
Lana bernafas lega ketika mengetahui jika suaminya belum pulang dari kantor , itu artinya dia tidak mengingkari janji untuk pulang sebelum pria itu tiba di rumah . Tadi setelah kuliah dia mampir sebentar ke rumahnya untuk mengambil tas H*rmes yang ia janjikan untuk sahabatnya , kebetulan ayah dan ibunya sedang pergi ke luar negeri hingga ia bisa tidak terlalu lama di rumahnya .
Secepatnya ia membersihkan dirinya agar bisa bertemu dengan anak asuhnya . Jika sore begini biasanya Darrell berada di taman samping sambil membaca sebuah buku atau mengerjakan tugas dari guru home schoolingnya .
Dia sudah memohon kepada supir yang mengantarnya tadi agar tidak mengatakan jika ia sempat pulang sebentar . Karena ia tahu iblis itu pasti akan memanfaatkan hal itu untuk kembali menyiksa dan mempermalukannya .
" Anda belum selesai membaca Tuan Muda !? Boleh saya temani ? " sapa Lana dengan membawa dua gelas jus ditangannya . Menurutnya Darrell harus banyak minum jus buah karena ia melihat anak itu sudah malas jika harus terus terusan minum susu setiap harinya . Seperti tadi padi saat ia mengganti jus menjadi segelas susu atas perintah Sean , tidak sampai setengahnya di minum dengan alasan sudah kenyang .
" Just Darrell ... Kita sudah pernah membahas tentang ini Lana ! Kau sudah selesai kuliah ? Apa kau senang bisa bertemu kembali dengan teman temanmu ?! " tanya Darrell tersenyum senang melihat kedatangan pengasuhnya , satu tangannya ia ulurkan untuk menerima segelas jus dari tangan Lana dan kemudian menenggaknya sampai habis tak bersisa . Sepertinya anak itu memang sedang sangat kehausan .
" Ok ... Maaf kalau begitu ! Tentu saja senang ketika bertemu dengan teman . Tapi sedikit menyebalkan karena ternyata ada dosen pengganti ! Aku tidak terlalu suka dengan cara menyampaikan ilmunya , terlalu sulit aku cerna di otakku ... atau mungkin saja aku yang terlalu bodoh "
Karena badannya terasa lelah Lana duduk di kursi yang tak jauh dari Darrell . Diangkatnya kedua tangannya seakan meregangkan seluruh otot di tubuhnya . Dia memejamkan matanya untuk menikmati udara segar di taman ini , benar benar ia nikmati sebelum malam nanti kembali dipertemukan dengan pria yang paling tak ingin ia temui . Malam nanti ia harus memasak untuk pria menyebalkan itu !
Darrell membiarkan Lana yang terlihat sangat lelah , dia tetap melanjutkan kegiatannya . Rasanya senang ketika ada seseorang yang menyayanginya menunggu disampingnya . Darrell merasa tak lagi sendiri sekarang , bersama Lana ia merasa mempunyai seorang ibu lagi .
" Hei boy ! Kau masih belum selesai membaca !? "
Tiba tiba sebuah suara bariton terdengar dari arah belakang . Sean yang sudah memakai setelan rumahan segera mendekat ke arah putranya dan memeluknya sekilas . Pria itu juga melihat Lana yang sepertinya malah tertidur dengan posisi duduk di kursi . Pria itu tahu jika istri keduanya pasti sangat kelelahan karena kegiatannya yang sangat padat .
Seharusnya ia senang karena melihat wanita itu tersiksa karena kelelahan , seharusnya ia bahagia karena tujuannya untuk mengacaukan hidup Lana tercapai . Tapi nyatanya ada satu ruang tersembunyi di hatinya yang menyimpan iba untuk wanita itu .
" Dad ... Lana tertidur " bisik Darrell dengan satu telunjuk ada di atas hidungnya , menandakan jika Sean harus menurunkan volume suaranya .
Darrell memundurkan kursi rodanya ketika tangan Sean ingin meraihnya , anak itu menggeleng gelengkan pelan kepalanya .
" No Dad ! Aku tidak akan masuk tanpa dia . Aku mohon bawa dia masuk ke kamarnya ... Jika Daddy tidak mau maka aku bisa telpon Uncle Damian untuk membantuku " kata Darrell yang yakin jika Sean tidak akan mengijinkan siapapun mendekat karena tidak mau dianggap lemah .
" Hisshhh merepotkan , bukan salah Daddy jika dia tidur di luar seperti ini ! "
Walau menggerutu tapi pria itu akhirnya mengangkat tubuh Lana dan membawanya masuk , sedang Darrell mengikuti mereka dengan senyum lebar tersungging di bibirnya . Walau terlihat berwatak.sangat keras tapi ia yakin jika Daddynya mempunyai sisi lembut yang tersembunyi .
Sean berdecak kesal ketika tangan Lana yang reflek malah mengalungkan dua tangannya ke lehernya , sepertinya wanita itu malah menikmati saat saat berada dalam gendongannya . Tapi jujur saja ia tak dapat memalingkan pandangannya pada wajah cantik yang sering membuatnya gila itu .
Tapi matanya kemudian mengernyit ketika sekilas melihat senyum smirk di wajah itu , sepertinya Lana memang sedang ingin mengerjainya . Wanita itu pasti ingin membuatnya lelah dengan membopongnya sampai ke kamar . Tapi wanita itu pasti tidak tahu jika membopong tubuh sintalnya seperti ini adalah hal menyenangkan untuknya .
" Biar Daddy yang antar dia ke kamarnya , kau istirahat di kamar saja . Pasti sangat lelah membaca buku sebanyak tadi " kata Sean mencegah putranya mengikutinya sampai ke kamar Lana .
Sean tertawa dalam hati melihat wajah yang tadinya penuh senyum itu menjadi sangat cemas .
" Daddy hanya ingin memastikan jika ia bisa beristirahat dengan baik "
Lana merutuki dirinya sendiri , bagaimana bisa ia melakukan hal konyol seperti ini . Jika langsung bangun maka ia pasti ketahuan jika sedang berpura pura . Tapi jika diam maka mungkin saja iblis itu akan kembali memcari kesempatan dalam kesempitan .