Trapped By The Devil

Trapped By The Devil
48



" Hai sayang , apa Mommy mengganggu kalian ?? Oh God kenapa tidak mengabari ku jika kau akan operasi ? "


Lana dan Darrell terkejut ketika seorang wanita tiba tiba masuk ke dalam kamar rawat . Dengan kasar ia merangsek ke sisi ranjang di mana Lana sedang berdiri . Sang pengasuh itu meringis kesakitan ketika dengan keras bahunya seperti sengaja ditabrak agar dia menyingkir dari sisi ranjang .


" Akkhhhh .... "


" Minggir kau pengasuh sialan ! Jangan halangi jalanku !! "


Darrell yang melihat sikap kasar Tiffany langsung berusaha duduk untuk melihat keadaan Lana . Tangannya berusaha meraih tangan Lana tapi dengan tiba tiba mommynya memeluk tubuh kecilnya dengan erat .


" Sayang aku merindukanmu ... Apa kau tidak merindukan Mommy !? "


Tapi rasa kecewa harus dirasakan oleh sang super model ketika putranya tidak menjawab pertanyaannya , Darrell malah terlihat sangat mengkhawatirkan pengasuhnya .


" Lana , kau tidak apa apa ? Apa bahumu sangat sakit ? Tekan saja tombol di atasku maka dokter akan datang dan dia bisa melihat keadaanmu .... "


" Saya tidak apa apa , sebaiknya saya keluar sebentar . Sepertinya saya sangat butuh es kopi kali ini ! Rasanya haus sekali ... "


Walau sebenarnya sangat kesal tapi Lana harus bisa mengerti posisi Tiff sebagai ibu kandung dari anak yang di asuhnya . Dia berpikir bagaimanapun tak ada seorang ibu yang tidak khawatir jika putranya akan menjalani sebuah operasi besar . Operasi pencangkokan sumsum tulang belakang kaki ini adalah penentu kesembuhan Darrell .


Dan Darrell yang tahu maksud Lana hanya mengangguk , lagipula ia tak ingin melihat ibunya berlalu kasar lagi pada pengasuhnya .


" Pergi sana !! Aku sendiri yang akan menjaga putraku . Aku tidak butuh pengasuh sepertimu ! Jangan kau pikir aku tidak tahu apa maksud tersembunyi yang kau rencanakan di otak licikmu itu ! " sinis Tiffany yang membuat langkah Lana yang hampir saja mencapai pintu langsung terhenti . Lana bukan wanita bodoh yang tidak tahu arti kata kata Tiff .


" Apa anda sedang membicarakan diri anda sendiri Nyonya ?? Saya tidak terlalu mengenal anda dan begitu pula sebaliknya . Saya harap anda lebih bisa menjaga mulut anda jika ada di depan putra anda "


" Kau !!! "


Niat awalnya ingin mencari minuman dingin agar mampu sedikit menenangkan hati dan kepalanya yang sempat terbakar emosi .Tapi langkahnya terhenti ketika dua pria yang sama sama menyebalkan datang ke arahnya .


" Mau kemana kau ?? Apa telingamu tuli , bukankah tadi aku minta kau untuk menjaga Darrell !!? " tegur Sean yang sebenarnya tahu jika Tiffany pasti sudah memprovokasi Lana hingga istri keduanya itu memutuskan untuk pergi dari kamar rawat putranya .


" Aku haus , aku hanya ingin mencari minuman di minimarket depan " jawab Lana dengan wajah menunduk , ia enggan melihat dua pria yang pasti sedang menatapnya .


" Ada lemari pendingin di dalam Nyonya dan semua sudah dipersiapkan dengan baik . Jika ada yang kurang maka anda bisa mengatakan pada saya atau penjaga . Saya harap jangan pergi tanpa pengawasan penjaga karena anda sepenuhnya menjadi tanggung jawab kami "


" Hanya ada susu dan snack sehat untuk Darrell ! Aku ingin kopi dingin agar otakku bisa bekerja dengan lebih baik ... " kilah Lana yang tadi sempat mengecek keperluan Darrell termasuk isi lemari pendingin . Para penjaga tak mungkin membeli minuman atau makanan yang tidak direkomendasikan untuk Tuan Muda mereka .


" Jika begitu saya sendiri yang akan mengantar anda membelinya ! Mari .... " ujar Damian mempersilahkan istri atasannya untuk berjalan terlebih dulu , pria itu tidak sadar jika sepasang mata elang sedang menatapnya tidak suka karena memberikan ' perhatian ' kecil yang Damian anggap adalah sebagai salah satu kewajibannya . Lagipula ia berpikir jika Sean pasti ingin bicara pada istri pertamanya yang berada dalam kamar rawat .


Sean meraih tangan Lana yang sudah ingin melangkah pergi .


" Ada apa ?? Kau ... Eh maksudnya anda juga sedang menginginkan sesuatu !? " gugup Lana karena pegangan tangan Sean yang kali ini terasa lembut , atau memang pria itu hanya akan menjadi iblis jika sedang ada berdua dengannya saja .


Tapi sesaat kemudian Sean menyodorkan sebuah kartu padanya .


" Bawa ini untuk keperluanmu atau keperluan Darrell nantinya .... "


" Ehhmm ... tidak perlu , aku membawa sendiri !! Aku tidak akan mengemis padamu hanya untuk membeli minuman " kata Lana yang melihat sorot tidak suka dimata suaminya . Dia mengira jika Sean sedang berusaha menghinanya dengan memberi kartu di depan orang lain .


Damian menghela nafasnya , nyonya kedua Alexander memang sangat pandai membuat suasana menjadi panas . Sepertinya sebentar lagi akan ada sesuatu meledak .


" Aku sendiri yang akan mengantar wanita tak tahu diri ini ! Kau jaga Darrell ... " ketus Sean menarik tangan Lana dan melangkah pergi keluar dari rumah sakit .