Trapped By The Devil

Trapped By The Devil
87



Kimmy kini sedang duduk berhadapan dengan dua pria beda generasi yang ia yakini suami dan ayah dari wanita yang kini menjadi pasiennya . Tadi dia langsung pergi ke rumah sakit ketika pria yang semalam tidur di ruang tamunya kembali mengganggunya .


Prabu mengatakan jika ayah dari Lana Evelyn ingin melihat segera putrinya . Tapi Kimmy membawa Felix Jensen dan Sean terlebih dulu ke kantornya karena ingin membicarakan sesuatu sebelum melihat keadaan Lana .


" Saya Kimberly Brown , dokter yang menangani putri anda .... " sapa Kim ramah pada pria parubaya di depannya , tapi tidak dengan pria disampingnya . Walaupun berusaha bersikap profesional tapi tetap saja ia ikut sakit hati melihat luka hati dan fisik yang di derita oleh Lana . Ketika sedang hamil muda harus dipukul oleh suaminya sendiri hingga mengakibatkan retak tulang .


" Saya Felix Jensen Nona , maaf jika kehadiran kami menggangu istirahat anda ! Saya dengar dari petugas resepsionis depan jika anda baru bertugas malam nanti " ujar Felix yang sempat diberitahu jika Dokter Kimberly akan bertugas di shif malam nanti .


" Tidak apa apa Tuan , maaf juga karena tidak langsung membawa anda anda sekalian ke kamar Nyonya Alexander . Ada hal yang perlu saya sampaikan terkait kesehatan beliau "


" Apa ada luka yang membahayakan ?? Apa ini berhubungan dengan bayi kami !!? " tanya Sean khawatir , dan pertanyaan itu membuat Felix menatap ke arahnya .


" Bayi .... "


" Ya , sesuai pemeriksaan saat ini Nyonya Lana sedang dalam keadaan mengandung . Dan usia kandungannya baru sekitar tiga mingguan . Walau sempat dikhawatirkan tidak bisa bertahan tapi nyatanya janin yang ada dalam kandungan putri anda sangat kuat . Dan itu didukung oleh kemauan keras ibunya yang ingin terus bersama calon anaknya . Saya ingatkan sebelumnya jika goncangan sekecil apapun kemungkinan akan berpengaruh sangat besar untuk mereka . Maksud saya ... kita tidak tahu apakah Nyonya Lana siap bertemu dengan anda anda sekalian "


Felix mengangguk pelan tanda ia mengerti , ada rasa sakit di hatinya ketika mengetahui keadaan putrinya yang tampaknya tidak baik baik saja . Dan Sean pun bisa melihat sorot kecewa dari pria disampingnya .


" Apa maksud anda saya belum bisa menemuinya ? "


" Saya tidak tahu , mungkin sebagai ayah anda bisa menenangkan hatinya . Mari ikut saya .... hanya anda Tuan Felix ! Karena Nyonya Lana belum bersedia bertemu dengan suaminya " ujar Kimmy dengan menekankan kata suami dalam ucapannya .


Sean tetap mengikuti langkah Felix dan Dokter Kim menuju kamar rawat Lana . Dalam perjalanan menuju ke sana sang dokter sudah mengatakan jika kondisi psikis Lana sudah mulai pulih . Lana sudah mulai banyak bicara dan mau bercerita .


" Maaf saya akan masuk terlebih dahulu , saya akan mengabarkan kedatangan anda agar Nyonya Lana tidak kaget "


Setelah beberapa saat kemudian Kim keluar dari kamar rawat dan mempersilahkan Felix Jensen untuk masuk . Tapi Sean tidak lagi melihat tatapan tajam dari salah satu pewaris Brown itu .


Sementara itu Felix melangkah perlahan menuju ranjang tempat putrinya berbaring setengah duduk . Lana terlihat menatapnya sendu , dapat ia rasakan jika buah hatinya itu sangat merindukannya .


" Sayang ... Apa kabarmu !? "


" Daddy ... aku baik baik saja , mana Mommy ?Apa dia masih ada di Roma !? " sahut Lana berusaha kuat menyembunyikan air matanya . Tiba tiba saja seperti ada benan berat di hatinya , rasa itu membuat dia kesulitan untuk bernafas .


Sungguh saat ini dia ingin kembali menjadi putri kecil ayahnya . Lana ingin mengatakan jika ia tidak bahagia , ingin mengatakan jika dia ingin menyerah ! Dia tak ingin lagi berpura pura menjadi wanita kuat yang rela mengorbankan dirinya demi kebahagiaan orang lain . Tapi kenyataannya dia tak bisa melakukannya , ada tanggung jawab yang ada dipundaknya dan pada kenyataannya dia bukan lagi anak kecil seperti bayangannya .


" Mommy masih ada acara amal di sana , dan kami juga sedang merintis usaha bersama dengan seorang teman . Kau tampak sedikit kurus sayang .... " Felix membelai pipi putrinya yang terlihat agak tirus , pria parubaya itu tahu benar jika putrinya sedang berusaha keras menyembunyikan air matanya .


" Kau adalah nyawa Daddy , jadi Daddy tahu apa yang tersembunyi disini " Felix mengecup kedua mata putrinya bergantian , kemudian mengecup cukup lama kening putrinya .


" Jangan katakan apapun jika kau memang tidak ingin bicara , tapi menangislah jika kau ingin menangis . Daddy tidak pernah memintamu untuk menanggung dunia sendirian karena selamanya kau akan menjadi putri kecilku . Maaf jika kami sudah memberikan beban seberat ini padamu ... maaf jika kami tidak bisa memberikan pilihan lain selain meminta hidupmu . Maaf "


Lana memeluk erat pria yang selama dua puluh tahun ini menjadi panutannya , pria yang akan selalu menjadi pelindungnya . Sekuat apapun nyatanya ia tak bisa menahan lagi air matanya .


" Lana baik baik saja ... " ucap Lana di sela isakannya .


" Daddy tahu ... Daddy sangat menyayangimu ! " Felix tahu apa yang dikatakan putrinya berbanding terbalik dengan keadaan yang sebenarnya . Dielusnya lembut punggung yang masih terguncang karena isakan yang masih cukup keras .


Pintu yang tidak tertutup sempurna menjadikan suara Lana ataupun Felix bisa terdengar cukup baik dari luar . Sean terlihat menghela nafasnya , hatinya tercabik mendengar tangisan istrinya . Rasa yang ia miliki ternyata sangat menyiksa istrinya , dan sayangnya terlalu terlambat dia mengetahuinya . Sean berharap sesakit apapun Lana bisa memaafkannya , dan ia akan menunggu saat itu .