
" Kiss me ... hurry !! "
" Ap ...... Emmpphhttt !! "
Belum sempat mendengar penjelasan benda kenyal kemerahan itu sudah membungkam bibir Damian . Hanya menempel , tapi efek ciuman itu cukup dahsyat hingga membuat seluruh otot dan sendi pria itu menegang sempurna . Apalagi parfum aroma buah wanita di pangkuannya semakin membuat otak Damian seolah menjadi benang kusut yang nyaris mengikat bibir itu agar lebih dalam menciumnya .
Beberapa detik kemudian bibir itu melepas kecupannya , mata bulatnya mengerjab dengan menengok kanan dan kiri seolah sedang mencari seseorang . Dan ketika seorang pria melintas di depan mobil milik Damian dengan tanpa dosa ia kembali mengecup bibir pria dibawahnya agar sosok itu tak melihat wajahnya .
" Kau sendiri yang mulai Nona ... " batin Damian geram , dengan beraninya gadis di atasnya menantangnya dengan sudah memberikan dua kali kecupan untuknya .
Dan kali ini kecupan itu benar benar berubah menjadi sebuah ciuman karena Damian menempatkan satu tangannya untuk menekan kepala gadis itu agar tetap berada di posisinya sekarang . Rasa manis bibir itu membuat Damian semakin bersemangat untuk bermain diatasnya .
" Lepaassshhh .... " Ranaa berusaha melepaskan tautan bibir mereka yang mulai dalam , selain sudah kehabisan nafas ia juga masih asing dengan pria dibawahnya .
" Pria itu masih ada di depan mobil kita , aku tak keberatan jika harus membuka pintu dan membiarkanmu keluar menemuinya "
" Hissshhh .... "
Ranaa mendengus kesal karena merasa Damian sudah menjebaknya , tapi bukan sepenuhnya salah pria itu karena tadi ia yang lancang masuk ke mobil tanpa ijin terlebih dahulu . Sekali lagi hobi fotografinya membuatnya harus di kejar kejar orang lagi .
Ranaa tidak lagi mencium Damian seperti tadi , tapi ia memeluk erat dan menenggelamkan kepalanya pada ceruk leher pria itu . Wanita itu tidak menyadari jika yang ia lakukan sekarang mempunyai efek yang lebih hebat , naluri Damian membuat otak jahatnya sedang berpikir untuk membuat gadis di atasnya terkapar di bawahnya . Tapi logikanya berusaha untuk membuat otaknya normal kembali .
Dulu Damian pernah menikah , saat itu dia masih menjadi tentara yang mengabdi pada negaranya . Selama dua tahun dia ditugaskan di daerah perang dan ketika pulang ternyata hal tak diduga ada di depan matanya . Istri tercintanya menyambutnya dengan membawa bayi berumur dua bulan dan bersujud minta maaf di bawah kakinya . Wanita yang ia cintai sepenuh hati mampu mengkhianatinya .
Ada rasa kecewa di hatinya , tapi ia tak pernah membenci siapapun untuk hal yang sudah terjadi . Hingga ia memutuskan untuk pergi menjadi tentara bayaran dan seiring berjalannya waktu ia dipertemukan oleh keluarga Alexander . Di sana ia benar benar menjadi manusia baru yang belajar semua dari nol . Sampai akhirnya dia dipercaya untuk menjadi orang kedua di perusahaan raksasa Alexander Corp .
Suara lirih itu membuyarkan semua lamunannya , hampir saja ia lupa diri dengan semakin menguatkan rengkuhannya pada pinggang gadis itu .
" Kau bilang apa tadi !? "
" Tidak ... tapi terimakasih sudah mengijinkan aku sejenak disini . Aku pergi !! " ujar Ranaa yang tak lagi melihat pria yang tadi mengejarnya . Gadis itu turun dari pangkuan Damian kemudian berusaha membuka pintu agar bisa keluar dari mobil .
" Buka pintunya ... aku mau keluar !! "
" Kau pikir para pria itu sudah pergi jauh dari sini ?? Kenapa kau selalu saja mencari masalah !? Tidak bisakah kau mengambil gambar yang tidak membahayakan nyawamu ?? " kata Damian kesal karena gadis itu dengan mudahnya datang dan pergi seenaknya tanpa menyadari bahwa mereka tadi sudah berciuman .... Ya ini adalah ciuman pertamanya setelah sekian tahun berpisah dengan istrinya .
" Mana aku tahu jika itu berbahaya !! Tadi aku hanya mengambil gambar seorang pria tua yang sedang makan siang dengan gadis muda ... mungkin cucunya . Apa yang salah ?? Jarang jarang sekarang ada kasih sayang seperti itu !! " sahut Ranaa tak mau disalahkan .
" Ceroboh .... Aku antar kau ke kediamanmu dan aku harap jangan keluar dia atau tiga hari ini "
" Tapi .... "
" Atau kau mau namamu akan segera tertulis di batu nisan ..... "
Damian tahu yang menjadi obyek foto gadis disampingnya pasti bukan orang biasa . Pria itu pasti adalah orang ternama di negeri ini dan gadis yang dikira cucunya adalah gadis gadis muda yang terlibat pada prostitusi ilegal yang dibawahi langsung oleh gangster ataupun mafia .
Berurusan dengan mereka bukanlah hal yang baru , tapi tetap saja butuh waktu agar para gangster itu tahu jika Ranaa ada di bawah lindungannya .