Trapped By The Devil

Trapped By The Devil
59



Damian menghela nafasnya ketika melihat istri kedua atasannya keluar dari kamar rawat lagi . Pria itu berpikir apalagi yang akan dilakukan wanita itu pada malam malam begini .


Lana terlihat sangat tergesa hingga tak mempedulikan Damian yang sudah berdiri dan berjalan ke arahnya . Dua orang penjaga bertindak sigap dengan langsung menghadang langkah wanita itu .


" Maaf Nyonya , apa anda ingin pergi ke suatu tempat ?? Kami akan mengantar anda , terlalu berbahaya jika .... "


" Ckk , aku bukan tahanan yang harus melapor kemanapun aku ingin pergi kan ?? Bisakah aku bergerak tanpa harus dibayangi oleh kalian ? Kalian membuat duniaku terasa sesak !! " seru Lana terlihat histeris , untung saja pintu kamar rawat Darrell tertutup rapat hingga suara itu tidak terdengar jelas dari dalam .


" Tapi sudah menjadi protokolnya Nyonya , keselamatan anda dan Tuan Muda adalah tanggung jawab kami " jawab Damian menimpali masih dengan suara datar . Dia tahu Lana sedang sangat panik , mungkin saja pengaruh dari hormon kehamilan . Tadi ia iseng membaca tentang seputar ibu hamil diponselnya .


" Aku ingin mencari burger ! Hanya itu ... Jangan katakan kalian akan mengikuti aku lagi ke arah kantin ! ltu tidak lucu , aku bukan balita yang harus di awasi dua puluh empat jam !! "


Damian menggelengkan pelan dengan mata mengarah pada dua pengawal yang menghadang langkah Lana seakan meminta keduanya untuk menyingkir . Menurut yang ia baca wanita hamil akan sangat moody , kadang sangat bahagia tapi bisa saja tiba tiba saja menangis histeris . Jadi yang perlu dilakukan orang sekitar hanyalah membuat perasaan sang ibu hamil menjadi lebih baik yaitu dengan menuruti keinginannya .


" Silahkan Nyonya ... Anda bisa pergi ke kantin tanpa kami mengganggu anda "


Tanpa aba aba lagi Lana langsung berjalan ke arah kantin tanpa ia ketahui jika Damian tetap mengawasinya dari kejauhan . Dia tetap tak mau ambil resiko dengan keselamatan istri kedua atasannya itu .


Dan matanya menyipit ketika Lana hanya melewati kantin dan malah berjalan cepat ke arah parkiran , tapi ia tetap tidak berusaha mencegahnya karena ingin tahu apa yang sebenarnya di inginkan oleh Lana . Lagipula supir yang biasa mengantar Lana adalah salah satu penjaga terbaiknya . Dia yakin supir itu bisa membaca situasi .


Sedang Lana bernafas lega karena akhirnya bisa pergi ke area parkir . Disana ia segera menuju mobil yang biasa mengantarkannya kemana pun dia pergi .


" Bisakah kau mengantarku ke resort XX !? Aku ada urusan sebentar disana .... "


" Apa anda sudah ijin pada Tuan Sean ataupun Tuan Damian terlebih dulu ? Karena saya belum menerima konfirmasi apapun tentang hal ini " sahut sang supir yang tidak mau melanggar aturan , apapun yang ia lakukan adalah harus atas instruksi dari Sean ataupun Damian .


" Sean Jayde Alexander suamiku sedang menungguku disana ... Dia merindukan aku ! Apa aku juga harus lapor padamu apa yang nanti akan aku lakukan disana . Jika tidak percaya maka aku bisa menelponnya dan kau bicara pada suamiku !! " Lana terpaksa berbohong karena hanya itu jalan satu satunya . Dia harus datang secepatnya karena jika tidak maka masa depan sahabatnya yang akan menjadi taruhannya .


Beberapa saat tadi dia menerima gambar gambar dari nomor ponsel Catherine. Dan yang mengejutkan adalah gambar yang dikirimkan adalah gambar gambar Cath yang sudah tanpa busana di atas ranjang dengan pesan dibawahnya ...


Saat ini hanya aku sendiri yang menikmati sahabatmu , datang secepatnya ke alamat yang aku kirimkan untuk menjemputnya karena jika tidak maka aku bisa panggil tujuh temanku di luar untuk ikut mencicipi sahabatmu yang luar biasa ini ....


Ada seseorang yang sedang memanfaatkan sahabatnya , dan jika ia terlambat kesana mungkin Catherine akan jadi bulan bulanan pria pria kurang ajar itu . Dan ia tidak akan pernah membiarkannya ...


Minta tolong pada Sean atau Damian pun akan sia sia karena dua pria itu tidak akan pernah mau mencampuri urusan yang dirasa bukan urusan mereka . Jika pun ada hal buruk yang terjadi padanya maka mungkin ini jalan terbaik agar ia bebas dari semuanya . Lana tak peduli , yang ada di otaknya kini hanyalah keselamatan sahabatnya .


Dan sang supir yang mendengar nama Sean disebut langsung membuka pintu dan melakukan mobilnya tanpa bertanya apapun lagi . Sedang Damian sedang mengeluarkan semua sumpah serapahnya karena sang supir tanpa ijinnya malah langsung pergi dari rumah sakit . Padahal supir itu sangat tahu bagaimana aturannya ... jika apapun harus dilakukan dengan sepengetahuannya .


Dengan segera ia menyusul mobil Lana setelah sebelumnya menelpon para penjaga yang ada di kamar rawat Tuan Mudanya untuk tetap berjaga dengan waspada . Baru beberapa menit menempuh perjalanan pria itu di kejutkan dengan adanya tiga mobil yang sepertinya mengikuti mobil nyonya mudanya . Terlalu beresiko jika dia membuat manuver dengan menyalip atau menembak mobil mobil itu karena sekarang mereka masih berada di jalanan umum . Satu satunya jalan adalah menunggu dan terus mengawasi .


" Aku ladeni jika kalian memang sedang ingin bermain .... " gumam Damian dengan senyum yang terlihat menakutkan .