
" Kami sudah menyelidiki orang yang beberapa hari ini mengawasi mansion Tuan , dia seorang fotografer . Kami sudah mengantongi alamat dan tempat kerjanya . Hanya itu saja yang sementara ini kami dapatkan karena untuk layar belakang wanita itu sepertinya ada ditutupi oleh seseorang . Tapi cepat atau lambat kami pasti akan mendapatkannya " seorang penjaga melapor pada Damian yang malam ini sengaja menginap di mansion .
Tadi setelah minum kopi Damian pergi ke depan untuk bertemu dengan kepala penjaga mansion . Dia ingin mendengar keterangan sekaligus ingin melihat secara langsung seseorang yang ingin mengusik ketenangan Alexander . Beberapa hari ini saat tengah malam ada seseorang yang mengendarai mobil selalu berhenti di depan mansion .
Awalnya mobil itu berhenti dengan alasan mogok karena beberapa orang penjaga depan sempat membantunya . Dan mereka tidak menaruh curiga karena si pengendara mobil ternyata adalah seorang wanita . Mereka sama sekali tidak menaruh curiga dengan menganggap peristiwa itu hanya kebetulan saja .
Sudah dua hari ini mobil wanita tersebut selalu berhenti di sekitar mansion . Tapi sayangnya mereka belum bisa berbuat lebih jauh sebelum menemukan bukti jika wanita itu benar benar ingin mengganggu ketenangan Alexander . Dan setelah berhenti beberapa menit kemudian mobil itu pergi , selalu saja begitu . Damian belum membicarakan hal ini pada atasannya karena ia merasa masih bisa menangani sendiri . Tak mungkin ia membebani pikiran Sean hanya dengan masalah sekecil ini .
" Biasanya jam berapa dia terlihat ada di depan ? " tanya Damian kemudian .
" Tidak pasti , tapi selalu saja tengah malam ! Wanita itu juga tak pernah keluar dari mobil , paling hanya sedikit menurunkan kaca mobilnya untuk bisa mengambil foto "
" Jangan ada yang mengikuti aku , dan jangan keluar dari mansion apapun yang terjadi "
Walau sedikit tidak setuju dengan perintah Damian tapi para penjaga hanya bisa mengangguk hormat karena perintah pria itu mutlak hukumnya bagi mereka . Mereka sangat berhati hati bertindak karena tak ingin membuat Sean murka . Mereka hanya bisa melihat pria bertubuh kekar itu keluar dari gerbang utama dan menghilang di balik rimbunnya pepohonan .
Benar saja tak berapa lama sebuah mobil sedan berwarna hitam muncul dan berhenti di jalan yang ada tepat di samping mansion . Dengan langkah tenang Damian mendekati mobil dan sebuah pukulan terarah di kaca pintu depan mobil tersebut .
PYAAARRRR ...
" Oh my God !!! "
Terdengar pekik tertahan seorang wanita yang duduk di dalam mobil , dia tampak terkejut dengan kedatangan Damian yang tiba tiba dan dengan cara yang cukup ekstrim . Damian duduk di kursi samping kemudi setelah berhasil membuka paksa pintunya .
" Aku tidak punya uang .... aku hanya membawa kamera dan ponsel jika kau mau karena dompetku tertinggal " lirih serak gadis itu dengan badan terpojok di pintu , satu tangan Damian sudah memegang sabuk pengaman yang dipakainya hingga ia tak bisa melarikan diri .
" Apa maumu ?! " tanya Damian tanpa melihat ke arah gadis yang ketakutan melihatnya , mungkin parut di wajahnya membuat dia terlihat sebagai seorang psikopat kejam . Dan Damian sudah terbiasa dengan pandangan seperti itu .
" Seharusnya aku yang bertanya seperti itu padamu " sahut gadis itu yang langsung membekap sendiri mulutnya , sepertinya ia salah bicara .
" Aku ulangi sekali lagi Nona , karena jika tidak kau jawab setelah ini mungkin saja akan memakai cara yang lebih mudah kau mengerti ! Apa maumu berkeliaran malam malam di tempat seperti ini !? "
Damian menghela nafas panjang ketika gadis itu tak juga menjawab semua pertanyaannya . Jika saja yang berada di sampingnya adalah seorang pria mungkin akan terasa lebih mudah , dia bisa menyeretnya keluar atau jika perlu mengajaknya baku hantam .
" Apa kau akan menembakku ?? "
" lde bagus Nona , kebetulan aku tahu tempat pembuangan sampah di tengah hutan ! Kau akan tenang disana " sahut Damian yang membuat tubuh gadis disampingnya semakin bergetar .
" Aku sedang magang menjadi fotografer , kemarin mobilku mogok di sekitar sini . Mengambil foto mansion megah disana saat malam hari ternyata hasilnya sangat mengagumkan . Aku tidak sedang membuat kerusuhan , tindakanku juga tidak merugikan bukan ?? " kata gadis itu dengan nada masih terbata , matanya masih ketakutan melihat Damian yang mengenakan coat berwarna hitam dan topi rajut warna senada . Badannya yang sangat kekar membuat tampilan sangar pria itu menjadi sempurna .
" ltu menurutmu !! Sekarang pergilah !! Dan aku peringatkan , jangan pernah lagi berkeliaran disini karena tempat ini bukanlah obyek foto seperti yang kau bayangkan "
Setelah meletakkan beberapa lembar uang di dashboard depan Damian segera keluar dari mobil dan melangkah menjauh tanpa peduli jika gadis tadi sedang menatapnya penuh rasa kesal . Dengan seenaknya datang dengan merusak jendela mobil dan kemudian pergi dengan meninggalkan beberapa lembar uang .
" Dasar monster ... !! "