HEENA

HEENA
BAB 51. Nikah paksa dua kali.



Mulan saat ini sedang berada di mobil menuju pulang, Mulan sudah tidak sabar menjalankan rencananya.


Hahaha!


Mulan tertawa, kini mobilnya sudah memasuki area vila.


Mulan ke luar mobil lalu berjalan memasuki vila. Namun Mulan merasa aneh dengan vila karena pintunya terbuka dan terasnya begitu kotor banyak lumpur tanah, bahkan kotor sampai dalam.


"Ad-ada apa ini!" Mulan panik seraya mencari keberadaan Aldebaran.


"Al ... kamu di mana, Al."


Mulan terus mencari Aldebaran hingga masuk ke kamar Aldebaran, namun juga tidak ia temukan.


Mulan terus mencari Aldebaran di vila besar tersebut, karena ia yakin Aldebaran pasti ada di vila ini, meski hatinya takut bila Aldebaran pergi dalam bahaya.


"Al, kamu di mana?" ucap Mulan lirih dengan berderai air mata.


Disaat Mulan bingung mencari Aldebaran di vila, di tempat lain Aldebaran dan Heena juga bingung dengan keadaan ini. Apa lagi saat ini Heena dan Aldebaran di sidang oleh Pak RT untuk dinikahkan.


"Pak, kami tidak berbuat mesum, tolong percaya, Pak." Heena berusaha menyakinkan lagi, entah ini sudah yang berapa kali Heena berucap untuk membela diri.


"Pak, saya bisa pastikan, bahwa kita tidak berbuat apa-apa."


"Bohong! mana ada orang salah mengaku!" Potong tegas salah satu orang.


"Benar! nikahkan saja Pak, mereka berdua."


"Tenang-tenang!" teriak Pak RT langsung berdiri meminta warganya untuk tenang.


Pak RT menatap Aldebaran dan Heena bergantian. "Kalian harus menikah, karena kalian tidak ada bukti!" ucap tegas Pak RT.


"Tapi Pak!" tolak tegas Heena dan Aldebaran secara bersamaan.


...****************...


"Sah ..." ucap para saksi yang menjadi saksi pernikahan sederhana Heena dan Aldebaran.


Saat ini Heena menggunakan kebaya milik istri Pak RT. Heena mencium punggung tangan Aldebaran, meski pernikahan ini seperti permainan tapi entahlah Heena tetap mencium punggung tangan Aldebaran.


Semua orang tersenyum melihat mereka berdua menikah.


Setelah acara pernikahan sederhana yang di lakukan di masjid, itu selesai, para warga terus pergi kembali pulang ke rumah masing-masing.


"Nak, kalian sudah sah menjadi suami istri, segeralah daftarkan pernikahan kalian di kantor sipil." Pak penghulu menasehati.


Heena dan Aldebaran hanya mengangguk paham.


Pak Penghulu pamit pulang ke rumahnya meninggalkan Heena dan Aldebaran berdua.


Tanpa ada yang mau buka bicara, Aldebaran dan Heena berjalan bersama menuju vila.


Heena masih berharap bahwa ini adalah mimpi, Heena berharap nanti bangun tidur tidak dalam keadaan seperti ini.


Heena melamun menyelami pikirannya sendiri tanpa fokus berjalan, Aldebaran menghentikan langkahnya saat melihat mobil Mulan.


Heena menabrak punggung badan Aldebaran karena yang tiba-tiba berhenti.


Aldebaran sedikit menoleh ke belakang, Heena mundur dua langkah dan menunduk. "Maaf," ucapnya lirih.


Aldebaran melanjutkan langkahnya yang diikuti Heena di belakang.


Bersamaan itu Mulan keluar dari dalam vila ingin mencari Aldebaran di luar, Mulan bahagia saat melihat Aldebaran kini ada di luar vila yang sedang berjalan ke arah vila.


"Al ..." teriak Mulan kemudian berlari dan memeluk Aldebaran. Tangan Aldebaran diam tidak membalas pelukan Mulan.


Mulan melerai pelukannya lalu menangkup wajah Aldebaran. "Al, kamu kemana saja, aku khawatir mencarimu."


Uhuk.


Uhuk.


Heena tiba-tiba merasa batuk seketika membuat Mulan melihat ke arahnya, yang tadi tidak terlihat sama sekali di mata Mulan, entah karena Heena baru datang atau memang tadi Mulan hanya fokus pada Aldebaran, Mulan sendiri juga bingung, tapi ada hal lain yang kini membuat Mulan memiliki tanda tanya besar.


Baju yang dipakai Heena, mengapa Heena memakai baju kebaya pikir Mulan, Mulan beralih melihat Aldebaran yang kini menggunakan jas hitam dan terlihat bukan milik Aldebaran.


Mulan masih bingung dengan yang ia baru lihat ini, namun seketika terbesit sesuatu dalam pikirannya, Mulan langsung menggelengkan kepalanya merasa tidak mungkin dengan pikirannya yang mungkin Heena dan Aldebaran, Mulan tidak sanggup melanjutkan pikirannya itu dan memilih bertanya langsung.


"Al ... ini kenapa ya kalian berdua rapih banget." Mulan berusaha tersenyum seraya menyentuh lengan Aldebaran.


"Aku habis nikah."


Deg!


Mulan langsung menatap wajah Aldebaran dengan wajah begitu terkejut, bahkan pegangan tangannya mulai mengendur. "Al, kamu becanda iya, kan." Mulan matanya sudah berkaca-kaca. Pikirannya menolak tidak mungkin Aldebaran menikah.


"Semua benar, aku dan Heena habis menikah, karena tadi warga mendatangi vila dan mengira kami berbuat mesum jadi kami dinikahkan," jelas Aldebaran panjang lebar.


Deg!


Mulan syok seketika, ia tidak menyangka jebakan yang ia buat malah berakhir menjebak Aldebaran dan Heena menikah. Tentu Mulan tidak terima, karena ini harusnya jadi pernikahannya dengan Aldebaran bukan pernikahan Heena dan Aldebaran.


Dasar orang bodoh! umpat dalam hati Mulan pada orang suruhannya. Mulan langsung mengalihkan pandangannya pada Heena, wanita yang sedari tadi hanya menunduk, Mulan menatap tajam pada Heena dan dalam waktu sekejap Mulan melayangkan tamparan di pipi Heena.


Plak!


Plak!


"Wanita murahan, wanita penggoda!"


Bersamaan terdengar suara tamparan dua kali, Mulan menjambak rambut Heena serta memaki Heena.


Ahh! "Sakit!" teriak Heena, yang kini rambutnya masih Mulan Jambak sekuat tenaga wanita itu.


"Mulan hentikan!" bentak Aldebaran seraya menarik tubuh Mulan.


Aldebaran membawa tubuh Mulan sedikit menjauh, Mulan memberontak ingin dilepaskan, Aldebaran membuat gerakan mata pada Heena untuk masuk ke dalam vila, Heena langsung berlari masuk ke dalam vila lalu masuk ke kamarnya tadi lalu menguncinya.