
Bandung, Seminggu yang Lalu…
Mobil Nikolas mulai memasuki lobby hotel. Matanya mencari Sienna.
Dan berdirilah disana, tak jauh dari mobilnya, sosok jangkung yang sedang mengenakan baju crop top hitam dan celana jeans super pendek.
Sienna adalah orang yang sangat tahu fitur terbaik dari tubuhnya. Dia suka memamerkannya dengan memakai pakaian-pakain yang menonjolkan kaki jenjang dan pinggangnya yang kecil.
Nikolas sendiri langsung tersenyum begitu melihat penampilan Sienna. Tidak di kantor, tidak di saat-saat kasual seperti ini, Sienna selalu berpakaian sangat menarik.
Sienna pun langsung masuk ke dalam mobil Nikolas.
“Kamu pakai baju begitu di Bandung? Gak bakal kedinginan?” tanya Nikolas.
Sienna menggedikkan bahu, tanda tidak peduli. Cuaca Bandung tidak akan pernah membuatnya menyerah pada style yang dia yakini. Lagipula, untuk apa ada Nikolas disini? Kalau tidak untuk memeluknya dan menghangatkan ya dari cuaca dingin.
“Kan buat kamu.” Sienna mengerling.
Nikolas tertawa.
Mobil pun melaju, memasuki jalan raya Bandung.
“Kita mau kemana?” tanya Nikolas, sambil meletakkan tangannya di paha Sienna.
“Hey! Mister Tedjakusuma…” Sienna tertawa.
“Apa?” Nikolas pura-pura tidak mengerti.
“Fokus ke jalan aja!” kata Sienna, dengan suara manja. Suara itu justru berbanding terbalik dengan isi kalimatnya.
Nikolas mengabaikan kalimat Sienna, tangannya malah semakin bersemangat menjelajah kesana kemari.
Sienna tertawa geli, tidak menolak sama sekali perlakuan Nikolas.
Segalanya itu membuat perhatian Nikolas tidak lagi tertuju pada jalanan. Dia tidak terlalu memperhatikan ketika rambu lalu lintas yang tadinya hijau sudah berubah menjadi kuning kemudian merah, namun Nikolas tetap melaju.
Sebuah sepeda motor tiba-tiba melintas di depan mobil mereka.
Nikolas kaget. Kemudian, secara tiba-tiba, membanting setir ke arah ruas jalan. Mobilnya melesak kemudian menabrak sebuah tembok. Kepala Nikolas sempat terbentur ke kemudi mobil sebelum air bag mengembang. Dan dalam sekejap, Nikolas dan Sienna tidak sadarkan diri lagi.
***
Jakarta, Seminggu yang Lalu…
Sebenarnya Davina jarang sekali menjawab telepon dari nomor asing. Namun, dia sedang kalut. Sejak tahu bahwa Nikolas tiba-tiba masuk ke rumah sakit tanpa tahu penyebabnya, dia langsung kehilangan akal sehatnya.
Sudah pasti dia merasa bersalah. Semalaman dia tidak bisa berhenti memikirkan Raka, dan kini dia merasa mendapat hukumannya. Calon suaminya masuk rumah sakit! Bahkan dia tidak tahu kondisi terkini Nikolas!
Dan ketika dia dengan buru-buru membereskan seluruh pakaian di kamarnya, sebuah telepon masuk ke ponselnya. Tidak mau berpikir panjang, dia langsung menjawab teleponnya.
“Dengan Ibu Davina?” Sebuah suara asing terdengar dari ujung sana.
“Ya, saya sendiri,” jawab Davina.
“Saya perawat yang sedang menangani Bapak Nikolas dan Ibu Sienna…”
Hati Davina mencelos. Sienna?
“Kondisi Ibu Sienna lumayan parah, saya tidak bisa menemukan emergency contact di ponselnya–“
Tubuh Davina bergetar. Dia tidak bisa mendengar apapun lagi, mulutnya malah berkata, “Kenapa Sienna bersama calon suami saya, Sus?”
Suster tersebut langsung terpaku. Di tengah kondisi gawat darurat seperti ini, Suster tersebut sadar bahwa dia menghubungi orang yang salah.
“Bu Davina…” Suster tersebut serba salah.
Tapi Davina berusaha mengembalikan kesadarannya. Saat ini yang terpenting adalah keselamatan dua orang tersebut.
“Maaf, Sus, tadi Sienna kenapa?” Davina berusaha terdengar setenang mungkin, padahal rasanya dia seperti hampir gila.
“Sebentar saya coba cari tahu ya, Sus. Tapi kondisi Nikolas bagaimana?”
“Kita masih memindai cedera di kepala Pak Nikolas. Nanti saya akan kabarkan jika butuh tindakan media lainnya. Untuk sementara, boleh bantu untuk mendapatkan emergency contact dari Ibu Sienna, Bu?”
“Baik. Saya cari tahu dulu.” Davina pun memutuskan hubungan telepon tersebut.
Davina tahu nomor telepon Perusahaan Nikolas. Bagian personalia tentu tahu kontak darurat dari masing-masing pegawainya. Davina akan berusaha mendapatkan kontak darurat tersebut.
Meskipun kepalanya tidak bisa berhenti berpikir…
Kenapa bisa-bisanya Nikolas pergi berduaan dengan Sienna ke Bandung?
***
Bandung, Seminggu yang Lalu, Beberapa Jam Kemudian…
Davina jelas tahu ini hukuman dari semesta untuknya. Harusnya dia mengkhususkan hatinya untuk calon suaminya. Namun, selama beberapa hari terakhir, dia sibuk memikirkan Raka. Dia tergoda.
Dan inilah hukumannya.
Calon suaminya ditemukan bersama wanita lain.
Davina tidak bisa berhenti berpikir, sejak kapan hal ini terjadi. Apakah benar Nikolas berselingkuh? Apakah ada tanda-tanda yang menunjukkan semua ini?
Lalu, tiba-tiba dia teringat satu kejadian ketika dia datang ke kantor Nikolas dan Sienna menyapanya dengan ramah. Nikolas yang terlihat terlalu terang-terangan memeluknya di depan Sienna. Dandanan mencolok Sienna saat itu, yang tidak terlalu pantas dikenakan untuk pergi ke kantor. Katanya dia ingin pergi berkencan. Dengan Nikolas kah? Atau dengan siapa?
Davina tidak bisa menahan airmatanya.
“Devni, everything will be okay,” kata Raka, kala itu, yang mengantarkan Davina ke Bandung.
Tapi airmata Davina malah semakin menggenang.
Hatinya dan Rakalah yang menjadi penyebab semua hukuman ini jatuh padanya! Dia tidak bisa menyalahkan Nikolas jika berpaling darinya. Sebab dia yang sudah terlebih dahulu mengkhianati Nikolas, dengan setiap perasaan yang selalu menggelitik hatinya ketika dia bersama Raka.
Dia tidak berhak menghukum Nikolas! Dia tidak cukup baik dan tidak cukup sempurna untuk bisa menghakimi calon suaminya itu!
Dan ketika Davina tiba di rumah sakit…
Ketika dia melihat wajah dan tubuh Nikolas yang penuh lebam dan tidak berdaya, hati Davina meluruh. Dia sanggup menahankan segalanya. Dia rela memaafkan apapun. Sebab dia yang memulai semua ini. Sebab dialah sumber masalahnya.
Dia dan hatinya yang mulai bernostalgia dengan Raka!
Dia memutuskan untuk membuka pintu maaf selebar mungkin. Dia merengkuh Nikolas ke dalam pelukannya
Padahal, sesungguhnya, yang Davina harus tahu, ini bukan salahnya sama sekali. Nikolas sudah lebih dahulu mengkhiantinya. Bahkan di malam yang seharusnya menjadi malam pernikahan mereka! Jauh sebelum hatinya mulai digoyahkan oleh Raka.
Dan Davina tidak pernah mengkhianati Nikolas. Dia menolak Raka mati-matian. Dengan seluruh kemampuannya sendiri.
Berbeda dengan Nikolas, yang langsung menyerah pada kerentanan perasaannya, yang langsung menjatuhkan diri sepenuhnya pada sebuah hubungan dengan wanita lain.
Kepada kaum yang pernah mendapati pasangannya berkhianat di balik punggung sendiri…
Percayalah! Jika dia mencintaimu dengan sungguh-sungguh, tidak ada alasan apapun yang dapat membuatnya jatuh ke pelukan orang lain. Tidak dirimu, tidak tubuhmu, tidak sifatmu.
Semua kesalahan itu ada pada mereka.
Mereka yang tergoda, mereka yang jatuh!
Ini bukan kesalahan Davina.
***
Jangan lupa dukungannya untuk Raka ya 🥰
IG : @ingrid.nadya