Trapped By The Devil

Trapped By The Devil
91



" Sebaiknya Nyonya Lana istirahat di kamar saja , Tuan Sean sudah mengatakan agar kami tidak membiarkan Nyonya terlalu capek. Kami saja yang menyiapkan sarapan Tuan " kepala maid mencegah Lana yang pagi pagi sekali sudah berada di dapur , gerakan Lana yang tidak selincah biasanya membuat wanita parubaya itu sangat khawatir . Tentu saja sangat khawatir karena Sean akan murka jika sesuatu yang buruk terjadi pada istrinya .


Lana terlihat tidak menggunakan kursi rodanya dan itu sedikit membuat khawatir kepala maid mengingat jika Lana pernah nyaris keguguran . Semua orang di mansion ini tahu jika Lana yang sudah menjadi satu satunya nyonya di rumah ini sedang mengandung pewaris Alexander .


" lts ok ... Aku baik baik saja , lagipula aku harus sering melatih bahuku agar lebih sering bergerak . Sudah lama sekali rasanya aku tidak memasak , aku juga ingin membuat sarapan untuk Darrell . Tolong ambilkan pemanggang di atas , aku ingin buatkan daging panggang keju dan salad sayur "


Seorang maid dengan sigap mengambil semua yang diperlukan , baik alat atau bahan bahan yang disebutkan oleh Lana sebagai bahan untuk masakannya . Ada rasa bersalah di hati mereka karena dulu pernah menyepelekan wanita yang ternyata sekarang menjadi istri kesayangan tuan mereka .


Mereka kagum pada Lana karena tampaknya sikap wanita itu tidak menunjukkan. arogansinya sebagai seorang nyonya , wanita muda itu sangat ramah dan bahkan tidak dendam pada mereka .


Pagi ini Lana memang sengaja keluar dari kamar tidak dengan menggunakan kursi rodanya , ia hanya ingin melemaskan otot kakinya yang lama sekali ' dimanjakan ' . Dia tidak ingin lagi menjadi pesakitan yang hanya tiduran di ranjang tanpa melakukan apapun . Memasak mungkin adalah langkah awal dia bisa kembali hidup dengan normal .


Pagi tadi saat bangun tidur ia sempat mengira jika Sean tidur di kamarnya karena aroma khas pria itu seperti memenuhi ranjangnya . Tapi nyatanya ia hanya sendirian di kamar itu , kamar yang menyimpan banyak cerita untuknya . Pria itu benar benar membuat jarak antara mereka , tak sekalipun pria itu berinisiatif untuk memulai percakapan dengannya walau itu hanya sekedar menanyakan kabarnya .


Lana merasa kesal ! Dia ingin melihat pria menjadi pria keras kepala seperti sebelum sebelumnya . Yang selalu saja mengganggu hidupnya hingga rasanya ia ingin mencakar cakar wajah tampan itu . Tunggu ... tampan ? Lana merutuki dirinya sendiri , tentu saja tidak ada iblis yang berwajah tampan karena apapun yang dilihatnya pada pria itu hanyalah sebuah topeng belaka untuk menutupi kebusukan hati .


Setelah selesai memasak Lana meminta sebuah piring dan kotak bekal pada seorang maid . Selain menata masakannya di koyak bekal yang akan di bawanya untuk Darrell wanita itu juga menata sedemikian rupa masakannya di atas piring makan .


" Bawa ini ke meja makan , bukannya sebentar lagi tuan kalian akan turun untuk sarapan !? "


" Baik Nyonya ... "


" Tunggu ... jangan katakan jika aku yang sudah memasak untuknya !! " seru Lana pada kepala pelayan yang sedang membawa hasil masakannya ke meja makan .


" Tentu saja Nyonya "


Setelah meletakkan kotak bekal yang akan di bawanya ke rumah sakit Lana berjalan kembali ke kamar untuk membersihkan dirinya .


Sementara itu Sean yang turun dari arah tangga , dahinya mengernyit ketika tidak secangkir kopi yang terhidang di meja seperti biasanya . Tapi ia melihat sepiring daging panggang dengan salad sayur di pinggirnya . Sepertinya para pelayannya lupa ingatan karena apa yang ada di piring itu adalah makanan kesukaan putranya .


Kepala pelayan menyambutnya dengan wajah tertunduk , sepertinya wanita itu sudah bisa membaca pikiran majikannya .


" Kau pikir kau siapa hahh ... kau tahu benar kebiasaanku ! Sudah habiskah stok kopi di rumah ini !? " seru Sean sambil melihat isi piring di depannya , dia tak lagi berselera makan sejak harus menjaga jarak dengan istrinya karena apapun yang masuk ke dalam mulutnya terasa hambar .


Sean melihat raut bingung wanita yang ada di depannya , kemudian sekali lagi melihat ke arah piring yang tersaji di depannya . Matanya sedikit mengernyit tapi sebuah lengkungan terlihat di ujung bibirnya .


" Apa dia juga membuat jus berry !? "


Seorang pelayan tergopoh melangkah menuju ke arahnya dengan membawa segelas jus yang tadi dia sebutkan .


" Maafkan kami Tuan tapi tadi Nyonya berpesan untuk membawa jus ini hanya saat Tuan menginginkan saja . Nyonya tahu kebiasaan Tuan minum kopi saat pagi hari . Ehh ... " sang pelayan menutup mulutnya karena sudah melanggar janjinya pada Lana , tadi dia sudah berjanji jika tidak akan mengatakan jika semua makanan yang ada di meja adalah buatan nyonya di rumah ini .


Setelah puas memandang semua yang tersaji di meja , perlahan pria itu menggerakkan pisau dan garpunya .... menikmati setiap iris daging yang merupakan wujud perhatian dari istri tercintanya . Sungguh , pagi ini adalah pagi terindah untuknya .


Setelah menghabiskan semua sarapannya dengan hati yang berbunga Sean segera berangkat ke kantor . Tanpa ia sadari jika sebuah senyum terukir di bibir istrinya , Lana senang ketika melihat iblis itu mampu menghabiskan semua makanan yang ia siapkan .


Wanita itu juga segera berangkat ke rumah sakit dengan seorang supir agar Darrell bisa menikmati makanan buatannya untuk sarapan . Tiba di rumah sakit perawat pribadinya mendorong kursi rodanya menuju kamar Darrell .


Dan anak itu langsung tersenyum bahagia melihat ibu sambungnya datang dengan membawa kotak makanan ditangannya .


" Apa kau membuat ini semua untukku ? Baunya wangi sekali !! " kata Darrell sangat bersemangat melihat kotak bekal yang sedang disiapkan perawat untuknya . Sang perawat sengaja memotong motong dahulu daging panggangnya agar Darrell lebih mudah memakannya .


Dahi Lana mengerut ketika melihat Darrell mengeluarkan lagi seiris daging yang sempat ia makan . Wajah anak itu terlihat seperti menahan sesuatu .


" Ada apa ?? " kata Lana langsung mendekat ke sisi ranjang Darrell .


" Sebenarnya daging panggang itu sangat enak , tapi sepertinya kau terlalu banyak memberi garam . Atau lidahku yang mungkin salah , kau ingin mencobanya !? "


Lana mengambil garpu yang disodorkan Darrell dan menusuk satu irisan daging . Dan sama seperti yang sudah dilakukan anak sambungnya , wanita itu juga memuntahkan daging panggang buatannya . Rasanya memang sangat asin !


Tapi tunggu , bukannya tadi pagi Sean menghabiskan semua makanan yang ia buat dengan lahapnya ? Jangan jangan ....


" Panggil penjaga ! Minta mereka untuk membawa dokter ke gedung Alexander sekarang juga !! "