
Kimmy kini sedang duduk berhadapan dengan dua pria beda generasi yang ia yakini suami dan ayah dari wanita yang kini menjadi pasiennya . Tadi dia langsung pergi ke rumah sakit ketika pria yang semalam tidur di ruang tamunya kembali mengganggunya .
Prabu mengatakan jika ayah dari Lana Evelyn ingin melihat segera putrinya . Tapi Kimmy membawa Felix Jensen dan Sean terlebih dulu ke kantornya karena ingin membicarakan sesuatu sebelum melihat keadaan Lana .
" Saya Kimberly Brown , dokter yang menangani putri anda .... " sapa Kim ramah pada pria parubaya di depannya , tapi tidak dengan pria disampingnya . Walaupun berusaha bersikap profesional tapi tetap saja ia ikut sakit hati melihat luka hati dan fisik yang di derita oleh Lana . Ketika sedang hamil muda harus dipukul oleh suaminya sendiri hingga mengakibatkan retak tulang .
" Saya Felix Jensen Nona , maaf jika kehadiran kami menggangu istirahat anda ! Saya dengar dari petugas resepsionis depan jika anda baru bertugas malam nanti " ujar Felix yang sempat diberitahu jika Dokter Kimberly akan bertugas di shif malam nanti .
" Tidak apa apa Tuan , maaf juga karena tidak langsung membawa anda anda sekalian ke kamar Nyonya Alexander . Ada hal yang perlu saya sampaikan terkait kesehatan beliau "
" Apa ada luka yang membahayakan ?? Apa ini berhubungan dengan bayi kami !!? " tanya Sean khawatir , dan pertanyaan itu membuat Felix menatap ke arahnya .
" Bayi .... "
" Ya , sesuai pemeriksaan saat ini Nyonya Lana sedang dalam keadaan mengandung . Dan usia kandungannya baru sekitar tiga mingguan . Walau sempat dikhawatirkan tidak bisa bertahan tapi nyatanya janin yang ada dalam kandungan putri anda sangat kuat . Dan itu didukung oleh kemauan keras ibunya yang ingin terus bersama calon anaknya . Saya ingatkan sebelumnya jika goncangan sekecil apapun kemungkinan akan berpengaruh sangat besar untuk mereka . Maksud saya ... kita tidak tahu apakah Nyonya Lana siap bertemu dengan anda anda sekalian "
Felix mengangguk pelan tanda ia mengerti , ada rasa sakit di hatinya ketika mengetahui keadaan putrinya yang tampaknya tidak baik baik saja . Dan Sean pun bisa melihat sorot kecewa dari pria disampingnya .
" Apa maksud anda saya belum bisa menemuinya ? "
" Saya tidak tahu , mungkin sebagai ayah anda bisa menenangkan hatinya . Mari ikut saya .... hanya anda Tuan Felix ! Karena Nyonya Lana belum bersedia bertemu dengan suaminya " ujar Kimmy dengan menekankan kata suami dalam ucapannya .
Sean tetap mengikuti langkah Felix dan Dokter Kim menuju kamar rawat Lana . Dalam perjalanan menuju ke sana sang dokter sudah mengatakan jika kondisi psikis Lana sudah mulai pulih . Lana sudah mulai banyak bicara dan mau bercerita .
" Maaf saya akan masuk terlebih dahulu , saya akan mengabarkan kedatangan anda agar Nyonya Lana tidak kaget "
Setelah beberapa saat kemudian Kim keluar dari kamar rawat dan mempersilahkan Felix Jensen untuk masuk . Tapi Sean tidak lagi melihat tatapan tajam dari salah satu pewaris Brown itu .
Sementara itu Felix melangkah perlahan menuju ranjang tempat putrinya berbaring setengah duduk . Lana terlihat menatapnya sendu , dapat ia rasakan jika buah hatinya itu sangat merindukannya .
" Sayang ... Apa kabarmu !? "
" Daddy ... aku baik baik saja , mana Mommy ?Apa dia masih ada di Roma !? " sahut Lana berusaha kuat menyembunyikan air matanya . Tiba tiba saja seperti ada benan berat di hatinya , rasa itu membuat dia kesulitan untuk bernafas .
Sungguh saat ini dia ingin kembali menjadi putri kecil ayahnya . Lana ingin mengatakan jika ia tidak bahagia , ingin mengatakan jika dia ingin menyerah ! Dia tak ingin lagi berpura pura menjadi wanita kuat yang rela mengorbankan dirinya demi kebahagiaan orang lain . Tapi kenyataannya dia tak bisa melakukannya , ada tanggung jawab yang ada dipundaknya dan pada kenyataannya dia bukan lagi anak kecil seperti bayangannya .
" Mommy masih ada acara amal di sana , dan kami juga sedang merintis usaha bersama dengan seorang teman . Kau tampak sedikit kurus sayang .... " Felix membelai pipi putrinya yang terlihat agak tirus , pria parubaya itu tahu benar jika putrinya sedang berusaha keras menyembunyikan air matanya .
" Kau adalah nyawa Daddy , jadi Daddy tahu apa yang tersembunyi disini " Felix mengecup kedua mata putrinya bergantian , kemudian mengecup cukup lama kening putrinya .
" Jangan katakan apapun jika kau memang tidak ingin bicara , tapi menangislah jika kau ingin menangis . Daddy tidak pernah memintamu untuk menanggung dunia sendirian karena selamanya kau akan menjadi putri kecilku . Maaf jika kami sudah memberikan beban seberat ini padamu ... maaf jika kami tidak bisa memberikan pilihan lain selain meminta hidupmu . Maaf "
Lana memeluk erat pria yang selama dua puluh tahun ini menjadi panutannya , pria yang akan selalu menjadi pelindungnya . Sekuat apapun nyatanya ia tak bisa menahan lagi air matanya .
" Lana baik baik saja ... " ucap Lana di sela isakannya .
" Daddy tahu ... Daddy sangat menyayangimu ! " Felix tahu apa yang dikatakan putrinya berbanding terbalik dengan keadaan yang sebenarnya . Dielusnya lembut punggung yang masih terguncang karena isakan yang masih cukup keras .
Pintu yang tidak tertutup sempurna menjadikan suara Lana ataupun Felix bisa terdengar cukup baik dari luar . Sean terlihat menghela nafasnya , hatinya tercabik mendengar tangisan istrinya . Rasa yang ia miliki ternyata sangat menyiksa istrinya , dan sayangnya terlalu terlambat dia mengetahuinya . Sean berharap sesakit apapun Lana bisa memaafkannya , dan ia akan menunggu saat itu .