Trapped By The Devil

Trapped By The Devil
68



" Daddy ... mana Lana ? Dia sudah berjanji akan ada disini saat aku operasi pagi ini , dia sudah berjanji padaku Dad !! " rengek Darrell yang dari bangun tidur tidak mendapati pengasuhnya di kamarnya .


Dan Tiffany harus menahan rasa kesalnya karena walau dari pagi sudah berada di kamar rawat tapi tak sekalipun Darrell menganggapnya . Wanita itu harus terus terusan mendengar putra kandungnya mencari wanita lain yang hanya menjadi pengasuhnya .


Tapi dia senang karena tak sia sia Hans membayar mahal orang orang untuk menyingkirkan wanita itu , nyatanya sampai saat ini Lana tidak terlihat batang hidungnya . Sama halnya dengan Damian , mungkin mereka sudah dikubur bersama sama di suatu tempat .


" Mungkin Lana sedang ada keperluan di kampus , jika dia disini pasti dia tak ingin melihatmu seperti ini . Daddy janji dia akan berada disini ketika kau selesai nanti .... " Sean terpaksa berbohong agar putranya tetap mempunyai keinginan kuat untuk sembuh .


Pria itu menghembuskan nafasnys kasar ketika melihat Darrell sudah di bawa tim dokter dan perawat menuju ruang operasi . Dia benar benar berharap Darrell akan sembuh dan tumbuh seperti anak lainnya .


Rasa sakit di hatinya masih sangat menyiksanya ketika ingat bagaimana ia mampu menghantam tubuh Lana dengan sebuah guci besar . Dia yakin wanita itu tidak sedang baik baik saja sekarang . Dia sudah mengerahkan semua orangnya untuk mencari informasi tentang Lana , tapi hasilnya nihil . Sean merasa mencari bukan karena perhatian tapi hanya untuk mengetahui keadaan Lana .


Seharusnya dia senang jika wanita itu terluka , atau mungkin saja wanita itu meregang nyawa . Bukannya guci yang ia hantamkan adalah sebuah guci yang kokoh yang mampu menghancurkan tubuh penuh kelembutan itu ? Tapi tidak , hati kecilnya tetap ingin Lana baik baik saja . Sean tidak tahu apa dunianya akan sama jika wanita itu tidak lagi ada disisinya .


" Sayang apa tidak sebaiknya kita minum kopi dulu ?? Di depan ada kafe yang menyajikan kopi Amerikano kesukaanmu " bujuk Tiff berharap sang suami masih mau bersamanya demi Darrell . Sejak pagi pria itu juga tidak menunjukkan amarahnya , itu berarti jika dirinya mempunyai kesempatan untuk memperbaiki hubungan mereka .


Tapi Sean hanya melihatnya sekilas tanpa berkata apapun , kemudian pria itu keluar berjalan di ikuti dua penjaga di belakangnya . Pria itu terlihat masuk ke ruang pimpinan tertinggi rumah sakit , walau rumah sakit ini adalah miliknya tapi ia menyerahkan sepenuhnya pengelolaannya pada orang kepercayaannya . Sean sangat profesional dengan bisnisnya itu sebabnya ia tidak pernah mau di istimewakan walau putranya menjalani pengobatan di tempat ini .


" Tuan Sean .... "


Sean mengangkat satu tangannya seolah meminta agar pria yang menjabat pimpinan rumah sakit ini tetap duduk ditempatnya .


" Jangan terlalu formal , aku hanya ingin melihat rekaman cctv di ruang pusat pengendalian . Minta orang orangmu untuk menyiapkan rekaman dua hari yang lalu sampai tadi malam " pinta Sean yang ingin memastikan pengkhianatan yang dilakukan oleh dua orang terdekatnya .


Tanpa menunggu lagi Sean langsung pergi ke ruang pusat pengendalian cctv , dan disana petugas sudah menyambutnya karena sudah mendapat konfirmasi dari pimpinan mereka . Dengan sigap mereka memutar rekaman kejadian sesuai permintaan Sean .


Kadang pria itu meminta petugas untuk mengulang kejadian yang menarik perhatiannya , tentu saja tentang kedekatan Damian dan Lana .


" Sepertinya ada orang orang yang selalu ada di sekitar Nyonya dan Tuan Damian ... " tanpa sengaja salah seorang penjaganya mengeluarkan suara walaupun setelahnya langsung diam dengan wajah tertunduk . Tak seharusnya ia mengeluarkan pendapat disaat Sean belum memintanya .


" Kau pikir aku buta hahhh !! Aku juga melihatnya ..... "


Dan kejadian kejadian selanjutnya membuat dahinya berkerut , hatinya sedikit tergetar karena ragu . Apa yang dilihatnya tidak seperti dengan gambar gambar yang terkirim padanya .


" Apa ada seseorang ke tempat ini dan merubah rekamannya ??! " tanya Sean pada petugas cctv , mungkin saja Damian sudah merekayasa semua rekanan cctv untuk mengaburkan jejak pengkhianatannya . Sean sangat tahu kemampuan Damian , mantan tentara itu mampu melakukan apa saja hingga hal tersulit sekalipun .


" Pengamanan ruangan ini sudah canggih Tuan ! Kami jamin rekaman cctv yang anda lihat masih asli , belum tersentuh tangan yang lain ! " ujar petugas mantap .


Sean memejamkan matanya , apa yang sudah ia lakukan .....


Di satu sisi ia sangat merasa bersalah , tapi tak ia pungkiri egonya sudah sangat tersakiti . Tetap saja Damian sudah menunjukkan perhatian berlebih pada Lana , padahal pria itu tahu ... Jika hanya dia yang boleh menguasai Lana ! Tak ada satu pria pun yang berhak memberi perhatian atau apapun kecuali dirinya !


" Panggil dokter yang semalam merawatnya ketika dia pingsan ... "


" Baik Tuan ! "