HEENA

HEENA
BAB 143. Will you marry me



Di Indonesia.


Rengky yang baru selesai berpakaian kerja, nampak bersiul-siul di depan cermin, sepertinya menggambarkan hatinya yang lagi baik.


Rengky memandang wajah tampannya di depan cermin setelah rambutnya rapih, kemudian mengambil jas dan juga jam tangan yang ia gunakan sembari berjalan keluar kamar.


Jas yang Rengky bawa dirinya sampirkan di lengannya, berjalan menuju lantai satu masih dengan wajah yang sumringah.


"Ada apa sih, tumben tidak cerita sama, Mama?" ucap Bibi Sekar setelah Rengky tiba di ruang makan dengan wajah sumringahnya, membuat Bibi Sekar penasaran apa yang membuat putranya terlihat sebahagia itu pikirnya.


"Apa sih Ma, biasa urusan anak muda," jawab sembarang Rengky seraya terkekeh, setelah menyampirkan jas miliknya ke kursi tempat ia duduk.


Dan kemudian ikut sarapan bersama sang Mama, Paman Syafiq juga menimpali pembicaraan lain, "Lusa tolong temani Papa untuk mengecek pabrik yang ada di Bandung."


Rengky tampak berpikir sembari kunyah-kunyah, dan sepertinya tidak ada acara, Rengky kemudian mengangguk.


Selesai sarapan, Rengky dan Papanya berangkat kerja bersama, Bibi Sekar merasa kesepian karena biasanya ada Heena, dan kini Heena sedang di Korea bulan madu.


Rengky yang sudah duduk di ruang kerjanya, tangannya sudah memegang berkas yang siap untuk dirinya periksa lalu ia tanda tangani, tapi dia urungkan saat melihat hp nya, bila belum mendengar suaranya rasanya kerja tidak semangat batin Rengky.


Rengky menelpon Ayunda, sampai tiga kali namun juga belum diangkat, Rengky kembali lesu, dan menghela nafas kasar sembari meletakkan kembali hp nya di atas meja.


Rengky menyandarkan punggungnya di sandaran kursi, memejamkan matanya moodnya berubah jadi buruk, tiba-tiba mendengar dering hp nya, seketika Rengky melihat siapa yang menelpon, ternyata Ayunda menelpon balik.


"Halo ada apa ya? Maaf tadi aku lagi di jalan," terang Ayunda setelah sambungan telepon di angkat.


"Tidak apa-apa, aku hanya memastikan jangan lupa nanti malam," jawab Rengky asal, karena gugup jadi tidak tahu mau menjawab apa, dan malah mengingatkan acara bersama nanti malam.


Di seberang sana Ayunda tersenyum. "Baiklah aku sudah kosongkan jadwal."


Rengky mendengar tawa kecil Ayunda di seberang sana, hatinya makin berbunga-bunga. "Nanti malam aku jemput ya Bu Dokter, hehehe."


"Baiklah harus tepat waktu, aku tutup ya aku harus menemui pasien sekarang."


Setelah itu sambungan telepon terputus, Rengky yang baru saja mendengar suara wanita tercintanya seperti mendapat asupan energi, langsung semangat dan langsung menyelesaikan pekerjaannya.


Pekerjaan jadi begitu lancar, pertemuan bersama klien juga menghasilkan kesempatan kerja, yang biasanya harus bernegosiasi tapi hari ini tidak, Asistennya Rengky sampai bingung dengan perubahan sikap bosnya yang beda dari biasanya. Sampai tiba sore hari pekerjaan seharian ini ahirnya selesai.


Sebelum Rengky menjemput Ayunda di Apartemennya, Rengky bersiap dulu mengunjungi butik untuk berganti baju yang bagus, sebelumnya ia sudah mandi di perusahaan, dan kini tinggal berganti pakaian.


Malam ini Rengky menggunakan setelan jas warna silver dipadu dengan kemeja warna putih di dalamnya, sangat pas di badan, Rengky terlihat gagah dan tampan.


Asistennya yang menemani Rengky saat ini sampai geleng kepala saat melihat bosnya menyemprotkan banyak minyak wangi, bukan menyukai aromanya bisa-bisa mabuk wanita yang mau ditemui.


Rengky yang saat ini melihat tampilannya di depan cermin, merasa gugup dan insecure bila Ayunda tidak menyukai tampilnya ini.


"Jordi apa kah menurut mu aku sudah keren?" tanya Rengky pada Asistennya tanpa melihat lawan bicara, seraya menggoyangkan dagunya ke kiri dan ke kanan.


Jordi menepuk bahu Rengky, kini berdiri tepat di samping Rengky, ikutan berkaca. "Sudah sangat keren, lagian siapa sih yang bisa menjauh dari pesona Tuan Rengky pewaris tunggal Philips Group."


Mendapat pujian dari Asisten sekaligus sahabat baik Rengky tersenyum. "Kau benar, aku berangkat sekarang."


Rengky kemudian berjalan keluar dari butik tersebut.


"Hati-hati!" teriak Jordi sebelum Rengky menghilang, Jordi tidak ikut mengantar karena Rengky mau menjemput kekasihnya.


"Hah, resiko jomblo, terus gue mau kemana." Jordi bicara sendiri sembari membuka pintu mobil dan pergi juga dari tempat tersebut.


Rengky yang sudah sampai di apartment Ayunda, menunggu di depan apartemen, tidak lama kemudian Ayunda tiba dengan menggunakan gaun warna merah.


Mata Rengky seketika terhipnotis melihat kecantikan Ayunda, yang malam ini sedikit dipoles makeup yang biasanya selalu tampil natural.


Rengky membukakan pintu mobil untuk Ayunda, setelah Ayunda di pastikan aman di dalam, Rengky mengitari depan mobil dan masuk ke dalam melalui pintu sebelah. Mobil melaju menuju jalan raya.


Ayunda mau tetap diam tidak bertanya dan terus mengikuti langkah pria yang saat ini menggenggam tangannya.


Rengky menarik kursi dan mempersilahkan Ayunda untuk duduk, pelayan Cave datang menyuguhkan puding coklat dan dua jus jeruk.


"Aku punya kejutan untuk kamu, tunggu di sini," ucap Rengky pada Ayunda, setelah pelayan Cave pergi.


Ayunda terus menatap punggung tegap Rengky yang ternyata berjalan menuju panggung musik, Cave tempat dirinya datangi memang ada artis yang biasa menyanyi, tapi malam ini tidak ada.


Suara musik mulai terdengar, mata Rengky terus tertuju ke arah Ayunda, yang sama-sama melempar senyum.


Mungkin sudah saatnya


Mendengar satu lirik lagunya, hati Ayunda meleleh. Semakin tersenyum berbinar menatap Rengky yang melanjutkan bernyanyinya.


'Kan kuakhiri masa kesendirian


Mempersiapkan hati 'tuk melamarmu


Terimalah cintaku, hu-uh-oh-oh


Mungkin saat ini ku akan melepas masa lajangku


'Kan kupersunting dirimu


Jadilah pasanganku dan hidup menua bersamaku


Terimalah cintaku


Uh-oh-oh-oh, wo-wo-wo


Wo-uh-hu-uh


Selesai bernyanyi Rengky kembali menghampiri Ayunda, mengajak Ayunda untuk berdiri, kemudian mengambil kotak merah beludru dari saku jasnya, Rengky menekuk satu kakinya seraya membuka kotak itu dan menatap wajah cantik Ayunda.


"Will you marry me."


Deg! Ayunda terkejut sampai meneteskan air mata haru, dan perlahan Ayunda mengangguk.


"Yes I Will."


Rengky langsung memasangkan cincin itu di jari manis Ayunda, kemudian memeluk Ayunda, hatinya bahagia ahirnya nikah.


Bila dua orang di Cave di diselimuti kebahagiaan, berbeda dengan pria yang saat ini mau masuk ke dalam mobil sehabis dari toko roti.


Tiba-tiba Michael melihat wanita buta yang mau menyebarang. Michael melihat jalan yang dari arah sana ada mobil yang melaju kencang.


Michael segera berjalan cepat untuk menolong wanita buta yang mau menyebarang jalan tersebut.


"Awas!"


Ahhh!


Brukk!


Bersamaan teriakan Michael, wanita buta tersebut kaget dan menjerit, kemudian keduanya sama-sama jatuh ke aspal pinggiran jalan.


...****************...


...Mohon dukungannya ya kak💖 beri bintang 🌟 lima dibagian penilaian. Juga like, vote, dan komen....