HEENA

HEENA
BAB 142. Korea Selatan



Satu bulan kemudian, tangis kesedihan telah berlalu, dan setelah melewati semua hal Aldebaran dan Heena tepat hari ini sepakat untuk melakukan penerbangan ke Korea Selatan untuk berbulan madu, yang belum pernah keduanya lakukan setelah menikah.


Setelah berpamitan dengan Bibi Sekar dan Paman Syafiq juga Rengky, Aldebaran dan Heena langsung menuju bandara yang diantar oleh supir.


Sesampainya di bandara, Heena dan Aldebaran langsung menuju pesawat pribadi milik Al-Gazali Group yang baru beberapa hari lalu Aldebaran beli khusus untuk kado bulan madu bersama Heena.


Pesawat yang bagus dan besar itu hanya ada dua orang penumpangnya, saat baru masuk lewat pintu, Heena menatap berbinar, Aldebaran merangkul bahu Heena dan mengajaknya untuk masuk ke dalam.


Aldebaran mengajak Heena untuk masuk ke dalam kamar yang ada di dalam pesawat tersebut, yang memang di desain khusus supaya Heena tidak lelah duduk dan bisa sambil beristirahat.


"Al ini bagus banget," ucap Heena yang saat ini duduk di pinggiran ranjang, sementara Aldebaran malah berbaring.


"Kamu suka?" tanya Aldebaran yang kemudian duduk dan memeluk pinggang Heena seraya menjatuhkan kepalanya di bahu Heena.


Heena mengangguk, Aldebaran tersenyum penuh arti. "Kau harus membalas kebaikan hadiahku ini nanti," ucapnya seraya menggigit kecil telinga Heena. Pipi Heena langsung merah merona.


Pesawat lepas landas mengudara ke angkasa tujuan Korea Selatan yang dikenal miliki wisata terkenal salah satunya pulau Jeju.


Pulau Jeju (Jeju-do) adalah pulau terbesar di Korea dan terletak di sebelah selatan Semenanjung Korea. Pulau Jeju adalah satu-satunya provinsi berotonomi khusus Korea Selatan.



Dan setelah dalam penerbangan selama tujuh jam dari Jakarta kini telah sampai di Bandar Udara Internasional Jeju.


Aldebaran dan Heena memesan taksi untuk menuju hotel, hotel yang sudah Aldebaran pesan sebelumnya melalui via online.


Mobil taksi yang ditumpangi kini telah sampai di depan hotel.



Aldebaran dan Heena langsung berjalan masuk ke dalam, menuju unit kamar yang sudah Aldebaran pesan. Setelah mendapat kunci untuk masuk ke dalam kamar dari reception hotel.


Pintu kamar dengan nomor 2023, Aldebaran masuk ke dalam dan langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang.



Heena menyibak holding dan menatap pemandangan kota yang ada di luar, ini adalah kali pertamanya Heena datang di negara ini, sebuah keinginannya dahulu bila berbulan madu bersama Aldebaran maunya di pulau Jeju, dan Heena tidak menyangka bila Aldebaran Bakan mewujudkannya. Dan kejutan akan datang ke sini baru Aldebaran ucapkan kemarin dan tadi pagi langsung berangkat.


Sungguh bagi Heena ini seperti mimpi, baru dari Indonesia sudah berada di Korea Selatan, Heena tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya sampai tidak terasa menangis bahagia, karena ini tempat wisata yang sangat diinginkan.


Masih menatap pemandangan kota, Heena memegangi dadanya yang benar-benar merasa bahagia, Aldebaran selalu bisa membuat dirinya tersenyum.


Heena kemudian balik badan, lalu menjatuhkan tubuhnya di samping Aldebaran berbaring, Heena memiringkan tubuhnya menatap suaminya yang kini memejamkan mata, entah tidur beneran atau hanya pura-pura tidur.


"Terimakasih aku bahagia sekali kamu ajak berlibur di sini, terimakasih sayang?" ucap Heena sembari meletakkan tangannya di atas dada bidang Aldebaran.


Aldebaran meletakkan tangannya di atas punggung tangan Heena, ternyata pria itu tidak tidur. "Jangan terimakasih kasih terus, aku menantikan hadiah imbalan darimu," ucap Aldebaran sembari terkekeh.


"Hiss kau ini," sarkas Heena seraya menarik tangannya, kemudian memencet hidung Aldebaran dengan gemas sampai Aldebaran meringis nahan nyeri.


Heena dan Aldebaran mendatangi restoran yang tersedia di bawah hotel, mereka berdua mencicipi menu makanan khas di pulau Jeju.


Aneka seafood di pulau Jeju adalah makanan khasnya. Heena yang juga kebetulan suka makanan seafood memakannya dengan lahap, melihat Heena makan, Aldebaran memberikan seafood miliknya untuk Heena, Heena hanya tersenyum malu.


Makan sore tadi sambil menikmati keindahan sore hari di pulau Jeju. Dan setelah selesai makan Heena dan Aldebaran kembali ke kamar.


Setelah tiga puluh menit Heena sudah selesai mandi, kini sedang bercermin, sementara giliran Aldebaran yang saat ini sedang mandi.



Heena menatap tampilannya di depan cermin yang hanya menggunakan lingerie tipis warna merah, merasa malu sendiri, bagaimana tidak malu, karena seingatnya dirinya tidak memasukkan lingerie merah ini, tapi malah ada di dalam kopernya, sementara kemeja tidur yang dirinya masukkan ke dalam koper malah tidak ada.


Heena semakin malu seraya menutup wajahnya dengan kedua tangan, ini pasti Aldebaran yang memasukan ke dalam kopernya pikir Heena, sembari menghentak-hentakkan kakinya di atas lantai.


Klek!


Mendengar suara pintu terbuka, Heena langsung berlari menuju ranjang dan naik lalu menutupi tubuhnya dengan selimut.


Aldebaran keluar kamar mandi hanya menggunakan handuk kecil yang melilit di pinggang, rambutnya masih ia biarkan basah, Heena yang tidak tidur melirik Aldebaran, dan melihat air yang menetes dari rambut turun ke dada, glek Heena menelan ludah dengan susah.


"Tidak serulah masa aku ditinggal tidur," protes Aldebaran yang saat ini berdiri di samping Heena.


Heena yang pura-pura memejamkan matanya dengan pelan membuka mata, lalu duduk sembari menghela nafas, Aldebaran benar-benar menagih janjinya pikir Heena, baiklah akan Heena lakukan batinnya lagi.


Heena mulai memberikan sentuhan lembut dengan jemari lentiknya di dada bidang Aldebaran, mulai menciumi dada Aldebaran dan meninggalkan warna merah, Aldebaran beralih duduk di samping Heena dan melingkarkan tangannya di pinggang Heena.


Entah siapa yang memulai kini bibir kedua mulai saling menyesap rasa satu sama lain, dan cukup dengan satu kali tarikan tangan Aldebaran lingerie yang Heena pakai sudah terlepas dari tubuh Heena.


Aldebaran meminta Heena untuk melepas handuknya, Heena lepas lalu ia buang ke lantai, Aldebaran berbaring saat ini tugas Heena lebih dulu, bibir keduanya kembali saling bertaut, Heena beralih menciumi leher Aldebaran berganti dada dan juga perut sixpack Aldebaran.


Aldebaran mengerang, saat merasakan miliknya ingin di manja, dengan sekali gerakan Aldebaran membalikan tubuh Heena kini berganti Aldebaran yang berada di atas tubuh Heena.


Aldebaran membuka lebar paha Heena, dan memulai permainan, di bawah kungkungannya Heena mendesah, yang keduanya sama-sama mencari kepuasan, dan setelah sama-sama sampai di titik puncak, Aldebaran membisikkan sesuatu di telinga Heena, "Bersama."


Ahhh!


Aldebaran berguling di samping Heena, berbaring memeluk Heena yang kelelahan, malam itu keduanya melakukan lagi entah sampai berapa kali, dan pagi ini Heena merasa lelah dan capek.


Saat ini Aldebaran dan Heena mau sarapan pagi, dan setelah menyelesaikan sarapannya Heena dan Aldebaran mulai berkeliling di pulau Jeju.



Setelah berputar-putar mengelilingi pulau Jeju hampir seharian, sore harinya Heena dan Aldebaran duduk di kursi sambil menikmati secangkir teh sembari melihat keindahan pemandangan pulau Jeju.