Trapped By The Devil

Trapped By The Devil
36



Jam kuliah dosen pengganti ini terasa sangat lama untuk Lana , jujur saja dia kurang nyaman karena beberapa kali pria itu mencuri pandang ke arahnya . Lana berusaha berpikiran positif dengan menganggap mungkin pria itu penasaran karena belum pernah melihatnya sebelumnya . Karena saat hari pertama pria itu mengajar dia sudah memulai cutinya .


Dia baru bisa bernafas lega ketika kelas dosen pengganti sudah selesai . Tapi matanya memicing ketika melihat pria bernama Jacob itu berjalan mendekat ke arah mejanya . Cath yang duduk disampingnya sudah membusungkan dada dengan gaya yang di buat seanggun mungkin , mungkin temannya itu berpikir Jacob akan datang padanya .


" Selamat siang Nona , sepertinya saya baru melihat anda di kelas saya siang ini . Saya Jacob Smith , dosen yang akan menggantikan Mrs Scott selama seminggu ini . Apa saya boleh tahu nama anda !? "


Lana mencoba tenang ketika dosen pengganti itu menyapanya , jika orang lain melihat mungkin itu adalah hal yang wajar tapi tidak bagi Lana . Sekedar membalas senyum saja iblis di rumahnya bisa marah apalagi jika ia sampai beramah tamah mengumbar senyum . Hukuman yang lebih mengerikan pasti dalam ia dapatkan malam ini . Bukan masalah takut , tapi Lana benar benar tak ingin Sean menunjukkan murkanya lagi .


" Dia Lana Evelyn , dan dia baru sembuh dari sakitnya ! Dan saya adalah Catherine sahabatnya .... " ternyata sebelum Lana mengeluarkan suara sahabatnya sudah mengambil alih percakapan itu , dan itu melegakan untuknya .


" Ohhh ... jadi nama anda Nona Lana , anda sepertinya adalah gadis yang angkuh ! Tapi itu sangat menarik untuk saya . Sampai bertemu besok "


Dan sekali lagi Lana tak menanggapinya , hanya Cath dan beberapa teman yang terlihat melambaikan tangan dengan gaya tangan diputar ala para kontestan kecantikan yang biasa ia lihat di televisi .


" Oohhh God he is so hot !!! Bisa kalian bayangkan jika kita ada di bawahnya .... " gumam Cath masih dengan menatap teman teman yang sedang merasakan euphoria yang sama dengannya.


" Semalam tak akan pernah cukup " timpal teman yang lain , dan mereka tertawa bersama .


Dan tak lama kemudian seorang pria muda dengan paras sangat tampan terlihat masuk ke ruangan kelas mereka . Raut pria itu terlihat bahagia ketika melihat keberadaan Lana disana . Berbeda dengan Lana yang malah terlihat bersikap waspada .


" Queen .... akhirnya aku bisa melihatmu lagi . Apa kau sudah sembuh ?! Aku sangat merindukanmu, tiga hari ini terasa sangat sepi tanpamu "


" Aku baik baik saja Tom , tak perlu berlebihan seperti itu . Kembalilah ke kelasmu karena lima menit lagi kami ada kelas lain " Lana terpaksa berbohong karena sebenarnya kelas mereka selanjutnya di mulai setengah jam lagi . Dia ingin menggunakan waktu luangnya untuk pergi ke perpustakaan untuk mencari referensi tugas tugasnya .


Setelah Tom keluar dari kelas Lana memegang tangan sahabatnya dengan memasang wajah penuh harap .


" Cath apa kau masih menginginkan tas H*rmes yang kau lihat di kamarku waktu itu ? Yang kau bilang akan cocok jika dipadukan dengan gaun hitam yang kau beli tempo hari !? "


Cath mengerutkan dahinya belum paham kemana arah pembicaraan gadis disampingnya . Dia sengaja diam agar Lana bisa meneruskan kata katanya .


" Mulai saat ini kau akan menjadi juru bicaraku , kau yang akan menjawab setiap pertanyaan dari semua pria yang mendekatiku . Ckk ... Jangan melihatku seperti itu Cath ! Dokter yang memeriksa sakitku kemarin hanya tidak mengijinkan aku untuk banyak bicara terlebih dahulu . Mulutku harus banyak istirahat " ujar Lana sekenanya , mau tidak mau ia harus mengurangi interaksi dengan teman pria agar iblis di rumahnya tidak salah paham .


" Hahh ... memangnya kau sakit apa hingga mulutmu tidak boleh berbicara ? Jangan bilang jika sakitmu adalah sakit yang serius "


" Hisshhh jawab saja ... mau atau tidak ! "


" Dengan senang hati teman , nanti malam aku datang kerumah untuk mengambil tasnya !! H*rmes lm coming .... " pekik Cath terlihat sangat senang .


" No ... Jangan datang ke rumah !! Mungkin lusa aku baru bisa membawanya untukmu . Malam ini aku ada acara , maaf "


" Ok ... tak masalah " sahut Cath dengan wajah penuh tanya , ia tahu jika sahabatnya sedang menyembunyikan sesuatu yang besar di belakangnya . Dia yakin suatu saat dia pasti akan mengetahuinya .