi. Mengingat semua ini Heena menangis pilu, jika waktu bisa ia putar, ia akan menolak permintaan tolong Asisten Dika.
Lama Heena menangis hingga ia merasa lelah dan ahirnya mengantuk, Heena tertidur.
Di vila.
Salah satu orang yang menjadi pelayan vila, sudah menyiapkan untuk sarapan, Aldebaran berjalan menuju kamar Heena semalam, lalu mengetuk pintu kamar itu, namun sudah Aldebaran ketuk hingga beberapa kali, tetap tidak ada sahutan dari dalam.
Aldebaran memutar handel pintu yang ternyata tidak terkunci, Aldebaran masuk dan melihat kamar sudah rapih, Aldebaran mengetuk pintu kamar mandi, juga tidak ada sahutan, kemudian membukanya dan tidak menemukan Heena di dalam.
"Apa dia sudah pulang," gumam Aldebaran. Aldebaran kembali ke ruang makan, di sana sudah ada Mulan yang baru duduk.
Melihat Aldebaran dari arah kamar Heena, Mulan tersenyum masam, hati kecilnya sakit bagai tertusuk duri, tidak rela dan tidak ingin pria yang dicintainya memperhatikan wanita lain.
Keduanya kini sedang sarapan dengan saling diam, Mulan sedari tadi terus memperhatikan Aldebaran, ekspresi wajah cool, yang membuatnya tidak bisa berpaling.
Selesai sarapan Aldebaran ingin pergi dari ruang makan, namun di cegah oleh Mulan.
"Al, tunggu. Duduklah dulu."
Aldebaran kembali duduk dan menatap wajah Mulan dengan intens.
"Nanti malam adalah acara ulang tahunku, kamu tidak lupa, kan."
"Mau mu apa."
Mulan hanya bisa menghela nafas panjang saat lagi-lagi mendengar ucapan Aldebaran yang dingin.
Mulan tersenyum. "Aku mau mengumumkan hubungan kita di depan semua orang."
"Terserah." Aldebaran langsung pergi meninggalkan ruang makan, tidak mau peduli dengan apa pun rencana Mulan.
Dengan begini, wanita murahan itu akan tahu posisi, Mulan jangan pernah dilawan, hahaha.
Malam hari tiba.
Acara yang ditunggu-tunggu kini sudah mulai, acara pesta ulang tahun Mulan yang digelar megah di vila.
Teman-temannya bahkan kolega bisnis Pak Muklis juga banyk yang hadir.
Salah satu temannya Mulan menghampiri, memuji kecantikan Mulan malam ini, juga memuji keberuntungan Mulan yang menjadi putri orang kaya.
Mulan asyik berbincang-bincang dengan para teman-temanya sebelum acara mulai. Masih ada waktu tiga puluh menit.
Pak Muklis juga sedang berbicara dengan para kolega bisnisnya yang malam ini ikut hadir. Sebagian teman kolega bisnis Pak Muklis juga memuji kemewahan acara ulang tahun putrinya itu.
Sementara Aldebaran masih berada di dalam kamar, Aldebaran baru saja telponan dengan Asistennya, kemudian pintu kamarnya terbuka, menampakkan sosok wanita cantik berpakaian baju pesta bewarna putih, berjalan anggun mendekati Aldebaran.
"Al." Mulan mengulurkan tangannya, Aldebaran masih diam sesaat, namun kemudian menerima uluran tangan Mulan, dan kini berjalan menuju tempat acara.
Semua orang memandangi Mulan dan Aldebaran berjalan bersama, yang satu tampan dan yang satunya cantik, benar-benar pasangan yang serasi, semua tamu undangan menatap kagum.
Kini keduanya berdiri di depan kue, Mulan memanjatkan doa sebelum ahirnya meniup lilin.
Suara tepuk tangan bersahutan di berikan dengan meriah, semua orang mulai menyanyi lagu selamat ulang tahun.
Mulan mulai memotong kue, kue pertama ia berikan pada Ayahnya, suara tepuk tangan kembali terdengar, potongan kue kedua ia berikan untuk Aldebaran, tepuk tangan meriah kembali di berikan.
Setelah acara potong kue selesai, saat ini tiba acara pengumuman hubungan Mulan dengan Aldebaran. Aldebaran terkejut saat tiba-tiba ada beberapa wartawan yang datang, ia tidak menyangka bila Mulan akan meminta di liput.
"Perkenalkan semuanya, pria di samping aku adalah Aldebaran kekasih aku." Mulan memeluk Aldebaran, sorak tawa bahagia para tamu kini terdengar.
Mulan memang bukan artis, tapi terlahir sebagai putri orang kaya di negeri ini, membuatnya namanya terkenal, hingga beberapa hari hubungan Mulan dan Aldebaran jadi trending topik di internet.