
Jacob terus saja memandangi layar ponsel Cath yang dibawanya , tadi ia gunakan benda itu untuk menekan Lana agar mau datang ke tempat ini sekarang juga . Pria itu yakin Catherine akan bangun esok hari karena ia sudah memberi obat tidur pada minuman dingin yang sempat di minumnya . Wanita itu tak akan menyadari dengan apa yang akan dia lakukan .
Sudah sekitar satu jam ia menunggu tapi gadis impiannya itu tak juga mengabari jika sedang menuju ke resort ini . Tapi dia tak putus harapan dengan mengira mungkin Lana menyetir sendiri hingga tidak bisa melesat cepat seperti yang ia bayangkan .
BRAKKKK ....
Jacob terkejut ketika mendengar suara pintu kamar yang didobrak dengan keras . Tiba tiba enam pria dengan mengenakan setelan formal warna hitam masuk ke unit resortnya dengan masing masing terlihat membawa senjata api .
" Siapa kalian ???!! " seru Jacob mengencangkan tali jubah tidurnya karena sampai saat ini ia belum memakai bajunya . Pria itu berpikir akan lebih cepat menyelesaikan keinginannya untuk bisa cepat menyentuh wanita idamannya jika dalam keadaan seperti itu . Dia berdiri dan merangsek maju untuk menyerang salah satu pria yang mendekat padanya .
" lkut kami Tuan ... anda sudah mengganggu ketenangan Nyonya kami !! "
" Aku tidak mengerti mak .... arrggghhh !! " sebelum bisa menyentuh mereka ternyata dua pria dengan gerakan cepat mampu merobohkannya . Satu senjata api sudah di arahkan tepat di keningnya .
" Kami tidak akan menyakiti anda jika anda bisa bekerjasama Tuan ! lkut kami tanpa membuat keributan .... " ucap salah seorang pria yang tampak menjadi pemimpin enam orang temannya .
Walau sebenarnya belum mengerti dengan apa yang terjadi tapi Jacob menuruti kata kata pria pria itu . Dia tak bisa berkutik karena ponselnya ia tinggal di dalam kamar . Dan sialnya semua teman komunitasnya pasti sedang sangat sibuk dengan pasangan mereka masing masing di dalam unit resort mereka . Tak akan ada yang bisa menolongnya !
Salah satu pria yang menjadi pemimpin kemudian tampak mengangkat panggilan ponselnya ,
" Halo Tuan Damian , sesuai permintaan anda kami akan membawanya ke markas "
" Kami sudah mengaturnya "
Entah apa yang sudah mereka rencanakan tapi mereka membawa serta motor yang siang tadi di bawa Jacob . Dan salah satu dari mereka pun juga mengambil ponsel milik pria hidung belang itu dan mengetikkan sesuatu .
Jacob hanya bisa mengaduh ketika pria pria itu mendorongnya dengan kasar agar masuk ke dalam mobil mereka .
*
Damian bisa bernafas lega ketika melihat Lana sudah berada di tangan yang tepat , walau sebenarnya masih ada ketakutan tentang keselamatan calon pewaris yang berada di rahim Nyonya Mudanya . Dia yakin pukulan guci itu pasti akan sangat melukai Lana . Fisik dan batin istri kedua dari atasannya itu sedang hancur berkeping keping .
Disekanya darah yang masih menetes dari sudut bibirnya , baru kali ini dia membiarkan tubuhnya dijadikan samsak hidup hanya karena ingin membela seorang wanita . Damian bertekad malam ini juga dia harus menyelidiki penyebab murka Sean Jayde kemudian mengembalikan kehormatan dirinya dan Lana .
Jika di ingat ingat tak ada sesuatu pun yang bisa menjadikannya seperti kekasih gelap Lana kecuali kejadian tadi ketika ia terpaksa membopong tubuh lemas wanita itu . Mereka tak pernah saling berkirim pesan ataupun janji temu berdua , tapi Sean membuat dirinya dan Lana seolah adalah sepasang kekasih yang mempunyai hubungan yang sangat dekat . Tapi kemudian ia meraih ponselnya , sepertinya ia mengingat sesuatu ...
" Kirim rekaman semua cctv yang berada di daerah sekitaran kamar rawat Tuan Muda ! Dan perketat penjagaan karena mungkin aku tidak bisa ke sana dalam beberapa waktu ! " seru Damian sengaja tidak mengatakan jika kemungkinan besar ia tak bakalan kembali menjadi leader dari semua penjaga lagi .
Damian yakin ada orang yang memang ingin mengadu domba dengan memanfaatkan interaksinya dengan Lana . Dan firasatnya mengatakan ika ada satu orang yang benar benar bisa menjadi tersangka utama untuk semua kejadian ini .
" Aku juga ingin laporan kegiatan Nyonya Tiffany dari awal tuan muda masuk ke dalam rumah sakit .... "