HEENA

HEENA
BAB 22. Rencana licik Mawar



Setelah menyusun rencana liciknya, Mawar tersenyum sinis, dalam hati ia berencana hari ini akan memulai menjalankan rencananya.


Mawar duduk di atas ranjang seraya membaca majalah, ia menunggu Michael selesai mandi.


Tidak berselang berapa lama, pintu kamar mandi terbuka, menampakkan Michael yang terlihat lebih segar setelah mandi.


Berjalan ke luar masih menggunakan handuk yang melilit di pinggang, Mawar yang sudah melihat Michael ke luar kamar langsung melakukan aksinya.


Mawar turun dari ranjang lalu berjalan mendekati Michael. "Sayang." Jemari tangan Mawar menyentuh dada bidang Michael yang masih ada sedikit air sisa mandi.


Menari-nari di sana, memberi tatapan menggoda, jemarinya beralih menyentuh telinga Michael.


"Kamu mau apa?"


Mendengar pertanyaan dari Michael, Mawar tersenyum, lalu ia memberikan pakaian kemeja malam untuk Michael, dan setelah suaminya selesai, rencana Mawar akan melanjutkan aksinya.


Kini keduanya sudah berbaring di atas ranjang, Mawar merubah posisi tidurnya, kini menjadi miring mengarah pada Michael.


"Sayang."


"Hemm."


Mawar mengusap dada Michael. "Bagaimana bila sementara waktu Heena tidak perlu bertemu Yusuf."


"Karena aku ingin bisa lebih dekat dengannya, Sayang." Mawar memberi penjelasan lagi.


"Itu tidak mungkin, Yusuf pasti tidak akan mau."


"Mau sayang, pasti akan mau, bila kamu yang bicara dengan Yusuf." Mawar berakting sedih, "Hiks, aku ingin sekali bisa dipanggil mama juga oleh Yusuf, hiks hiks, aku juga sayang dengan Yusuf." Mawar mengusap air matanya seraya melirik wajah Michael.


Michael menghela nafas panjang. "Baiklah nanti aku akan bicara, sekarang mari tidur. Aku lelah."


Mawar langsung tersenyum, langkah awal ia merasa berhasil, selanjutnya tinggal memikirkan cara untuk membuat Yusuf jauh dengan Michael.


Hanya aku dan anakku yang boleh berkuasa di sini, hahaha. Tawa senang dalam hati.


Keesokan harinya.


Ternyata rencana licik Mawar tidak berhenti pada cerita semalam, ia masih memiliki rencana licik lagi, dan siang hari ini dengan membawa bekal makan siang buat Michael, Mawar mendatangi perusahaan Michael.


Mawar berjalan angkuh memasuki perusahaan, lalu masuk ke dalam lift yang langsung membawanya ke lantai teratas tempat ruang presdir.


Membuka pintu yang langsung melihat Michael yang sedang sibuk dengan pekerjaannya.


Mawar berjalan mendekat ke arah sofa lalu duduk di sana.


"Aku membawakan bekal makan siang untukmu."


Hemm.


Michael melirik pun tidak, matanya masih fokus pada beberapa berkas yang saat ini sedang ia periksa.


Setelah menunggu satu jam, ahirnya Michael berhenti untuk beristirahat, ia kini duduk di samping Mawar, sambil menyantap bekal yang Mawar bawa.


"Tempo hari aku membicarakan tentang hadiah kehamilan aku, Sayang." Mawar meletakkan dagunya di pundak Michael seraya menatap wajah Michael.


Michael meneguk minuman setelah merasa cukup, ia meletakkan kotak bekal makanan tersebut.


"Tidak dihabiskan?"


Michael hanya menggelengkan kepalanya. Lalu menoleh ke arah Mawar. "Mau minta hadiah seperti apa?"


Mawar tersenyum, dalam hati inilah saatnya. "Aku mau lima persen saham perusahaan untuk aku."


"Aku tidak setuju, mintalah yang lain."


Bukan tanpa alasan, Michael menolak karena ia lebih suka bila seorang istri itu di rumah.


Mendapat penolakan dari Michael, Mawar langsung memulai aksinya lagi, tidak akan menyerah sebelum keinginannya terwujud.


"Sayang, ayo lah. Ini hanya hadiah untuk calon anak kita, tetap kamu kan yang mengurus semua, aku hanya minta atas nama aku yang lima persen, please."


"Yang lain!"


"Tidak mau, sayang." Mawar mengatupkan tangannya di depan dada seraya memohon.


"Baiklah."


Ahirnya Michael menyetujui, mendengar ucapan Michael, Mawar langsung senang, harinya bangga tidak sia-sia bersusah payah ia akting, sebentar lagi niatnya ingin menguasai harta Michael akan terlaksana.


Setelah mendapatkan tujuannya, Mawar terus pulang, senyum bahagia terus mengembang di bibirnya.


Setelah sampai mobil, Mawar tertawa lepas.


Hahahaha!


"Ada gunanya juga bayi ini." Mawar mengusap perutnya. Tawanya berubah sinis. "Bayi ini bukan milikmu Michael, tapi akan aku buat menjadi milikmu! hahaha."


Setelah puas tertawa sendiri, Mawar kemudian melajukan mobilnya, mobil ke luar area parkir mulai memasuki jalan raya.


Pesan masuk di handphone Mawar. "Robert," gumamnya seraya membaca pesan masuk dari pria itu, Mawar mengambil arah lain, kali ini ia tidak jadi pulang setelah mendapat pesan masuk dari Robert.


Tidak butuh waktu lama mobil Mawar sudah sampai di Apartemen Robert, yang karena tidak jauh dari lokasi tempat ia menerima pesan tadi.


Mawar ke luar mobil seraya memakai kaca mata hitam, berjalan angkuh memasuki Apartemen, Mawar langsung menuju kamar Robert, tidak perlu bertanya pada receptionist, karena ia sudah biasa datang ke mari.


Sampai di lantai sembilan belas, pintu lift terbuka, Mawar berjalan ke arah kamar dua ratus dua puluh dua.


Jemari lentiknya langsung memasukkan password kamar tersebut, sekejap pintu Apartemen Robert terbuka.


"Welcome ..." Robert berdiri di depan pintu membawa kue ulang tahun, meski tadi tidak ada suara bahwa Mawar akan membuka pintu, tapi Robert tahu dari informasi anak buahnya yang ia suruh untuk berjaga di depan namun di tempat tersembunyi.


"Happy birthday."


"Sayang ..." Mawar langsung memeluk Robert, keduanya saling berciuman bibir, dengan lidah saling membelit, ciuman berubah panas, Robert membawa tubuh Mawar ke arah sofa tanpa melepas ciumannya. Tangan Robert menyusup masuk di dalam kemeja yang Mawar gunakan, mengusap punggung mulus Mawar masih dengan berciuman bibir, keduanya yang sudah ahli tentu ahli juga dalam mengatur nafas hingga ciuman itu berlanjut begitu lama.


Posisi keduanya sangat intim, Mawar yang duduk di pangkuan Robert, dengan menghadap ke arah Robert, Mawar melingkarkan tangannya di leher Robert, tanpa melepas ciumannya, jemari Robert mulai melepas kancing kemeja satu per satu hingga kancing terakhir kemeja tersebut terlepas dari tubuh Mawar.


Tanpa mengubah posisi, masih menikmati ciuman bibir yang menuntut, tangan Robert seperti memiliki mata yang kini melepas pengait bra, tanpa menunggu lama Robert merubah dirinya menjadi seperti bayi yang kelaparan, mengisap dengan rakus yang langsung memberi sensasi luar biasa bagi lawannya.


******* seksi ke luar dari bibir Mawar, membuat membuat pria yang bermain di area dua buah indah itu menjadi bersemangat, tangan satunya Robert gunakan untuk mengusap punggung Mawar, dan tangan satunya lagi Robert gunakan untuk meremas bongkahan buah indah yang sebelah kiri.


Keinginan yang sudah membuncah yang sama-sama ingin segera diledakkan, dengan gerakan cepat tubuh keduanya berubah polos dan langsung lanjut ke permainan, hingga dua jam lamanya permainan itu baru selesai, menciptakan rasa kepuasan bagi keduanya.


...****************...


Keduanya kini sudah berpakaian rapih, Mawar menceritakan niatnya saat Robert bertanya tentang Michael.


"Sabar sebentar, sayang. Aku sedang merayunya untuk memberikan saham perusahaan, dan setelah semua jatuh di tangan aku, akan aku tendang dia."


Hahahaha!


Mawar tertawa lepas seraya memeluk Robert kekasihnya.