Trapped By The Devil

Trapped By The Devil
50



Tiffany langsung mendekat ke arah suaminya dengan tatapan tidak suka pada Lana yang sedang menata minuman dan makanan ringan di lemari pendingin . Pengasuh itu sekali lagi membuatnya kesal dengan datang bersamaan dengan Sean . Sepertinya mereka sudah berbelanja bersama tadi .


Super model itu langsung memeluk dan mencoba mencium sekilas pipi suaminya , Sean tidak menghindar tapi pria itu sama sekali tidak bereaksi dan malah langsung mendatangi ranjang putranya .


" Daddy apa aku boleh meminta snack kentang yang Lana beli ?? " tanya Darrell yang melihat berbagai macam makanan ringan di dua kantong plastik besar yang ada disamping pengasuhnya . Sebelum Sean sempat menjawab ternyata Lana sudah menimpali .


" No ... semua kentang yang aku beli sangat pedas , dan anda tidak suka makanan pedas ! Jika anda mau ada banyak snack kentang yang tidak pedas disini . lni lebih baik untuk pencernaan anda .... " kata Lana yang tadi sengaja membeli snack pedas agar Darrell tidak memintanya . Makanan ringan untuk Darrell adalah makanan sehat yang dibuat khusus dengan tidak menggunakan pengawet ataupun perasa buatan . Apapun yang masuk ke perut anak itu memang selalu di awasi oleh dokter gizinya .


" Dad ... Aku hanya ingin mencicipinya saja " Rajuk Darrell seakan mengadukan pengasuhnya yang begitu pelit tidak mau memberikannya apa yang dimintanya .


" Kita pecat saja pengasuh itu Sean , biar aku carikan di agen pengaruh terkenal ! Bisa bisanya kau tolak permintaan putraku , dia hanya minta kentang .... bukan uangmu !! Kenapa tidak kau berikan ??? " seru Tiff melangkah mendekat kemudian mendorong tubuh Lana hingga terhuyung ke belakang .


" No Mommy !! " pekik Darrell menyesal karena kata katanya malah membuat Lana di sakiti lagi oleh ibunya .


Jika saja Darrel tidak ada di tempat itu ingin sekali Lana mencakar atau menjambak rambut wanita arogan di depannya . Sungguh ,, Lana berpikir jika Sean dan Tiffany adalah pasangan serasi karena mereka sama sama menyebalkan . Tapi otak wanita muda itu kemudian berpikir dengan cepat , dan senyumnya terbit diam diam . Satu dorongan itu akan dia balas dia balas dengan pukulan telak ... sangat telak !


" Baik , sesuai perintah anda Nyonya ! Tapi sayang saya sudah tanda tangan kontrak seumur hidup dengan suami anda . Jika ingin membuat saya pergi maka mintalah hal itu padanya ! "


Kata kata ambigu itu berhasil membuat Tiffany mengerutkan dahinya , dia melihat ke arah Sean yang masih duduk tenang di sisi ranjang putranya . Sepertinya pria itu tak begitu peduli dengan perdebatannya dengan pengasuh sialan itu .


" Jangan pernah ikut campur dengan apa yang sudah aku putuskan untuk putraku !! " sahut Sean dengan raut tenang , ia khawatir pembicaraan ini akan menyakiti putranya . Tak seharusnya Darrell mendengar perdebatan orang orang dewasa seperti ini .


" Pengasuh itu sangat kurang ajar ! Semakin di bela maka dia akan semakin besar kepala !! "


" No ... Lana bukan pengasuhku ! Tidak akan aku ijinkan siapapun memecatnya ... " Darrell akhirnya membuka suaranya . Dia sudah merasa bahagia mempunyai sahabat sekaligus sosok ibu yang bisa menemaninya .


" Come on Darrell .... Mommy bisa mencari pengasuh terbaik untukmu " bujuk Tiff mendekat dan meraih tangan mungil putranya .


" Seperti yang sudah aku katakan dia bukan pengasuhku Mom .... "


" Jadi siapa dia ?? Tukang cuci ? Tukang kebun ataukah tukang masak di mansion !? " tanya Tiff memandang remeh wanita di belakangnya .


" Dia ibuku .... "


" WHAT ??!!! "