Beautiful Monster

Beautiful Monster
12. Lepas Kendali



Malam semakin larut. Terdengar suara beberapa hewan ternak seakan tengah kesakitan bahkan sekarat sambil bersimbah darah. Di tengah kekacauan itu, terlihat seekor makhluk berwarna hitam senada dengan kegelapan tengah melahap beberapa hewan di sana.


Suara gaduh tersebut ternyata didengar oleh salah satu warga pemilik ternak. Ia membawa obor sebagai pencahayaan untuk mencari tahu yang terjadi.


"Apa itu?" gumamnya mendekat untuk memperjelas apa yang dilihat.


Saat didekati, makhluk itu menoleh dengan geraman berat dan sudut bibirnya dipenuhi darah. Matanya berkilat biru menyala di bawah sinar rembulan, membuat orang itu terduduk takut lalu menyeret dirinya pergi dari sana untuk meminta bantuan.


"ADA MONSTER! ADA MONSTER!" teriaknya berhasil membangunkan yang lain.


Mereka buru-buru menghampiri lelaki itu yang menuntun mereka ke tempat ternaknya untuk menunjukkan sesuatu. Namun monster yang mengerikan itu mendadak hilang, hanya menyisakan semua hewan ternaknya yang sudah mati.


Miho yang terbangun pun ikut melihat kejadian tersebut. Mendadak perasaannya cemas, langsung terpikirkan pada Yujiro yang ternyata memang sudah tak ada di kamar.


Diam-diam Miho pergi dari sana, menyebrangi jebatan di atas sungai untuk mencari keberadaan Yujiro dengan hanya bermodal cahaya rembulan malam itu.


"Yujiro!" panggilnya seperti berbisik agar tak didengar warga lain.


Miho semakin masuk ke daerah dipenuhi pepohonan. Di sana, ia mendengar lolongan kecil dan rintihan dari sesuatu yang seakan tengah merasa sakit sekaligus sedih.


Kaki Miho berjalan dengan hati-hati mendekati sebuah batu besar untuk melihat apa yang ada di baliknya.


"Yujiro?" panggilnya memastikan.


Makhluk itu sedikit mengangkat kepala dari sayap hitam yang digunakannya untuk sembunyi. Tanduk menyala dan mata biru bercahayanya membuat Miho yakin jika itu adalah Yujiro.


"Yujiro, kau... harus tenang. Ini aku, Miho."


Kaki Miho perlahan mendekat sambil menjulurkan tangan untuk menggapai sayap yang menyembunyikan tubuh lelaki itu.


Geraman pun terdengar. Miho terdiam sejenak, membiarkan Yujiro merasa tak terancam atas kehadirannya. Setelah dia terlihat tenang, baru Miho kembali mendekat.


"Yujiro, apa itu... kau yang melakukannya?" tanya Miho yang berhasil meraba sayapnya.


Terasa halus dan hangat. Sayap itu yang sempat Miho jadikan selimut yang membuatnya tidur lelap saat di gua.


Dia hanya menggeram, tak berani menunjukkan wajah. Miho pun sedikit menurunkan sayap tersebut agar sebagian wajah Yujiro terlihat. Ternyata wajah manusianya sudah hilang. Yujiro sudah seperti manusia serigala dengan tanduk rusa menyala dan punggungnya bersayap.


"Tidak apa-apa. Aku tak akan marah padamu. Aku akan menunggumu di sini sampai kau tenang," kata Miho mengulas senyum.


Mata biru itu mengarah pada Miho. Sayapnya perlahan turun, memperlihatkan darah mengotori bagian mulutnya yang bertaring seperti serigala.


Miho menelan ludah melihat keanehan dalam diri Yujiro seakan lelaki itu hampir kehilangan identitasnya sebagai manusia.


Apa yang terjadi?


Miho tak tahu menahu tentang kondisi lelaki itu saat ini. Ia mencoba untuk menepis rasa takut karena bentuk mengerikan Yujiro apalagi setelah mendapatkan fakta bahwa lelaki itu dengan brutal memakan hewan ternak milik warga.


"Apa kau lapar? Makannya kau memakan semua ternak?" tanya Miho menatapnya iba.


Yujiro mengeluk seperti seekor anjing yang sedih, begitu juga sorot matanya. Ia bergelung diri di atas tanah, hingga sayapnya perlahan menyusut.


Miho berjongkok mengamati Yujiro yang mulai berubah menjadi manusia. Celananya sudah compang-camping tanpa memakai baju karena mungkin sudah robek saat tubuhnya berubah.


"Kita harus segera kembali. Mereka akan mencurigai kita nanti," bisik Miho sambil membantu Yujiro bangun.


"Miho," panggil Yujiro saat Miho memapahnya untuk kembali ke rumah.


Yujiro melepaskan diri dari Miho lalu terduduk bersimpuh begitu saja di depannya. Jika dia marah, maka ketuk pipi tiga kali. Tapi Yujiro malah menampar wajahnya sendiri cukup keras di depan Miho, bahkan lebih dari tiga kali.


"Apa yang kau lakukan?" Miho ikut berjongkok, berusaha menghentikan Yujiro yang sedang menyakiti dirinya sendiri.


Yujiro marah.


Bukan marah pada orang lain, melainkan pada dirinya sendiri yang sempat kehilangan kesadaran sampai memburu semua hewan ternak milik warga dan membuat Miho khawatir seperti sekarang.


Yujiro tak menyangka jika dirinya akan hilang kesadaran, benar-benar menjadi monster mengerikan yang mungkin nantinya akan membahayakan atau mengancam orang lain bahkan Miho.


"Yujiro, lihat aku!" seru Miho menangkup wajah lelaki itu agar berhadapan dengannya.


"Kau harus melawannya. Apapun yang terjadi, kau harus ingat kalau kau adalah Ushioda Yujiro. Kau paham, kan?"


...****************...


"Ke mana dia?" tanya Nenek Kawa yang duduk untuk bersiap-siap sarapan.


Miho sedikit menoleh, tak berani melihat Nenek Kawa yang mulai menanyakan Yujiro. Dia pun berpura-pura fokus memasak di dapur dengan hanya membalas seadanya agar tak dicurigai.


"Dia di kamar."


"Dia harus makan bersama dengan kita. Panggilah kemari," titahnya.


Miho berdeham kecil untuk meredakan kegugupan meski semalam sudah membersihkan noda darah pada tubuh Yujiro. Lelaki itu sekarang sedang mengurung diri di dalam kamar, menghindari kontak dengan orang lain karena takut membahayakan.


"Tentang monster yang para warga bicarakan semalam..." cetus Nenek Kawa terjeda.


Tubuh Miho mendadak terbeku. Akankah Nenek Kawa mengetahui jika kegaduhan semalam adalah perbuatan Yujiro?


Tiba-tiba Yujiro keluar dari kamarnya lalu duduk di depan Nenek Kawa untuk bersiap sarapan bersama.


"Kukira kau tak sadarkan diri," ujar Nenek Kawa pada Yujiro yang hanya diam.


Mereka pun sarapan bersama. Miho beberapa kali melirik ke arah Yujiro dan Nenek Kawa. Syukur saja jika Nenek Kawa tak mencurigainya karena semalam Miho terpergok saat masuk ke rumah membawa Yujiro yang kacau. Setelah itu, Nenek Kawa tak berkomentar apapun selain kembali ke kamarnya untuk istirahat.


"Aku akan memberi saran padamu, Miho."


"Y-ya?" Miho berusaha tenang saat mengalihkan seluruh perhatian pada Nenek Kawa.


"Jika kalian hendak ke luar, tutuplah matanya dengan kain. Mata biru itu akan menjadi masalah jika banyak orang yang tahu," usulnya.


Miho mengangguk gugup. Ia melirik Yujiro yang hanya makan dengan tenang.


"Namamu Ushioda Yujiro, kan?" tanya Nenek Kawa membuat Yujiro menghentikan gerakan. Ia melihat Nenek Kawa, meletakkan makanan lagi ke mangkuknya.


"Kau harus makan yang banyak," usul Nenek Kawa sambil sedikit tersenyum sebelum kembali makan.


Desas-desus tentang puluhan hewan ternak yang mati itu mulai menjalar ke beberapa desa. Mereka terus berbincang perihal monster yang membuat semuanya harus berwaspada.


"Di mana monster itu?" tanya Jo pada beberapa warga yang sedang bergosip.


"Kudengar monster itu ada di Desa Noda. Dia memakan banyak hewan ternak di sana," jawab salah satunya.


Jo tersenyum simpul. Dia kembali berjalan sambil menjinjing sebuah karung yang berisi sesuatu. Kakinya melangkah menuju ke Desa Noda, tempat di mana monster yang dicarinya dapat ditemukan.