
" Kita pulang , aku ingin bicara denganmu ... " kata Sean akhirnya bangkit setelah menepuk pelan tangan putranya . Dan Darrell mengangguk tanda jika ia mengerti jika kedua orang tuanya mungkin butuh waktu untuk bicara .
Tiffany merasa di atas awan ketika sang suami mengajaknya pulang . Dia berpikir mungkin pria itu menginginkan pelayanannya di ranjang . Bagaimanapun juga tak ada seorang pun pria yang bisa menolak pesonanya . Dulu Sean pun pernah tunduk di kakinya .
" Mommy pulang dulu sayang .... " Tiffany mencium kening Darrell kemudian menatap tajam pengasuh yang sangat dibencinya . Wanita itu benar benar ingin menunjukkan siapa pemilik seorang Sean Jayde sesungguhnya . Mungkin Darrell sudah menganggapnya sebagai ibu tapi tetap saja dialah istri dari pemilik Alexander Corp itu .
" Dan Kau .... jaga dia !! Aku dan suamiku akan pulang terlebih dulu untuk menghabiskan waktu , lama kami tidak bertemu " tegas Tiffany untuk menunjukkan bahwa dirinya masih berkuasa penuh atas suaminya .
" Saya rasa itu urusan kalian ... " sahut Lana tanpa melihat ke arah pada wanita yang sudah melangkah keluar dari ruangan itu . Baginya memang lebih baik jika dia menjaga Darrell sendirian di dalam kamar ini .
Sementara itu Tiffany harus menggerutu di dalam hatinya karena langkah lebar suaminya yang tak bisa ia imbangi . Angan angannya untuk berjalan beriringan dengan tangan bergelayut manja sepertinya tidak akan terjadi . Sampai di dalam mobil pun tak ada satu patah kata pun terucap dari bibir suaminya .
Tapi dia tidak akan menyerah semudah itu , dia tahu benar kelemahan seorang pria . Dan itu akan ia manfaatkan sebaik baiknya malam ini , beruntung ia membawa beberapa koleksi lingerie dalam koper yang tadi sudah ia letakkan di mansion .
Sampai di mansion Tiffany masih mengikuti langkah suaminya yang naik ke lantai atas di mana kamar utama berada . Tapi matanya memicing ketika mereka melewati kamar dan melangkah menuju ruang kerja Sean .
" Duduk .... " kata Sean meminta istri pertamanya duduk di sofa yang ada di tengah ruangan , sedang pria itu dengan angkuhnya berdiri memunggungi dengan dua tangan di atas pinggangnya . Terlihat ia beberapa kali meraup wajahnya dengan menghembuskan nafasnya dalam dalam .
" Ada apa Honey ? Jika lelah kenapa kita tidak bicara di kamar saja ?! " kata Tiffany penuh kelembutan , dia membuka kardigan yang dikenakan hingga menyisakan tank top tanpa kain penyangga di dalamnya . Berharap Sean melihat kemudian hanyut didalamnya .
" Berapa yang kau butuhkan !? "
" Maksudmu ?! "
" Kau tahu benar apa maksudku ! Selama ini aku menjaga tali yang mengikat kita hanya demi Darrell dan kehormatan keluarga ini . Tapi itu tidak membuatmu menyudahinya ! Kau semakin gila !! Kau terlalu mengejar semua ambisimu dengan melupakan bahwa ada anak yang sangat membutuhkan kasih sayangmu ... Kau bahkan tidak pernah menganggap Darrell ada di dunia ini . Dan kau bercinta dengan pria lain ketika kau masih menyandang namaku "
Tiffany terhenyak , sejenak dia tak mampu berkata kata karena kaget dengan semua yang dikatakan suaminya . Setelah bertahun tahun dia tenang dengan ambisi dan perselingkuhannya baru hari ini Sean membahasnya .
Super model itu kemudian teringat dengan sang pengasuh cantik yang ia yakin adalah penyebab semuanya . Mungkin saja wanita sialan itu yang meminta Sean menyelidiki hidupnya . Pengasuh itu menggunakan kecantikannya untuk memisahkannya dari Sean .
BRRRAAKKKKK .....
Tiffany terlonjak kaget ketika tiba tiba Sean menggebrak meja kerja didepannya dengan sangat keras . Pria yang masih memunggunginya itu terlihat sedang mengatur nafasnya , wanita itu tahu jika Sean sedang meredam amarahnya .
" Jangan membuatku harus menyebut satu persatu kesalahanmu , jangan membuatku kehilangan kesabaran dengan menjadikan kau dan pria itu bersatu di alam baka "
" Honey .... Apa ini gara gara pengasuh itu ??! Apa dia yang membuatmu seperti ini ??! Ayolah .... dia mendekati Darrell hanya untuk mendapatkanmu ! Aku bersumpah akan membunuh wanita licik itu , akan aku buktikan jika dia tak sebaik yang kau lihat ... Akkhhh !! "
Tiff meringis kesakitan ketika satu tangan Sean tiba tiba mencengkeram erat lehernya dengan tatapan menghunus padanya .
" Dia milikku ... Kau sentuh dia walau seujung kukunya maka aku sendiri yang akan menyelesaikan hidupmu !!! " geram Sean yang tidak suka apa yang sudah menjadi miliknya harus di usik oleh orang lain . Hanya dia yang berhak melakukan apapun pada Lana !
" Lepaassshhh ... Seanhh pleaseee !! "
Sekali lagi Tiff harus meringis kesakitan ketika tubuhnya dihempaskan di sofa panjang yang ada di depannya . Sepertinya kali ini suaminya benar benar sedang marah padanya .
" Pergi .... besok pengacara akan membawa berkas perpisahan dan selembar cek . Tanda tangani dan isi nominal cek itu semaumu , tapi setelah itu pergi dari hidup kami ! "
" Tidak bisa karena Darrell ... !! "
" Darrell putraku , dia akan tetap bersamaku ! Aku rasa kalian cukup pintar untuk membuatkannya tetap bersamaku .... "
" Oh God , apa yang kau tahu !? " lirih Tiffany dengan badan yang sepenuhnya luruh di lantai . Dunianya terasa hancur sekarang ! Apalagi ketika melihat suaminya melangkah pergi tanpa melihat ke arahnya lagi . Dia tahu walau tidak menjawabnya tapi pria itu pasti sudah tahu semuanya ...
Dan semua ini pasti gara gara pengasuh sok berkuasa itu ,
" Tunggu saja pembalasan dariku pengasuh sialan .... "