Trapped By The Devil

Trapped By The Devil
58



" Sekarang makanlah dulu dengan kenyang karena tiga jam lagi anda akan berpuasa " kata Lana karena dari sore tadi Darrell tak mau menyentuh makanannya , mungkin anak itu sangat gugup karena besok pagi adalah operasi penentuan hidupnya .


" Ckk tapi aku tidak berselera , aku tidak suka makanan rumah sakit . Aku ingin steak buatanmu Lana , boleh ?! " ujar Darrell merajuk , makanan rumah sakit rasanya sangat berbeda dengan masakan pengasuhnya . Walau sama sama makanan sehat tapi masakan Lana terasa lebih bisa diterima oleh perut dan lidahnya .


" Tapi ..ehhmmm "


Seharian ini Sean atau Damian tidak berada di rumah sakit , dua pria itu disibukkan dengan kegiatan perusahaan . Jika salah satu pria itu ada mungkin saja ia bisa minta untuk meminjam sebentar dapur rumah sakit agar bisa membuat makanan yang diminta putra sambungnya .


Dan sangat tidak mungkin pulang meninggalkan Darrell sendirian di tempat ini karena Sean akan marah besar karena mengira ia mengabaikan tugasnya


" Anda tunggu di sini sebentar, saya ingin menemui seseorang ... " ujar Lana , dia masih ingat jika pria itu berjanji akan datang ikut menjaga Darrell setelah selesai urusan pekerjaannya . Jika sudah datang maka ia akan meminta Damian mengantarnya ke dapur rumah sakit sebentar .


Dan wanita itu bisa bernafas dengan lega karena pria yang ia maksud sudah terlihat duduk di kursi depan ruang rawat .


" Apa aku boleh minta tolong padamu sebentar ?! "


Damian yang tadinya sedang berbincang dengan salah satu penjaga segera berdiri dan mengangguk pelan ketika melihat istri kedua sang atasan sedang mengajaknya berbicara .


" Apa yang bisa saya bantu Nyonya !? " tanya Damian dengan arah pandangan kebawah , dia tahu benar walaupun terlihat sangat membenci istri keduanya Sean sangatlah over protektif dengan apapun yang sudah diklaim sebagai miliknya .


" Darrell ingin makan steak ... "


" Baik ! " sahut Damian sebelum Lana menyelesaikan kata katanya , ia mengira jika wanita di depannya ingin dibelikan steak yang banyak dijual di restoran yang ada di depan rumah sakit .


" Ckk dengarkan aku dulu !! Darrel ingin makan steak buatanku , maksudku apakah bisa kau mengusahakan agar aku bisa meminjam dapur rumah sakit sebentar !? "


" Tentu saja , mari ikut saya ... "


Lana tersenyum senang karena pria didepannya itu sangat bisa diandalkan .Tak sia sia pria sangar itu menjadi tangan kanan Alexander karena bisa melakukan apapun dengan tanpa banyak kesulitan .


Tanpa banyak bertanya Lana segera mengikuti langkah pria itu , dan ajaibnya dia bisa mengambil semua yang ia perlukan langsung dari lemari pendingin besar yang dipunyai rumah sakit seolah merekalah pemiliknya .


" Apa tidak apa apa jika kita ambil ini semua ? Aku tidak mau berurusan dengan sekuriti setelah selesai membuat steak untuk Tuan Muda "


" Rumah sakit ini milik suami anda jadi artinya semua yang ada di dalamnya juga adalah milik anda " jawab Damian dengan nada datar .


" Hahh ... a-apa !! "


" Apa yang bisa saya bantu , tidak baik jika kita tinggalkan Tuan Muda terlalu lama "


" Tapi saya tidak bisa meninggalkan anda .. " sahut Damian menyalakan kompor dan membantu Lana agar lebih cepat membuat sausnya , setelah selesai Damian segera mengambil alat pemanggang dan meletakkan dua irisan besar daging . Sebagai mantan tentara ia sudah terbiasa hidup mandiri dan membuat makanan untuk dirinya sendiri . Dan kebetulan dia juga sangat menyukai steak .


" Kenapa ada dua dagingnya ?? "


" Saya rasa anda pun butuh makan lebih banyak , ehmmm maksud saya ... anda pasti lelah menjaga Tuan Muda Darrell seharian ini !! "


Lana hanya diam setelahnya , entah ... tapi sorot mata pria itu seperti tahu sesuatu akan dirinya . Tapi ia mencoba mengabaikannya karena sangat tidak mungkin jika tangan kanan suaminya itu tahu tentang kehamilannya .


Mereka segera kembali ke kamar setelah dua piring daging steak dengan ukuran jumbo sudah berhasil mereka buat . Dan Darrell sangat antusias ketika melihatnya .


" Amazing ... itu terlihat sangat enak Lana !! Ayo makan bersamaku " seru Darrell segera mengiris daging didepannya dan menikmatinya .


" Enak ?? "


" Enak sekali , terimakasih Lana ! "


" Ucapkan terimakasih juga pada Uncle Damian karena tadi dia juga membantuku membuatnya " kata Lana yang tahu Damian masih berdiri di belakangnya .


" Terimakasih Uncle ... ini enak sekali "


" Sama sama Tuan Muda , saya hanya membantu mengiris bawang tadi " setelah tersenyum Damian segera keluar dari ruangan itu .


Lana yang sudah menghabiskan separuh steak di piringnya segera beranjak karena mendengar berkali kali notif pesan terkirim di ponselnya yang ada di dalam tas selempangnya .


Dan matanya terbelalak ketika melihat semua gambar yang terkirim padanya .


" Oh God ... Cath !!! "


" Lana kau akan kemana !? " tanya Darrell yang melihat pengasuhnya seperti akan keluar dari kamar dengan terburu buru .


" Anda habiskan makan malamnya , saya hanya ingin mencari minuman dingin sebentar ... "


*


Sementara itu di sebuah resort mewah Sean yang baru saja selesai meeting dengan kliennya juga tampak terkejut dengan bertubi tubi bunyi notif pesan yang terkirim di ponselnya . Dia berpikir mungkin Damian mengirimi dia pesan bersangkutan dengan pekerjaan atau keadaan putranya . Tapi betapa terkejutnya pria itu ketika apa yang dilihatnya tidak berhubungan sama sekali dengan Darrell ataupun pekerjaannya .


" Mereka ... bangsat !!! "