Trapped By The Devil

Trapped By The Devil
60



Beberapa jam sebelumnya ....


Cath sedikit kaget ketika setelah selesai mengajar di kelas Jakob tampak memberikan isyarat dengan matanya seolah agar ia tetap tinggal di kelas . Dan dia terpaksa meminta teman temannya untuk meninggalkannya , dan beruntung mereka mengerti jika kencan sesaat beberapa waktu lalu sepertinya akan berlanjut menjadi kencan yang lebih serius .


" Ada apa ?! " tanya Cath sedikit salah tingkah karena tatapan dosen itu seperti sedang menelisik dirinya .


" Ada perubahan acara sayang , besok adalah hari anniversary pernikahan salah satu teman yang ikut dalam touring motor yang sudah direncanakan . Kami memajukan acaranya dengan berangkat siang ini juga ke resort agar besok malam kami bisa mempersiapkan acara untuk mereka . Jika tidak bisa maka aku tidak bisa memaksa , tapi jika kau ikut maka hari ini aku akan menjemputmu ! "


" Tentu saja aku ikut !! Pasti akan menyenangkan membuat perayaan untuk temanmu itu . Ehhmmm ... tapi jangan jemput aku di rumah , kita bertemu di kafe depan kampus saja bagaimana !? " kata Cath yang tak mungkin membiarkan salah satu orang tuanya mengetahui jika ia sedang berkencan dengan pria yang jauh lebih dewasa darinya .


" Tidak apa apa sayang ... Aku paham ! Istriku sedang ada di Maldives bersama teman temannya jadi jangan khawatir soal dia " kata Jakob dengan hati bersorak senang , rencananya untuk mendapatkan Lana akan segera terwujud .


" See you ... " Cath melambaikan tangannya ketika Jakob keluar dari ruangan , dan dia sendiri segera pulang untuk persiapan . Dia harus tampil sempurna agar dosen idolanya itu akan jatuh dalam pesonanya .


Setelah sampai dirumah Cath segera menyiapkan semuanya , sengaja ia hanya membawa sebuah lingerie saja karena berpikir bisa membeli baju ganti di area resort . Tak lama setelah sampai di kafe mereka segera berangkat dengan iring iringan motor cukup banyak .


" Kau semakin tampan dengan jaket kulit dan jeans yang kau kenakan ! "


" Terimakasih sayang , kau juga sangat cantik ... seperti biasanya !!! " sahut Jakob mencium satu tangan Cath yang sudah duduk di jok motornya .


Menjelang malam mereka baru tiba di area resort yang mereka tuju . Karena sudah lelah maka masing masing pasangan segera menuju kamar agar bisa beristirahat .


" Kau keberatan jika aku hanya menyewa satu unit untuk kita berdua ? Kau bisa tidur di kamar dan aku bisa tidur di sofa depan , maaf aku tidak mungkin ke unit sebelah karena semua berisi pasangan seperti kita juga "


" Tidak apa apa ... " jawab Cath sambil mengagumi unit resort yang menjadi tempat menginapnya malam ini . Ukurannya memang tidak terlalu besar . Hanya ada ruang menonton televisi yang sekaligus digunakan untuk ruang tamu , dapur mini dan satu kamar tidur dengan ranjang king size dengan kamar mandi di dalam . Tapi semua yang terpampang dimatanya terasa sangat mewah , penataan warna dan furniture yang tidak berlebihan membuat suasana terasa sangat elegan .


" Mandilah dulu , tenang saja aku akan disini sambil menonton televisi " ujar Jacob meraih tas ransel kecil yang di bawa Cath dan diletakkan di atas meja . Pria itu mulai membuka jaket yang dikenakan wanita di depannya dan mengendus leher jenjang itu .


Cath diam terlampau menikmati hembusan nafas hanya yang menyapu leher dan area dada atasnya . Jacob memang sudah sangat ahli menyentuh titik titik terlemahnya . Bahkan ia diam ketika pria itu sudah melepas satu demi satu kemeja crop motif kotak yang dipakainya .


" Do the same ... Kau juga boleh membuka apapun yang menempel di tubuhku . Kita buat skornya sama "


Setelah membuat pasangannya polos sempurna mereka akhirnya segera masuk ke dalam kamar menuju kamar mandi . Suara jeritan dan d*sahan Catherine bisa menggambarkan betapa Jacob mampu membuat wanita muda itu terbang ke nirwana .


Belum puas setelah dari kamar mandi mereka memindah permainan di atas ranjang , hingga kemudian berhenti karena sang wanita mengeluh lapar . Setelah menuntaskan permainan terakhirnya Jakob merebahkan dirinya di samping Cath yang sudah terlihat tak berdaya . Jakob benar benar membuat dirinya bertekuk lutut dalam buaian permainan panasnya .


" Kau lapar sayang ? Sebentar aku pesan lewat layanan kamar , tapi untuk mengganjal perut aku bisa mengambil sebuah apel dan minuman dingin untukmu "


Ketika berada di dapur terlihat pria itu menaburkan bubuk putih di dalam minuman dingin yang di bawanya untuk Cath .


" lni akan membuatmu tidur sangat nyenyak sayang .... dan aku yakin dia akan datang sebentar lagi " gumamnya dengan seringaian licik , karena setelah memberi minuman yang sudah di beri obat tidur dia akan menggunakan ponsel Cath untuk bisa memaksa Lana datang ke tempatnya . Dan Jakob yakin Lana akan melakukan segalanya untuk sahabatnya itu .


*


Sementara itu orang orang suruhan Hans yang melihat wanita yang mereka awasi keluar dari rumah sakit tanpa penjagaan segera melapor lewat sambungan telepon .


" Halo Tuan Hans , kami melihat pengasuh itu keluar dari rumah sakit bersama supirnya . Apa perlu kami ikuti dan selidiki !? Tapi sepertinya akan memakan banyak waktu dan tenaga , maaf tapi kami hanya di bayar untuk dua hari ini .... "


" Tidak usah bertele tele aku akan bayar kalian tiga kali lipat tapi jika kalian bisa menyingkirkan wanita itu . Semua bukti yang bisa menyingkirkannya sudah aku kantongi , jika aku habisi dia maka dengan mudah Damian juga akan tersingkir . Tidak ada yang akan menyangkal kebenaran foto foto itu . Dan Sean Jayde Alexander akan lemah tanpa di dukung tangan kanan sialan itu " ujar Hans .


Dia hanya ingin posisi putranya amsn di keluarga Alexander . Jika orang orang seperti Damian ia singkirkan berarti memperkecil kemungkinan Sean untuk tahu kebenarannya . Bahwa Darrell adalah putra hasil perselingkuhannya dengan Nyonya Alexander .