
" Nyonya ingin kemana malam malam begini ? "
Lana yang baru saja keluar dari kamar perawatan langsung memutar bola matanya malas ketika Damian langsung menyambutnya dengan sebuah pertanyaan . Bagaimana pria itu bisa ada di semua tempat , pria dengan wajah berparut itu seperti hantu gentayangan yang selalu saja mengikutinya .
" Aku hanya ingin mencari coklat panas di kantin rumah sakit ! Jangan khawatir Darrell sudah tidur karena habis minum obatnya jadi aku bisa keluar sebentar bukan !? "
" Suasana sudah sangat sepi Nyonya , lebih baik jika nyonya tinggal di kamar dan penjaga yang akan membelikan anda satu cup coklat panas .... " kata Damian lagi membujuk nyonya mudanya untuk tetap tinggal di kamar , keselamatan Lana dan Darrell adalah prioritas utamanya .
" Ckk ... Jika aku menunggu coklat itu disini maka tidak akan panas lagi . Jika kau khawatir maka kau bisa meminta satu penjaga untuk mengantarku . Aku tidak akan lari jika itu yang kau pikirkan ... Aku tidak akan pernah meninggalkan Darrell dengan keadaan seperti ini !! " kesal Lana yang merasa Damian terlalu mengatur hidupnya , sama seperti Sean .
Damian terlihat menghela nafasnya , dia berpikir mungkin terlalu membosankan terus terusan berada di dalam sana . Mungkin Lana memang butuh keluar sebentar untuk sekedar merefresh pikirannya .
" Baik , anda akan di kawal dua penjaga untuk pergi ke kantin . Saya harap jangan berbuat sesuatu yang bisa merugikan dan tetap ikuti instruksi dari penjaga demi keamanan anda "
" Oh God aku hanya ingin minum coklat panas , bukan ingin menyergap mafia obat terlarang ! Kenapa aku harus terjebak dengan orang orang gila seperti ini ... " rutuk Lana segera melangkah menuju kantin , karena udara yang cukup dingin ia mengenakan baju rajut dengan kerah tinggi yang mampu menutup setengah mukanya . Sebuah topi rajut warna senada menambah tampilan nyonya kedua Alexander itu terlihat modis .
Sampai di kantin ia segera mencari meja yang nyaman untuk duduk , tapi matanya mengernyit ketika melihat seorang wanita yang sepertinya pernah ia kenal .
" Hai ... anda disini ? Bagaimana putra bungsu anda ? Apa sudah membaik ? "
" Hai Nyonya Lana , masih tiga puluh delapan derajat Celcius ! Tapi tidak apa apa setidaknya sudah turun dari yang semula hampir empat puluh . Dan bagaimana putra anda ? "
Lana segera duduk di depan Nina yang menikmati kopi yang terlihat masih setengah gelas itu . Matanya menatap dua penjaganya seakan mengatakan untuk menjaga jarak darinya . Dia tak ingin Nina merasa tak nyaman berbicara karena sedang diawasi .
" Lusa mungkin adalah operasinya , tadi dia melalui berbagai macam pemeriksaan ulang dan jika hasilnya baik maka lusa dokter akan bisa mengoperasinya "
" Operasi ? Memang sakit apa ? Maaf saya turut prihatin ... Saya doakan semoga putra anda cepat sembuh " ucap Nina merasa prihatin dengan keadaan anak dari wanita yang baru di kenalnya . Dia tak menyangka gadis muda di depannya ternyata sudah menjadi seorang ibu .
" Sebuah kecelakaan membuatnya tak bisa berjalan , separuh tubuhnya lumpuh ! Tapi Tuhan masih menyayangi putraku karena dokter berkata jika itu bukan lumpuh permanen ... "
DEGGHHHH ...
" Kecelakaan .... "
Entah tapi hati Nina selalu bergetar hebat ketika mendengar kata kecelakaan .
" Putraku kecelakaan saat umurnya masih satu tahun , supir dan pengasuhnya meninggal di tempat . tapi keajaiban terjadi . Darrell bisa selamat walau lukanya cukup parah " kata Lana masih ingat dengan cerita Sean , sampai saat ini pria itu masih berpikir dialah yang menyebabkan semua ini .
" Darrell ?? Tidak mungkin ... kenapa bisa sama !? " kata Nina dalam hatinya , bagaimana bisa anak dari gadis di depannya mempunyai nama dan kejadian yang sama persis seperti anak yang ia celakai dulu .
Walaupun hanya pelayan rendahan tapi ia khawatir jika pria itu masih mengingat wajahnya . Apalagi saat itu dia mengundurkan diri bertepatan pasca kecelakaan hebat yang di alami tuan mudanya . Nina tidak akan mengambil resiko sekecil apapun karena ia hanya ingin hidup tenang dengan keluarga kecilnya sekarang .
" Nyonya Lana , maaf saya tidak bisa menemani anda lebih lama ! Saya takut anak kedua saya bangun , walau ada pengasuh tetap saja dia akan mencari saya jika terjaga "
" Tentu saja , semoga lekas sembuh dan suatu saat kita akan bisa bertemu dengan keadaan anak anak sembuh dari sakitnya " sahut Lana ramah , tapi pandangannya berubah sinis ketika mengetahui Damian sudah ada di meja yang tepat ada di belakangnya .
Setelah menghabiskan secangkir coklat panasnya Lana segera bangkit bermaksud ingin kembali ke kamar rawat putranya . Tapi tiba tiba saja kepalanya terasa sangat pusing , bumi yang ia pijak rasanya sedang berputar hebat hingga tanpa sadar langkahnya terhuyung dan nyaris jatuh ke lantai .
Beruntung Damian dengan sigap meraih tubuhnya hingga tidak jatuh terjerembab di dinginnya lantai rumah sakit .
" Nyonya !!! Anda tidak apa apa ... kita ke dokter !! " seru Damian dengan satu tangan masih menopang tubuh Lana yang terlihat masih lemas .
" No ... lm fine !! Mungkin hanya kurang tidur , lepaskan tanganmu karena aku baik baik saja !! Sebaiknya kita kembali ke kamar ... "
" Maaf tapi anda masih terlihat sangat lemah , sebaiknya kita ke dokter jaga hanya untuk memastikan anda baik baik saja . Saya mohon kali ini untuk menurut karena jika tejadi apa apa pada anda maka nyawa saya atau penjaga adalah taruhannya "
Walau sebenarnya tidak mau tapi akhirnya Lana perlahan berjalan ke arah ruang dokter jaga dengan tetap didampingi Damian dan dua penjaga lainnya . Wanita itu tidak mau dipapah karena merasa bisa berjalan sendiri .Lagipula ia tak ingin Sean mengira dia pura pura sakit agar bisa mendekati Damian , pikiran suaminya kadang terlalu sempit dan tak mudah ditebak .
Seorang dokter wanita menyambutnya dengan ramah . Setelah berbasa basi dan melakukan serangkaian pemeriksaan tiba saatnya dokter itu menjelaskan tentang keadaannya .
" Maaf jika sebelumnya saya ingin menanyakan hal ini Nona , apa bulan ini anda sudah mendapatkan periode anda ?? "
DEGGHHH ... DEGGHHHHH
Lana terpaku dengan pertanyaan sang dokter , sebagai wanita ia tahu kemana arah pembicaraan dokter itu . Dan sialnya ia bahkan telah melupakan jika seharusnya seminggu uang lalu ia seharusnya mendapat masa periodnya .
Tapi tunggu , bukannya dia baru hitungan hari menjadi istri Sean ? Sepertinya tidak mungkin jika perkiraan dokter itu benar .
" Maaf tapi saya lupa Dok ... " kata Lana yang masih berharap apa yang ada dipikirannya tidak terjadi .
" Baik Nona untuk memastikan keadaan anda saya rekomendasikan agar besok pagi Nona Lana periksa di dokter obgyn di rumah sakit ini . Kemungkinan besar jika anda sedang hamil muda saat ini ... "
" Baik , terimakasih "
Tanpa Lana sadari seorang pria dengan wajah berparut yang berdiri tepat disamping pintu ruang itu sedang mengangkat satu sudut bibirnya . Akhirnya apa yang diharapkan tercapai , Alexander akan memiliki pewaris sejatinya .