
matahari sudah muncul dari arah timur, langitpun cerah berawan, kubuka jendela dan menghirup udara yg sejuk.
misi Andra kali ini adalah bertemu dengan sang pujaan hatinya, ia ingin tahu semua tentang pujaanya itu, walau kemaren sempat ada kejadian yang tak terduga.
Andra menuruni tangga dengan secepat kilat.
dan pergi kearah ruang makan untuk sarapan, kulihat ayah dan bunda sudah duduk manis disana dengan piring-piring berisi nasi goreng yang sudah tertata rapih.
"pagi ayah bunda"Sapa Andra
"pagi"jawab mereka berbarengan.
kemudian mereka makan, tanpa ada sepatah katapun kata-kata yang keluar dari mulut, semuanya sibuk dengan makanannya masing-masing.
***
"Ayah Bunda, Andra berangkat dulu"
"loh... Udah selesai makannya? Yaudah kalo gtu hati-hati di jalannya"Ucap bunda melihat piring Andra yg sudah tak bersisa satu nasipun.
sedangkan ayah hanya menatapku dingin, memang seperti itulah beliau.
***
"wuih..sang pangeran dingin udah sembuh rupanya"Tukas Riko
"hehhe..Rik temenin gua keperpustakaan yok"
"ngapain?? tapi perpus hari ini lagi ditutup sampai beberapa hari kedepan"
"why?"
"kayaknya sejak kejadian kemaren AC yang ada diperpus rusak jadi suhu yang ada diruangan perpus itu semakin dingin dan gak beraturan sampai ada es batunya lohh,Dra"
*Andra kaget
tiba-tiba Andra teringat akan rencananya.
"gimana cara kita bisa masuk keperpus kalo gtuh?"Tanya Andra menatap serius Riko
"tinggal minta bantuan Erza aja diakan ketos"Ucap Riko dengan santai
"okeh,temenin gua ke Erza, terus kita keperpus"
"haaa...? Napa harus gua siii?"Tanya Riko.
"udah lo ikut gua aja, ada sesuatu yang mau gua tunjukin ke lo"Ucap Andra serius membuat Riko penasaran.
"okeh"
......................
...momentum yang pas gua sama Riko ngelihat Erza lagi nyiram bunga....
"hoii Za"Sapa Andra dan Riko
*Erza menjawab sapaan mereka
"tumben lo pada kesini, ada apa neh?"
"gua boleh pinjem kunci perpustakaan?"Tanya Andra to the point
"Buat apa, Dra?"-E
"apa aja deh, pokoknya pinjemin gua kunci itu"
"okeh,sebentar gua ambil dulu yaa"-E
...
"thanks sob"Jawab Andra
Mereka berdua langsung pergi, menghilang secepat kilat.
"lokh udah gaada aja"Ucap Erza lalu melanjutkan menyiram bunga.
...----------------...
...Kali ini Andra dan Riko sudah berada didepan perpus, nyali Andra sudah berbeda dari hari kemaren, karena sudah ada Riko yang menemaninya....
"Elena..."Ucap Andra lembut
Sedangkan Riko menganga melihat sobatnya yang kelihatannya agak konslet, sedari tadi tubuhnya udah merinding.
#Ruangan perpustakaan tiba-tiba dingin seperti musim salju.
"El..Lo dimana?"
*Tak ada jawaban apapun
"Dra, lo yakin?"Ucap Riko gemetar
"pulang aja yok"Lanjut Riko
"kasih waktu gua beberapa menit lagi Rik, pleasee, gua yakin dia pasti muncul''Andra
memohon pd sobat karibnya.
udah gila nih orang kayaknya-Batin Riko
...Elena datang, pakaiannya seperti anak sekolah dengan rambut yg dikuncir kuda, benar seperti perkiraan Andra, dia memang kayak bule....
"El..."Ucap Andra
*Elena tiba-tiba mendekati Andra, sampai-sampai jarak mereka hanya 5cm.
*Andra hanya terdiam, tubuhnya begitu kaku saat didekati Elena, aroma segar minyak wangi permen karet benar-benar sangat menyengat.
"Lo kenapa Dra??"Ucap Riko kaget melihat sobatnya terdiam kaku bagaikan batu.
*Andra hanya terdiam menatap manik mata coklat Elena yang sangat dekat dengannya namun saat Andra menatapnya seperti ada beban berat yang sedang ia pikul.
Setelah itu Elena memeluk hangat Andra, tubuh mereka kini saling mendekap, seperti dua insan yang seharusnya dipersatukan namun takdir tak memihak pada mereka.
Riko melihat kesekeliling perpustakaan yang begitu beku seperti freezer es namun Riko kaget saat melihat bekuan es itu seiring waktu mencair.
"wah... Pemandangan yang tidak biasa" ucap Riko kagum.
Tak sengaja mata Riko menangkap sorang Andra seperti sedang menghayati pelukan seseorang
"Alamak..lo lagi apa Dra"Lanjut Riko menatap Andra aneh.
*Andra tidak memedulikan Riko.
tiba-tiba Riko mendapatkan rentetan beberapa notifikasi dari sang pacar, akhirnya ia memutuskan pergi.
*Elena menangis.
"Tolongin gue Dra, tubuh gue benar-benar sakit seperti terbeset pisau tajam"Lirih Elena.
"Gua akan selalu berada disamping lo El, gua janji!"Ucap Andra menenangkannya.
Pelukan itu semakin erat dan tiba-tiba Elena menghilang begitu saja.
Kini rindu seorang Andra seperti sudah tersampaikan namun ia semakin ragu apakah rindu-rindu yang lain akan tersampaikan sama seperti ini.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...