HEENA

HEENA
BAB 144. Mau beli rumah.



"Ah! Siapa kamu!" bentak gadis buta itu seraya melepaskan diri dari pelukan Michael yang sama-sama ambruk di pinggiran jalan.


"Ma-maaf tadi saya hanya menolong Anda, karena tadi ada mobil yang melintas dengan laju cepat," jelas Michael seraya melihat gadis itu yang terlihat ketakutan sembari memeluk tubuhnya sendiri.


Sungguh saat ini Michael merasa kasihan melihat gadis buta itu, sebuah mata bagaikan jendela untuk melihat dunia, namun gadis itu tidak miliki.


Michael kembali bicara dengan suara hati-hati tidak ingin membuat gadis buta itu semakin ketakutan.


"Rumah kamu di mana supaya saya antar?" tanya Michael sembari berdiri yang melihat gadis buta itu sudah siap mau berjalan lagi.


Gadis buta itu menggelengkan kepalanya. "Tidak jauh dari sini, dan tidak usah mengantar aku pulang, karena kita tidak saling kenal," suaranya terdengar bergetar seperti menahan takut.


"Baiklah jika begitu aku akan membantumu untuk menyebarang jalan ini," ucap Michael yang langsung memegang pergelangan tangan gadis buta itu tanpa mendengar jawaban gadis buta terlebih dahulu.


Michael mengantar gadis buta itu benar-benar sampai di tempat teraman, baru melepaskan tangan gadis buta itu.


Michael terus melihat punggung gadis buta itu yang terus berjalan sembari memuji dalam hati dia luar biasa meski memiliki kekurangan yang besar, tapi seolah mampu melihat jalan di tengah kegelapan yang dia punya.


Michael langsung kembali masuk ke dalam mobil, dan melajukan pulang ke rumah, Yusuf pasti sudah menunggu kepulangannya karena tadi sempat memesan untuk dibelikan roti bakar.


...****************...


Di korea selatan, Dimana korea selatan lebih cepat 2 jam jika dibandingkan dengan negara indonesia di wilayah DKI Jakarta. Oleh karena itu jika di indonesia menunjukkan pukul 6 sore atau 18.00 berarti di korea selatan tepat jam 8 malam atau 20.00.


Di Korea saat ini pukul dua belas malam, Heena yang belum tidur menelpon Bibi Sekar, karena tahu bila di Indonesia saat ini masih pukul sepuluh malam, dan biasanya Bibi Sekar belum tidur.


Dering telepon pertama belum diangkat namun di dering berikutnya baru terdengar suara Bibi Sekar di panggilan telepon sana.


"Halo Heena ada apa?"


"Bibi rencana besok kami mau pulang, Bibi jadi dibelikan baju yang kemarin Bibi inginkan?" tanya Heena sembari mengalihkan tangan Aldebaran yang merayap di pahanya.


"Jadi sayang, kenapa cepat banget kalian pulangnya?" Bibi Sekar sedikit menunggu jawaban Heena, karena saat ini sedang mendengar gelak tawa Heena yang entah sedang melakukan apa di sana.


"Iya Bibi, Al yang tidak bisa lama-lama, padahal aku masih pengen lama-lama, hehehe."


Aldebaran membekap mulut Heena." Bibi sudah ya bicaranya, Al minjam Heena ini sudah malam," ucap sembarang Aldebaran yang tangannya masih membekap mulut Heena yang masih terdengar gelak tawa kecil.


Di sebrang sana Bibi Sekar tersenyum sembari menggelengkan kepalanya melihat tingkah anak muda sekarang. "Baiklah sampai bertemu besok."


Telepon mati Aldebaran melepas tangannya, Heena langsung protes karena tadi sampai susah bernapas.


"Hampir mati tahu kamu kencang banget bekap aku nya," protes Heena sembari mengerucutkan bibirnya.


Aldebaran tidak menghiraukan perkataan Heena, dirinya langsung menarik Heena untuk kembali mengulangi aktifitas panas kemarin malam, yang sudah ia tahan sejak tadi.


Malam ini dinginnya AC ruangan kembali tidak berfungsi, dua insan di atas ranjang kembali menciptakan gelora panas sampai permainan selesai.


Aldebaran yang baru berguling di samping Heena, mengusap kening wanitanya yang berkeringat, Heena terlelap lebih dulu, Aldebaran mengeratkan pelukannya dan ikut masuk ke alam mimpi.


Malam yang panjang penuh keindahan terlewati, saat ini Heena dan Aldebaran sudah bersiap untuk pergi ke pusat perbelanjaan yang ada di kota ini.


Selain untuk membelikan baju yang diinginkan Bibi Sekar, Heena juga ingin membeli oleh-oleh yang akan dibawanya pulang nanti.


Heena dan Aldebaran sudah memasuki pusat perbelanjaan terbesar di Korea Selatan.


Sekarang keduanya masuk di area toko baju yang ada bentuk baju yang diinginkan Bibi Sekar. Heena membeli satu pasang hanya untuk Bibi Sekar, lalu membayar tagihannya di kasir.


Kemudian berjalan lagi menuju area kue-kue, Heena membeli satu mika besar berisikan kue khas Korea.


Menjelang siang, Heena dan Aldebaran makan siang di restoran yang di dekat area pusat perbelanjaan tersebut.


Selesai makan siang, Heena dan Aldebaran langsung kembali menuju hotel.


Sampainya di hotel, Heena dan Aldebaran langsung bersiap, bila Heena memasukan semua barang-barang yang ia bawa ke dalam koper, Aldebaran mandi lebih dulu.


Dua koper berisikan barang Aldebaran juga barang miliknya semua sudah beres. Heena mengecek lagi di tempat ruang kamar tersebut, tidak ada yang tertinggal.


Setelah Aldebaran selesai mandi, berganti Heena yang mandi, cukup lima belas menit, Heena sudah selesai, sekarang menggunakan pakaian yang tadi udah dirinya siapkan.


Tiga puluh menit, keduanya sudah bersiap, kini sama-sama menarik koper untuk di bawa turun ke bawah.


Sampainya di lobby, berhenti sebentar menuju ke receptionist, kemudian berjalan kembali menuju pintu luar, di halaman hotel sudah ada taksi yang menunggu Aldebaran dan Heena.


Mobil taksi langsung menuju bandar udara internasional Jeju.


Sampainya di sana, Aldebaran dan Heena langsung masuk ke dalam bandara, menuju pesawat pribadi milik Al-Gazali Group.


Tidak lama setelah Aldebaran dan Heena masuk ke dalam pesawat, yang saat ini tengah tidur di dalam pesawat, pesawat lepas landas tujuan Indonesia bandara Soekarno Hatta.


Sepanjang perjalanan Heena tidur terus karena kelelahan sehabis belanja tanpa istirahat langsung berangkat menuju pulang.


Sementara Aldebaran yang baru saja bangun, kini sedang bersandar di sandaran ranjang sedang membalas chat dari Dika mengenai masalah perusahaan.


Dan setelah mengudara selama tujuh jam kini pesawat telah mendarat di Bandara Soekarno Hatta.


Aldebaran membangunkan Heena, kemudian bersama-sama berjalan keluar, sampainya di luar bandara, sudah ada sopir yang kemarin mengantar dirinya saat mau berangkat ke Korea.


Sekarang sudah dalam perjalanan menuju rumah kediaman Paman Syafiq.


Sesampainya di rumah, kedatangan Heena dan Aldebaran disambut Bibi Sekar.


Bibi Sekar langsung memeluk Heena yang baru datang, dan mengajaknya masuk ke dalam.


Paman Syafiq dan Rengky baru pulang kerja, saat ini pukul delapan malam tiga puluh menit.


Heena membagikan hadiah untuk Bibi Sekar dan Paman Syafiq juga Rengky. Rumah kembali rame setelah Heena dan Aldebaran kembali pulang.


Pukul setengah sepuluh malam semua masih asyik di depan televisi di ruang keluarga, Heena dan Aldebaran yang baru dari dalam kamar, ikut nimbrung.


"Paman, Al berencana mau beli rumah, karena sudah sepantasnya Al tinggal sendiri bersama keluarga kecil, Al."


Seketika ada hati yang kecewa karena tidak ingin pisah.


...****************...


...Mohon dukungannya ya kak💖 beri bintang 🌟 lima dibagian penilaian. Juga like, vote, dan komen....