Trapped By The Devil

Trapped By The Devil
63



Lana sangat kecewa dengan semua yang sudah terjadi , dia tahu suaminya tidak pernah mencintainya . Dia tak pernah berharap banyak dengan menjadi wanita istimewa yang akan dihargai kehadirannya . Tapi setidaknya saat ini ... saat sebuah kehidupan baru hadir di rahimnya , pria itu bisa sedikit melihatnya .


Tapi nyatanya selalu penghinaan yang keluar dari mulut iblis itu . Selalu saja ada cara untuk menyakitinya . Bahkan Sean menolak keras ketika Damian memintanya menarik kata kata kotor yang ditujukan padanya . Lana tahu jika Damian membiarkan iblis itu menghajarnya agar emosi Sean tersalurkan , agar Sean tidak menyakitinya . Wajah berparut yang biasanya menyebalkan itu ia lihat sudah penuh dengan lebam dan darah . Tapi Damian masih sanggup menahan tubuh Sean yang ingin mendekatinya .


Sejenak ia terhenyak ketika menyadari Sean sudah meraih guci besar yang tadi ada di dekatnya . Tidak !! Lana tidak akan membiarkan pria itu mati hanya untuk membelanya . Entah apa yang ada di pikirannya tapi ia menghadang ayunan benda besar itu dengan tubuhnya seakan menjadi tameng tubuh Damian yang ada di depannya .


Lana memejamkan matanya , wanita itu benar benar pasrah jika nantinya ia akan bangun di dunia yang lebih damai . Di dunia dimana ia tidak perlu merasakan kebencian iblis itu lagi , setidaknya ia tidak pergi sendiri karena buah hatinya akan selalu menemaninya .


*


" Jangan !!!! "


PYAARRRRR .....


Damian membelalakkan matanya ketika dengan tiba tiba tubuh Lana sudah ada di depannya . Wanita itu menjadikan tubuhnya menjadi tameng hingga ayunan guci itu mengenai tubuhnya .


" NYONYAAAA !!!! "


Damian segera merengkuh tubuh yang nyaris terkulai di lantai , dua mata wanita itu sudah tertutup seakan tak mempunyai daya lagi . Pria itu duduk bersimpuh dengan menahan kepala Lana di dadanya . Dia tak peduli dengan tatapan nyalang pria yang bahkan tak terlihat khawatir dengan keadaan istrinya .


" Bagus .... dua pengkhianat yang saling melindungi !! ltu memang harus kalian lakukan karena aku tidak akan berhenti sebelum melihat kalian sangat menderita " geram Sean , ada sakit di hatinya ketika melihat wanita yang ia klaim sebagai miliknya ternyata mencintai orang lain . Lana rela mempertaruhkan nyawanya hanya untuk menyelamatkan pria lain !


" Dan suatu saat kau akan merasakan neraka yang kau buat sendiri !! Dan mungkin saat itu sebuah kata maaf pun sudah sangat terlambat . Bukan kami yang akan menderita , tapi kau ... " timpal Damian dengan berani membalas tatapan atasannya . Saat ini mereka berhadapan sebagai dua orang pria ... bukan sebagai atasan dan bawahan .


Sean segera meninggalkan tempat itu sebelum emosinya kembali meledak , tapi ketika akan keluar ia berpapasan dengan seorang wanita yang masih mengenakan jas putih terlihat terburu masuk ke dalam apartemen Damian . Tapi ia berusaha tak peduli , Lana kesakitan bukan karena dirinya tapi wanita itu sendiri yang melemparkan tubuhnya untuk melindungi kekasihnya . Sean benar benar ingin menjauh dari pemandangan yang membuatnya sakit itu .


Dan terlihat dokter yang dipanggil Damian segera mendekat dan memeriksa nadi Lana ,


" Dia sedang hamil ? Bagaimana bisa ada orang yang tega menyakiti ibu hamil seperti ini !! " rutuk dokter bernama Kimmy itu mencabut serpihan kaca sangat kecil yang menempel di leher bagian belakang pasiennya .


" Bagaimana dengan dia dan janinnya , apa mereka tidak apa apa ?! "


" Maaf ... tapi aku sudah panggil ambulan , aku berpikir bisa memeriksanya lebih lanjut disana karena peralatan yang lebih memadai . Kau pun juga butuh membersihkan luka di sekujur tubuhmu , mukamu bahkan sudah tidak aku kenali ! " ujar dokter itu sambil membantu Lana yang terlihat sudah membuka matanya untuk berbaring setengah duduk .


" Hai Nyonya saya Kimmy .... apa yang anda rasakan Nyonya !? "


" Perutku nyeri sekali , apa aku akan kehilangan dia ?? " Lana sedikit melirik pada pria yang terlihat duduk di sofa single yang berada tak jauh dengannya. . Dia takut Damian tahu kebenaran jika ia sedang hamil dan kemudian menyerahkannya kembali pada Sean . Tapi sepertinya pria itu tak peduli dengan semua yang didengarnya .


" Berapa usia kandungan Nyonya ? "


" Ehhmmm dua mingguan .... "


Tapi sesi tanya jawab itu kemudian berhenti karena beberapa petugas terlihat masuk dengan membawa ranjang dorong untuk Lana .


" Jaga dia ! Malam ini ada banyak yang harus aku kerjakan ... Aku akan kesana besok pagi !! " kata Damian ke arah Kimmy yang ditanggapi sebuah anggukan dari dokter muda itu .


" Nyonya ... saya mohon kali ini , bertahanlah ! Saya akan selesaikan semuanya dan anda bisa segera kembali ke mansion dengan terhormat . Maaf jika apa yang saya lakukan membuat semua seperti ini " kata Damian pada istri kedua atasannya sebelum petugas petugas medis itu mendorongnya keluar apartemennya .


" Tidak ... aku dan dia sudah berakhir , jangan melakukan apapun malam ini . Beristirahatlah Tuan Damian ! Anggap saja malam ini hanyalah sebuah mimpi buruk untuk kita dan jika esok kita bangun , kita akan melupakan dan kembali tersenyum ! " ujar Lana yang tahu Damian pasti ingin menyelidiki semuanya malam ini juga .