Trapped By The Devil

Trapped By The Devil
55



Lana menatap langit langit kamar , saat ini ia sedang merebahkan tubuhnya di sofa panjang yang ada di kamar rawat Darrell . Setelah kabar kehamilannya separuh otaknya seakan tak bisa digunakan untuk berpikir lagi .


Jika saja janin yang ada di perutnya kini hadir karena cinta maka mungkin saja ia akan merasa sangat bahagia . Tapi nyatanya janin itu hadir karena kebencian suaminya sendiri . Dia hanyalah mesin yang digunakan untuk melahirkan pewaris pewaris Alexander , miris tapi itulah kenyataannya !


Wanita itu memejamkan matanya dengan dua tangan ia letakkan di atas perutnya . Seakan ingin merasakan kehidupan baru yang dihadirkan untuknya . Ada rasa gugup karena sangsi pada dirinya sendiri , akankah ia akan bisa menjadi seorang ibu yang baik untuk janin yang kini dikandungnya .


Lana tak pernah ingin menjadi seperti Tiffany yang bahkan tidak pernah menganggap kehadiran putranya sendiri . Tapi akankah ia kuat bertahan mencintai anaknya ketika gempuran gempuran kebencian Sean terus saja membayangi setiap detik dalam hidupnya .


TINNGGG ....


Lana menoleh ke arah ponsel yang tadi ia letakkan di atas meja , terdengar notif pesan dari benda itu . Dia segera mengambilnya karena berpikir mungkin saja Cath yang sedang mengiriminya pesan . Hari ini sudah berkali kali sahabatnya itu mengiriminya pesan sekedar menanyakan keadaannya .


Tapi kemudian matanya memicing ketika tidak mengenal nomor yang tertera diponselnya .


Selamat malam bidadari , ini adalah salah satu malam yang sangat menyiksa karena rasa rinduku seperti sedang menjerat leherku dan menusuk jantungku hingga aku merasa kematian datang padaku . Apakah kau juga merasakan hal yang sama ? Kau akan menjadi milikku .... Aku yakinkan pada dunia jika diriku akan segera memiliki dirimu ... seutuhnya .


" Dasar gila ... Apa apaan ini !! " lirih Lana yang langsung meletakkan ponselnya tanpa sedikitpun memikirkan soal apa yang barusan ia baca . Sepertinya setelah setiap hari menghadapi kegilaan suaminya Lana menjadi biasa ketika menghadapi kegilaan orang lain .


Yang ia butuhkan sekarang hanyalah tidur dan berharap ketika bangun ini semua hanyalah mimpi . Berharap hasil pemeriksaan besok berbeda dengan hasil pemeriksaan dokter umum yang tadi sempat memeriksa kondisinya .


*


Sementara malam ini Catherine sedang bersorak senang karena setelah kencan sekilasnya siang tadi dengan dosen teseksi di kampusnya , sekali lagi pria itu mengundangnya makan malam di private room yang ada di sebuah restoran mewah .


Pria itu kembali mengundangnya dengan alasan agar hubungan mereka menjadi lebih dekat karena lusa mereka akan pergi touring bersama ke pantai . Jacob mengatakan akan lebih menyenangkan pergi bersama jika hubungan mereka sudah akrab , tak canggung lagi .


Dengan dress seksi berwarna hitam wanita itu segera melangkah menuju ruangan di mana Jakob sudah menunggunya . Dia sengaja menolak ketika Jakob ingin menjemputnya tadi karena ia tak ingin mendapat interogasi dari kedua orang tuanya tentang siapa pria yang menjemputnya . Jakob adalah pria beristri , keluarganya pasti tidak akan setuju jika pergi dengan pria yang sudah mempunyai seorang wanita di sisinya .


" Hai Jacob ... maaf jika kau lama menunggu , jalanan sedikit macet malam ini " sapa Cath yang langsung tersenyum lebar ketika Jakob bangkit dan berjalan ke arahnya .


" Dan bibirmu sangat manis , mengecupmu saja sudah semanis ini apalagi jika ... aahhh sudahlah aku adalah gurumu . Bagaimana aku berpikir yang tidak tidak ! "


Setelah keduanya duduk Jakob memencet bel agar pelayan datang untuk mencatat pesanan mereka . Hatinya tersenyum menang ketika melihat semburat merah di pipi mahasiswa cantik yang kini ada di depannya . Sepertinya kata kata manis yang ia ucapkan tidak sia sia .


" Memangnya apa yang sedang kau pikirkan ? Dan apa yang kau maksud dengan ' yang tidak tidak ' . Dan kau adalah guruku hanya ketika kita ada di dalam kampus , aku benarkan ?! "


Dengan berani Cath duduk di meja tepat di depan Jakob , tapi sesaat kemudian pindah ke pangkuan pria itu ketika dengan pelan Jakob menepuk nepuk pahanya sendiri .


" Dari awal aku mengajar di kelasmu aku sudah tidak bisa memalingkan diriku dari kecantikanmu ... kau sungguh sempurna Cath !! "


" O ya ? Tapi aku sempat mengira jika kau menyukai Lana "


" Aku tidak suka ikan yang berdarah dingin " jawab Jakob yang membuat gadis dipangkuannya tertawa kecil . Jakob tetap mengeratkan rengkuhannya ketika seorang pelayan masuk untuk mencatat pesanan mereka .


Setelah pelayan itu keluar dengan berani satu tangan Jacob sudah menyusup di area bawah mini dress , dengan cepat jari jarinya mengelus lembut sesuatu di balik kain segitiga berenda yang melapisinya .


" Akkhhhhh.... "


" Kau keberatan ?? "


" Tapi ini di restoran , bagaimana jika mereka masuk mengantar pesanan !? Euugghh ... " lirih Cath yang masih memejamkan matanya menikmati sensasi sentuhan jari jari Jakob .


" Aku sengaja memesan banyak makanan , butuh lebih dari setengah jam agar mereka bisa menyiapkan semuanya . Kau indah sayang .... "


Jakob menyeringai ketika berhasil merebahkan tubuh Cath di atas sofa panjang yang sedang mereka tempat dan dengan gerakan cepat ia berhasil melepas kain segitiga berenda warna hitam yang menghalangi pandangannya .


Dan Cath hanya pasrah ketika mulut dan lidah pria itu sudah menguasai pusat tubuhnya . Mungkin orang akan menganggap ia gila !! Bisa bisanya ia menyerahkan diri pada pria yang baru ia kenal .Tapi dari awal melihat dosen pengganti itu dia memang sudah merasa tergila gila .