
"Saatnya gue tanya sama Erza"Ucap Andra yang teringat akan ketos yang tampangnya galak namun berhati hello kitty.
******
Keesokan harinya
...
Pagi ini cuaca terasa sedikit dingin, awan awan yang kini bergelantungan dilangitpun berwarna abu-abu, tandanya sebentar lagi hujan akan turun. Namun Andra tidak peduli, pasalnya ia sudah menyiapkan payung lipat didalam ranselnya. dengan langkah yang dipenuhi rasa penasaran itu, Andra membuka pintu ruangan osis, tapi ini aneh?! Andra tidak bisa membukanya?? dan ternyata, ketika Andra melihat kearah pintu ada sebuah gembok yang masih menempel, terkunci.
Andra menepuk jidatnya sendiri kemudian melihat arloji mewah, ternyata masih jam 06.20
"Wah wah wah gua terlalu pagi ini mah, mungkin ini karena efek mendung, dan salahnya gua tadi gak liat jam dulu"-Batin Andra.
*Andra menunggu dikursi yg tak jauh letaknya dari ruangan osis.
Tak terasa sudah 15 menit Andra menunggu Erza, yang sampai kini batang hidungnya belum kelihatan juga.
Tiba-tiba seorang pria gagah datang dengan membawa sebuah kunci. Erza!! Yah itu Erza! Itu dia orang yang gua cari, nongol juga rupanya!
"hoii Za"Sapa Andra.
erza jawab dengan senyuman.
"Tumben bangett lo kesini, Dra?"
"Gininih Za, gua mau tanya sama lo, lo kan osis pasti ngedata nama siswa-siswi sekolah inikan??"
"emang apaasih, Dra??"
"Lo kenal yang namanya Elena gak?"Tanya Andra penasaran.
"sebentar gue inget inget dulu"Ucap Erza, membuat paginya kini berpikir keras.
1 menit kemudian
5 menit kemudian
10 menit kemudian
"lo lama amat sii, ada gak sebenernya?!"Ucap Andra membendung rasa kesalnya.
"Ada, Dra"
"yakin lo??"
"iyah.."Jawab Erza ragu.
"Tapi muka lo itu kek gak meyakinkan gtu siiih"
"hehhe"Tawa paksa Erza.
"So do you really remember?"Ucap Andra
(jadi kamu benar-benar ingat tidak?)
"lo tau gak bentuknya tuh orang kayak apa? Kali aja gue bakal inget"Ucap Erza.
"yang berambut crem, kulitnya putih mulus dan manik mata berwarna coklat terang, ohh ya sama idungnya dia tuh mancung banget, pokoknya kek bulee deh dia" Jelas Andra detail.
"yah gue kenal!"
"seriouly?!"
"ya,Dra"
....
"Gue sempet ketemu sama tuh orang waktu kita masih kelas 10-an,Dra. Tapi dia berangkat cuma beberapa hari aja, abis itu gua gak pernah liat lagi, sempet gua hampir naro hati sama tuh orang, karena dia itu cantik banget diantara semua cewe yang gua kenal selama ini, terus... karena gua udah gak pernah liat lagi tuh orang yah lama kelamaan gue lupa sendiri deh, Tamat"Curhat Erxa tentang masalalu.
"terus dia kemana sekarang?"
"ya mana gua tau Dra"
Kalo Erza melihatnya 2 tahun yang lalu, terus yang gua liat di perpus dan dihalte itu siapa dong-Batin Andra merinding.
"yodah makasih yah sob, gua ngulu"
"udah nanya itu doang Dra?"Tanya Erza
"iyaaaa"Jawab Andra yang udah jalan cukup jauh.
*kaki Andra kini menuju perpus dengan tanpa sadar.
"loh kok gue ke perpus sih??"
"sepiii"Lanjutnya.
...Andra tiba-tiba mendengar suara perempuan sedang menangis, hawanya kini menjadi dingin seperti dikulkas, bulu kuduk Andra sudah meninggi semua. Andra ingin lari tapi tak bisa....
"lo siapa???"Ucap Andra dari jauh.
"huhuhuhu" suara itu semakin keras. Sampai-sampai membuat kaki Andra merinding.
dengan modal nekat Andra mendekati asal suara itu.
"Elena! lo kenapa nangis"Andra kaget saat melihat Elena yang sedang duduk lemah.
"jangan mendekat!"Jerit Elena.
"kenapa?!"
"pokoknya jangan mendekat dan pergilah dari sini sekarang juga!!!"Jerit Elena semakin keras.
Tiba-tiba disekitaran Elena menjadi kristal es yang sangat tajam dan itu menyebar dengan cepat. Elena juga menjadi sangat pucat, Rambut memutih seperti salju dan bibirnya yang tadinya berwarna pink alami kini menjadi sangat pucat.
Dalam hatinya ingin sekali memeluk Elena namun raga menyuruhnya untuk segera pergi.
*Akhirnya Andra memilih pergi.
Kali ini Andra merasa sangat syok, tubuhnya sangat lemas, kaki yang bergetar hebat dan akhirnya jatuh pingsan.
"lo udah sadar sekarang??" Ucap Riko khawatir.
"loh kok gua ada disini, Riii?"
"iyah tadi gua liat lo tergeletak begitu saja diaspal, karena gua orangnya gak tegaan akhirnya gua bawa lo kesini"
Andra teringat tentang kejadian barusan saat diperpustakaan.
"Elena..Rii"
"Siapa Elena, Dra. Disini gak ada yang namanya Elena"
"Ada Rik, dia monster tapi dia sungguh sangat cantik"
"lo tadi malem pasti bergadangkan dan akhirnya kecapekan, dan sekarang lo halu lagii? Whyy ada apa? Coba ceritain sama gua, Dra"Ucap Riko tak percaya.
"Tadi gua udah ceritain ogeb!"Andra meneloyor kepala Riko.
"mungkin yang itu cuma bunga tidur lo doang, gara-gara malem lo gak tidur, Dra.."Ucap Riko sambil meng-upil santayy.
"Entahlah Rik, kepala gua terasa seperti ada beban yang berat banget"
"mau gua telpon bunda lo? Atau mau gua bawa lo kerumah sakit?"
"Gausah dan jangan Rii yang ada lo cari kesempatan buat godain bunda gua lagi, bunda guakan cantik kek bintang film"Canda Andra.
"ehhehehe, tau aja si loo"Tawa Riko menggelegar diseluruh ruangan UKS.
"biar gua telpon pak Boby aja, sekalian nanti dia bawa motor gua"
"wah enaknya jadi orkay, duit mengalir terusss"
"apaan sih Rik biasa aja, yodah tar selepas ini gua bakal traktir lo makan deh"
"yakin??"Ucap Riko meyakinkan Andra. gini-gini makan Riko itu banyak loh.
"iyah"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
*sedang dalam perjalanan menggunakan mobil Ferrari
Andra masih mencerna dengan baik atas kejadian yang ia alami barusan, ia tidak menyangka bahwa satu sekolah, tak ada satupun yang mengenalinya cuma seorang Andra yang bisa melihat dan merasakannya.
"He's like an ice monster, kayak difilm-film saja tapi ini hanya sedikit berbeda"
(dia seperti monster es)
Kini cintanya seperti terhunus pedang, ia kira Elena adalah wanita tercantik yg pernah Andra temui meskipun wajahnya sangat datar dan dingin, tapi Elena sudah terlanjur membuat Andra jatuh cinta.
#sebagai kaum laki-laki ia sangat malu jika harus menangis didepan para pembaca! Ia urungkan niatnya untuk bersedih hati.
sempat terpikir oleh Andra apakah ia orang yang sudah mati? Atau bagaimana?? Akal sehat Andra saat ini sedang sangat terguncang.
KACAU!
Andra sangat bingung kepada Elena...siapakah dia sebenarnya? Kenapa Elena melakukan hal seperti itu? Tapi jika menurut logika itu sangat tidak masuk akal, mana ada manusia yang mengeluarkan sihir seperti itu bukan???!
...mulutnya tertutup rapat namun tidak dengan pikirannya saat ini, ia sedang berperang....
"Tuan?"
*Andra tak menjawab perkataan pak Boby.
"Tuan*.."
"eh iya..."Andra spontan melihaat kearah pak Boby.
"sudah sampai Tuan.."
Andra melihat sekekeling benar saja, saat ini Andra sudah berada didalam teras yang membentang luas.
"baik pak, terimakasih"
*Pak Boby hanya tersenyum.
Andra masuk kekamarnya tanpa melihat arah kanan atau kiri, kepalanya sudah terasa pening sejak tadi. Ia rebahkan tubuhnya sejenak namun malah berjam-jam yang Andra dapatkan, karena saking pulasnya tertidur.
Ditengah malam...
"Elenaaaa! Jangan! lo jangan pergi kesana! Elena tungguin gue, gue gak mau disini sendirian, Elena! ELENA!! TIDAK!!!" Andra mengigau sangat keras sekali, sampai-sampai ayah dan bundanya datang menemui putra bontotnya.
"sayang! Andra bangun nak, bangun!"
"Andra! ANDRA MARDEO BANGUN!"teriak sang bunda ditelinga Andra. Namun cara jitunya itu berhasil, Andra kini sudah terbangun dengan keringat dingin yang bercucuran.
"ELEN!...Eh?"Andra kaget bahwa itu hanya mimpi.
"Bunda!!"Andra saat ini memeluk bundanya hangat, tiba-tiba Andra manja seperti anak kecil, dadanya sedari tadi sedang lari maraton. Dan kini Andra menangis.
"Andra mimpi apa?"
"Andra mimpi buruk bunda, Andra takut"Manja Andra pada sang bunda.
"Andra lupa baca doa yah"Gisel memeluk anaknya dengan penuh kasih sayang.
"hehehhe"Andra tertawa paksa, memang ia dia belum baca doa.
"makanya sebelum tidur baca doa dulu, jadi laki harus jantle, kok kamu kayak anak kecil giniìii nanti ayah sekolahin kamu TK lagi mauuu?"Tegas sang Ayah namun ia sendiri sangat terharu melihat kelakuan anaknya dengan istrinya.
"ngga ayah, Andra cuma kebawa-kebawa dengan mimpi tadi, maaf"Ucap Andra menunduk.
Tanpa menjawabnya,Ayah Andra pergi begitu saja.
"yaudah tidur dulu yah sayang, mimpi indah"Ucap bunda lalu mengekor dibelakang ayah.
"iyahh bunda"
"Elena..."