
"Terimakasih atas doa baik, Bibi." Heena tersenyum, dalam hati berharap bila Bibi Sekar akan terus bersikap baik padanya, meski nanti tahu bila Heena sudah miliki anak.
Memikirkan anak, Heena jadi teringat Yusuf, dan niat hati setelah kembali ke kamar nanti, Heena akan menelfon Yusuf.
Bibi melihat cuaca sekeliling, kemudian melihat Heena lagi. "Sepertinya waktu sudah semakin sore, kamu sebaiknya mandi dulu."
"Baik, Bibi." Heena menjawab seraya mengangguk, kemudian Bibi dan Heena sama-sama masuk ke dalam rumah.
Saat tiba malam hari, Aldebaran juga belum pulang, bersama sepupumya bernama Rengky.
Kini Heena dan Bibi Sekar dan juga Paman Syafiq sudah duduk di kursi meja makan, untuk makan malam.
Di sela-sela makan, Paman Syafiq menjelaskan pada Heena bahwa sudah biasa bila Aldebaran bersama Rengky pulang melebihi jam makan malam, mereka berdua memang jarang ikut makn malam bersama.
Paman Syafiq meminta Heena untuk tidak terlalu cemas, karena mereka pasti akan pulang.
"Ck, atau kalau kamu takut boleh bila mau tidur bersama, Bibi?" ucap Paman Syafiq yang langsung mengundang tawa bersama, bagaiman bisa meminta Heena tidur bersama Bibi Sekar, lalu Paman Syafiq mau tidur di mana pikir Heena.
Heena menggeleng. "Tidak perlu, Paman. Terimakasih saya berani tidur sendiri."
Setelah pembicaraan barusan semua kembali melanjutkan makan malamnya. Dan setelah makan malam selesai Heena langsung masuk ke dalam kamar.
Heena berjalan mendekati arah jendela, Heena menekan seperti tombol di dinding, ternyata jendela tersebut bisa bergeser sendiri, kini Heena bisa melihat pemandangan luar, yang ternyata jendela tadi terhubung dengan balkon.
Heena berjalan di balkon, dari sini Heena bisa melihat bintang-bintang di langit, cuaca malam yang cerah, Heena menghirup dalam-dalam udara malam yang segar.
Heena memejamkan matanya seraya tangannya memegang pagar balkon, dan saat Heena membuka mata, bersamaan itu Heena melihat mobil Aldebaran memasuki area rumah.
Heena langsung buru-buru masuk ke dalam kamar, namun setelah sampai di dekat ranjang, Heena bingung mau tidur di ranjang atau di sofa saja, sampai beberapa saat Heena dalam kebingungannya sendiri.
Heena mendengar suara handle pintu di putar, Heena langsung segera naik ke atas ranjang dan menarik selimut hingga batas leher lalu pura-pura tidur.
Aldebaran masuk ke dalam kamar, awalnya ia tersentak kaget saat melihat ada seseorang yang tidur di kamarnya, beberapa saat terdiam dan baru ingat bila pagi tadi ia membawa Heena ke rumah ini.
Banyaknya masalah akhir-akhir ini yang ia hadapi, membuatnya sedikit menjadi pelupa.
Setelah itu Aldebaran langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri, dan setelah selesai Aldebaran langsung menuju almari dan kemudian memakai kemeja tidur lengan panjang, mengmbil selimut dan bantal di dalam almari, dan kemudian membawanya ke sofa yang ada di ruang kamarnya, lalu tidur di sana.
Biarkan dulu semua seperti ini sampai menyadari perasaan masing-masing nantinya, Aldebaran membawa Heena ke rumah ini untuk melindungi dan untuk perihal pernikahannya Aldebaran belum pikirkan selanjutnya akan seperti apa.
Heena sedikit melirik Aldebaran yang saat ini tidur di sofa, Heena kemudian kembali menempelkan wajahnya di bantal, ada perasaan lega tapi juga ada perasaan sedih yang Heena rasakan saat ini.
Di tempat lain.
Seorang wanita cantik tengah marah-marah sedari tadi, bahkan saat ini ruang kamarnya sudah tidak berbentuk bila kamar gadis perempuan, karena berantakan sudah seperti kapal pecah.
Memarahi dan memaki orang suruhannya yang gagal menangkap Heena.
Ya, wanita cantik itu adalah Mulan, yang ingin membalas rasa sakit hatinya dengan Heena, Mulan sangat marah saat Aldebaran sudah menipunya, dan tentu sasarannya adalah Heena, karena wanita itu saat ini istri Aldebaran.
Mulan menatap wajahnya di pantulan cermin seraya tangannya menggenggam dan ia pukul-pukul kan di atas meja rias berkali-kali. Matanya menatap tajam, nafas yang bergemuruh.
Mulan berpikir ini semua tidak bisa ia biarkan begitu saja, Mulan akan mencari rencana lain, tidak akan berhenti sampai di sini, Mulan akan terus membuat Heena menjadi sasaran sampai wanita itu takut dan menggila.
Hahaha!
Mulan tertawa memikirkan rencananya, wanita siapa pun yang memiliki Aldebaran harus berakhir di tangannya sendiri.
Mulan kemudian berjalan mengambil tas dan kunci mobil, lalu pergi dari rumahnya.
Namun sebelum itu Mulan memerintah pelayan untuk merapihkan kamarnya, pelayan yang datang masuk ke kamar Mulan langsung tercengang melihat kamar Nonanya yang berantakan, dua pelayan yang datang langsung segera membereskan kamar Nonanya.
Sementara Mulan saat ini sudah berada di dalam mobil yang sedang melaju, saat ini tujuannya adalah rumah Heena, dan setelah mobilnya yang dikendarai sampai di sana.
Mulan langsung segera turun, namun seketika Mulan merasa aneh dengan rumah Heena yang gelap seperti tidak ada penghuninya.
Mulan mendekat ke pintu, dan langsung mengumpat kesal saat pintu rumah Heena di gembok, itu artinya Heena tidak ada di rumah.
"Di mana dia?" gumam Mulan, disaat Mulan kesal karena Heena tidak ada di rumah, semakin di buat kesal saat melihat tiga ibu-ibu yang berbisik ke arahnya.
Mulan langsung berjalan ke arah mobil dan masuk dengan perasaan kesal.