
Tiffany langsung mendekat ke arah suaminya dengan tatapan tidak suka pada Lana yang sedang menata minuman dan makanan ringan di lemari pendingin . Pengasuh itu sekali lagi membuatnya kesal dengan datang bersamaan dengan Sean . Sepertinya mereka sudah berbelanja bersama tadi .
Super model itu langsung memeluk dan mencoba mencium sekilas pipi suaminya , Sean tidak menghindar tapi pria itu sama sekali tidak bereaksi dan malah langsung mendatangi ranjang putranya .
" Daddy apa aku boleh meminta snack kentang yang Lana beli ?? " tanya Darrell yang melihat berbagai macam makanan ringan di dua kantong plastik besar yang ada disamping pengasuhnya . Sebelum Sean sempat menjawab ternyata Lana sudah menimpali .
" No ... semua kentang yang aku beli sangat pedas , dan anda tidak suka makanan pedas ! Jika anda mau ada banyak snack kentang yang tidak pedas disini . lni lebih baik untuk pencernaan anda .... " kata Lana yang tadi sengaja membeli snack pedas agar Darrell tidak memintanya . Makanan ringan untuk Darrell adalah makanan sehat yang dibuat khusus dengan tidak menggunakan pengawet ataupun perasa buatan . Apapun yang masuk ke perut anak itu memang selalu di awasi oleh dokter gizinya .
" Dad ... Aku hanya ingin mencicipinya saja " Rajuk Darrell seakan mengadukan pengasuhnya yang begitu pelit tidak mau memberikannya apa yang dimintanya .
" Kita pecat saja pengasuh itu Sean , biar aku carikan di agen pengaruh terkenal ! Bisa bisanya kau tolak permintaan putraku , dia hanya minta kentang .... bukan uangmu !! Kenapa tidak kau berikan ??? " seru Tiff melangkah mendekat kemudian mendorong tubuh Lana hingga terhuyung ke belakang .
" No Mommy !! " pekik Darrell menyesal karena kata katanya malah membuat Lana di sakiti lagi oleh ibunya .
Jika saja Darrel tidak ada di tempat itu ingin sekali Lana mencakar atau menjambak rambut wanita arogan di depannya . Sungguh ,, Lana berpikir jika Sean dan Tiffany adalah pasangan serasi karena mereka sama sama menyebalkan . Tapi otak wanita muda itu kemudian berpikir dengan cepat , dan senyumnya terbit diam diam . Satu dorongan itu akan dia balas dia balas dengan pukulan telak ... sangat telak !
" Baik , sesuai perintah anda Nyonya ! Tapi sayang saya sudah tanda tangan kontrak seumur hidup dengan suami anda . Jika ingin membuat saya pergi maka mintalah hal itu padanya ! "
Kata kata ambigu itu berhasil membuat Tiffany mengerutkan dahinya , dia melihat ke arah Sean yang masih duduk tenang di sisi ranjang putranya . Sepertinya pria itu tak begitu peduli dengan perdebatannya dengan pengasuh sialan itu .
" Jangan pernah ikut campur dengan apa yang sudah aku putuskan untuk putraku !! " sahut Sean dengan raut tenang , ia khawatir pembicaraan ini akan menyakiti putranya . Tak seharusnya Darrell mendengar perdebatan orang orang dewasa seperti ini .
" Pengasuh itu sangat kurang ajar ! Semakin di bela maka dia akan semakin besar kepala !! "
" No ... Lana bukan pengasuhku ! Tidak akan aku ijinkan siapapun memecatnya ... " Darrell akhirnya membuka suaranya . Dia sudah merasa bahagia mempunyai sahabat sekaligus sosok ibu yang bisa menemaninya .
" Come on Darrell .... Mommy bisa mencari pengasuh terbaik untukmu " bujuk Tiff mendekat dan meraih tangan mungil putranya .
" Seperti yang sudah aku katakan dia bukan pengasuhku Mom .... "
" Jadi siapa dia ?? Tukang cuci ? Tukang kebun ataukah tukang masak di mansion !? " tanya Tiff memandang remeh wanita di belakangnya .
" Dia ibuku .... "
" WHAT ??!!! "