
Perasaan yang tersimpan selama beberapa bulan ini, ahirnya berhasil Michael ungkapkan pada Nelly, gadis pelayan yang diam-diam dirinya cintai.
Pengakuan cinta majikannya pada dirinya tentu membuat Nelly terkejut, tidak menyangka bila dirinya yang seorang gadis buta dan pekerjaannya sebagai pelayan, telah dicintai majikannya sendiri.
Nelly yang saat ini duduk di depan Michael, dengan tubuh gemetar dan telapak tangan mulai dingin. Nelly bingung harus memberi jawaban apa, pasalnya Nelly merasa dirinya sangat tidak pantas bila harus menerima cinta sang majikan.
"Bagaimana Nelly, apa kamu mau menjadi istriku?"
Deg!
Lagi-lagi Nelly dilanda kebingungan, saat Michael terus menerus menanyakan kalimat yang sama, Nelly belum bisa menjawab hanya menunduk takut.
"Jika kamu takut soal Yusuf, tenanglah putraku itu sudah tahu bila aku mencintaimu, dan sudah memberikan restu bila kamu menjadi mama baru untuknya."
Entah Nelly harus percaya atau tidak mendengar penjelasan Michael barusan, tapi jika boleh percaya, hati Nelly merasa bahagia, tapi Nelly sadar diri bahwa dirinya sangat tidak pantas, karena miliki banyak kekurangan.
"Aku mau Mama Nelly," suara Yusuf yang baru saja masuk ke ruang VIP dengan sendiri, kini minta duduk dipangkuan sang Papa.
"A-aku-," ucapan Nelly terhenti, masih menyusun kata dalam pikirannya, sungguh saat ini Nelly sangat bingung.
"Anggap saja dengan pernikahan ini kamu akan aman, dan miliki sebuah keluarga lagi."
Mendengar ucapan Michael seketika Nelly menangis, bila membahas sebuah keluarga hatinya selalu sedih, karena hanya hidup sendiri sebatang kara, tapi apa iya harus menikah dengan bosnya sendiri pikirnya, Nelly masih bingung.
"Aku anggap diam mu adalah iya." Michael langsung mengklaim jawaban iya dari Nelly, karena tidak menerima penolakan.
"Ta-tapi Tuan-."
"Ye ... Papa mau nikah," ucap Yusuf kegirangan sampai menghentikan ucapan Nelly, gadis itu tidak bisa berkata-kata lagi, saat Michael sudah membuat keputusan, dan sang anak asuh terdengar bahagia suaranya.
Nelly hanya berharap dalam hati bahwa pernikahannya bisa langgeng dan bahagia selamanya.
Setelah pembicaraan waktu itu, tepat hari ini genap dua bulan, adalah pernikahan keduanya digelar.
Heena dan Aldebaran juga hadir, memberikan selamat, saat ini perut Heena semakin membesar sudah masuk sembilan bulan, sebentar lagi Heena lahiran.
Yusuf terlihat sangat bahagia, sedari tadi selalu duduk di tengah-tengah papanya dan mama barunya yang saat ini duduk di pelaminan.
Hari ini adalah kontrol kondisi kehamilan Heena lagi, mobil yang Aldebaran bawa kini menuju rumah sakit.
Sampainya di sana Heena langsung diperiksa, bayinya juga dilihat melalui USG.
"Nyonya harus di operasi sekarang Tuan, ini untuk menyelamatkan nyawa semuanya," ucap dokter yang wajahnya nampak khawatir.
"Tapi saya tidak merasakan apa-apa dokter," ucap Heena, yang memang merasa biasa saja, jadi bingung saat dokter mengatakan tiba-tiba dirinya harus operasi.
"Iya Nyonya, karena Anda mengalami reaksi yang lambat, ini tentu bahaya jika pihak medis tidak segera bertindak."
Heena langsung memegang tangan Aldebaran, Heena takut, namun Aldebaran mencoba menenangkan Heena bahwa semuanya akan baik-baik saja.
Aldebaran menyetujui saran dokter, dan setelah bertanda tangan, tepat pukul tujuh malam Heena masuk ke ruang operasi.
Aldebaran saat ini ditemani keluarga dari Paman Syafiq, ada Bibi Sekar juga. Mereka berdoa untuk keselamatan Heena dan bayinya.
Terus berdoa, dan merasa tidak tenang, Aldebaran mondar-mandir di depan pintu ruang operasi, selama satu jam berlangsung kini pintu ruang operasi dibuka.
"Selamat Tuan, ibu dan bayi-bayinya selamat dan sehat."
Aldebaran dan Paman Syafiq juga Bibi Sekar langsung mengucap syukur.
Heena langsung dipindah ke ruang rawat, setelah dibersihkan bayi-bayi Heena dibawa masuk ke ruang rawat Heena.
Kini bayi-bayi Heena ada di dalam pelukan Heena, di depan dada Heena, mereka sedang tidur dan terlihat sangat lucu dan imut.
"Terimakasih atas perjuanganmu," bisik Aldebaran di telinga Heena, kemudian mencium kening Heena.
Bibi Sekar dan Paman Syafiq juga memberikan selamat, malam ini semua merasa bahagia atas kehadiran dua malaikat kecil.
Aaron dan Aura.
TAMAT.