
Senyum sinis di bibirnya yang menawan, pria itu semakin melihat tanpa berkedip, wanita cantik itu membuka kaca mata hitamnya, kini tampak jelas aura dendam di wajah cantik wanita itu.
"Aku sudah menduga kau akan datang ke sini." Gery menyindir kedatangan wanita itu.
"Katakan Mulan apa yang kamu inginkan," ucap Gery lagi.
Ya, wanita itu adalah Mulan, dia sengaja mendatangi Gery, pria yang waktu itu sempat mau menolong Ayahnya, meski malah berakhir dirinya tertembak dan belum sembuh.
Mulan menemui Gery karena ada hal penting yang ingin ia bicarakan.
"Waktuku tidak banyak, karena sebentar lagi aku akan mendatangi persidangan ayahku." Mulan bicara seraya menatap Gery.
"Lalu." Gery mengangkat kedua alisnya.
Mulan mendesah kasar. Kemudian membisikan sesuatu di telinga Gery.
Entah apa yang Mulan bisikkan di telinga Gery, namun setelah itu Mulan terlihat senyum menyeringai.
Dan setelah itu, Mulan kembali memakai kaca mata hitamnya lalu berjalan pergi ke luar ruangan tersebut.
Mulan berjalan dengan cepat menuju mobil, dan setelah itu langsung melajukan mobilnya dengan cepat, sebelum sidang di mulai Mulan ingin bertemu Ayahnya lebih dulu.
Di tempat yang berbeda.
Aldebaran dan Asisten Dika, yang saat ini sudah berada di area persidangan, mengamankan semua tempat, karena tidak ingin terjadi hal-hal sesuatu, karena bisa saja Mulan bertindak curang.
Aldebaran antisipasi lebih dulu, dan menyebar beberapa orang-orang suruhannya untuk berjaga di luar.
Sebentar lagi acara sidang akan di mulai, Aldebaran masuk ke dalam, namun Asisten Dika tetap berada di luar.
Pak Muklis dan tiga orang pelaku lainnya, kini sudah berjalan mau masuk ke ruang sidang, yang didampingi oleh polisi.
Mulan yang baru masuk dan melihat Ayahnya, langsung berlari dan menghampiri Ayahnya.
"Pak polisi, saya mohon ijinkan saya bicara dengan Ayah saya, sebentar saja." Mulan bicara pada polisi dengan tatapan memohon.
Polisi berpikir sejenak kemudian mengangguk, Mulan langsung mengajak Ayahnya untuk bicara, tapi masih dalam pengawasan polisi, sementara tiga pelaku lainnya sudah masuk ke ruang sidang lebih dulu.
Ternyata Mulan tidak bicara sendiri, ia didampingi seseorang sebagai pengacara Pak Muklis.
Pak Muklis seperti diberi tahu sesuatu supaya nanti tidak memberatkan posisi Pak Muklis. Dan setelah pembicaraan selesai, Mulan mengantar Ayahnya ke dekat polisi lagi, dan setelah itu Mulan bersama pengacaranya mengikuti langkah polisi dan Pak Muklis di belakangnya.
Aldebaran yang sudah duduk di kursi melihat Pak Muklis yang baru masuk ruangan, melihat juga Mulan yang didampingi pengacaranya.
Hakim ketua mengetuk palu tanda sidang telah di buka, lalu mempersilahkan para saksi untuk bicara.
Setelah mendengar ucapan dari para saksi, pengacara dari pihak masing-masing mulai membela kliennya.
Terjadi saling menyalahkan tidak terima, hakim ketua menengahi keributan ini.
Dan dari beberapa barang-barang bukti yang hakim lihat saat ini, membantu dirinya untuk menentukan seberapa lama hukuman penjara bagi pelaku.
Aldebaran yang duduk di kursi, tangannya terkepal, wajahnya terlihat marah, ia sudah tidak sabar mendengar hasil persidangan ini.
Bila di ruangan ini kondisinya begitu tegang, beda di tempat lain, Heena dan Yusuf saat ini sedang duduk di bangku luar kelas, karena saat ini jam istirahat sekolah Yusuf.
Ane datang baru membelikan mainan gelembung-gelembung untuk Yusuf.
Yusuf menerima mainan itu dengan senang, lalu asyik bermain bersama teman-temannya yang lain.
Ane kemudian bicara bahwa hari ini ia dan Yusuf harus pulang, tidak bisa menginap lagi, Ane bicara dengan menundukkan kepalanya, tidak enak hati, namun mau bagaimana lagi ini adalah perintah Tuannya.
Heena yang sebenarnya masih ingin bersama Yusuf, merasa sedih juga mendengar kalimat yang Ane ucapkan, tapi Heena juga tidak bisa mencegah.
"Baiklah, nanti aku akan mengantar kalian pulang," keputusan Heena ahirnya, Ane jadi merasa bersalah dan tidak enak hati.
Kemudian lonceng berbunyi, Yusuf dan bersama teman yang lain berlarian masuk ke dalam kelas lagi.
Hal kesedihan juga terjadi pada pria yang saat ini sedang berbaring di atas ranjang pasien.
Gery yang memiliki cinta buat Mulan, tapi ia sadar Mulan adalah sepupunya sendiri, meski sepupu jauh, itu lah sebabnya Gery datang jauh-jauh dari London ke Indonesia untuk membantu Ayahnya Mulan.
Dan Gery juga tidak menyesali perbuatannya meski ia pun juga pasti akan di penjara karena sudah berusaha melindungi seorang buronan.
Cinta yang mungkin tidak akan pernah bisa bersama, karena terhalang status keluarga, tapi Gery tidak akan pernah berhenti memperhatikan Mulan.
"Maafkan aku Mulan, pasti saat ini kamu sedang ketakutan mendapati hasil sidang ayah kamu." Gery bicara sendiri, rasanya tidak berguna tidak bisa di samping Mulan saat ini.
Mungkin jika tangan dan akinya tidak di borgol, Gery sudah nekat untuk datang, tapi apa lah daya saat ini ia tidak bisa kemana-mana.
Gery menghela nafas berat, saat melihat rantai brogol di pergelangan tangannya, hanya membuatnya marah.
Sementara rasa marah dan bersitegang juga terjadi di ruang sidang, Mulan meremat jemarinya yang terasa dingin, hatinya sudah tidak tenang dengan apa yang akan Hakim sampaikan.
Begitu pun Aldebaran juga merasakan sudah tidak sabar, dan persitegangan semakin kentara saat Hakim selesai berdiskusi dan akan menyampaikan hasil keputusan.