Trapped By The Devil

Trapped By The Devil
4



" Aaakkhhhhh .... " desis Lana ketika membuka matanya , dia merasa seperti putri tidur yang baru bangun setelah seribu hari berbaring di peti kaca . Seluruh sendi di tubuhnya terasa nyeri , badannya terasa sangat dingin dan ia seperti tak bisa mengangkat kepalanya yang sangat berat .


Lana terkejut ketika mendapati dirinya tidur di atas lantai dengan masih mengenakan baju pengantinnya . Samar ia mengingat kejadian sebelum ia menutup matanya semalam . Sean telah menghempaskan tubuhnya ke lantai dan mungkin pergi meninggalkannya ketika ia pingsan .


" Dasar pria brengsek !! " rutuk Lana , bisa bisanya pria itu membiarkan dirinya tergeletak di lantai semalaman tanpa berinisiatif untuk mengangkatnya di ranjang . Setidaknya ia tidak bangun dalam keadaan badan dingin seperti yang dirasakan kini . Monster itu benar benar seorang lblis yang tidak punya perasaan .


Tapi semangatnya kembali menyala ketika indera penciumannya menghirup bau wangi teh camomile dan bau manisnya roti coklat kacang . lblis itu ternyata masih mempunyai perasaan dengan memberinya makanan , mungkin saja dia tak ingin melihatnya mati sia sia di kamar ini . Bukankah lblis yang sudah menjadi suami sahnya itu belum menyentuhnya !?


" Ya Tuhan ... " Lana menggeleng gelengkan kepalanya karena terus saja berpikir tentang malam pertama , padahal ia bisa jelas jelas melihat jika pria itu terlihat sangat membencinya . Tak mungkin pria itu menginginkan tubuhnya , hal itu mungkin sedikit melegakan untuknya .


Sean Jayde , tak ada seorang pun hawa yang mampu menolak pesonanya . Kombinasi dari wajah tampan dan tubuh sempurna dengan warna kulit perunggu . Warna mata hitam legamnya seperti mampu menenggelamkan wanita manapun dalam kuasanya . Pria itu seperti wujud Apollo , dewa Yunani yang pernah ia baca di sebuah buku ensiklopedi .


Dengan sekuat tenaga ia mencoba bangkit menuju kursi sofa di samping ranjangnya . Yang ia inginkan sekarang adalah beranjak dari lantai sedingin es itu dan bersandar di kursi untuk menikmati hangatnya secangkir teh dan nikmatnya serius roti coklat kacang .


Lana mengabaikan badannya yang sedikit risih karena semalaman tidak mengganti bajunya , seperti orang kelaparan dia segera menghabiskan semua yang tersaji di atas nampan . Walau belum kenyang tapi setidaknya tenaganya sudah mulai pulih , rasa pusingnya pun sudah sedikit berkurang . Setelah merasa jauh lebih baik kemudian Lana berjalan menuju koper bajunya , dia ingin segera membersihkan diri agar bagannya kembali segar .


Agar tidak memakan waktu Lana memilih untuk mandi di bawah shower , setelah susah payah membuka gaun panjang dan seluruh kain yang menempel di tubuhnya wanita itu segera menyalakan air . Dua tangannya bertumpu di dinding dengan sedikit mendongakkan kepalanya yang terkena siraman air . Lana benar benar ingin merasakan setiap tetes air yang mengenai tubuhnya .


Puas dengan pijatan lembut air yang mengucur dari shower Lana segera mematikan kran air dan satu tangannya meraih botol sabun yang tadi sempat ia lihat berada tepat disampingnya . Tapi betapa terkejutnya dia ketika tiba tiba merasakan dua tangan meraih pinggangnya dan sedikit menariknya ke belakang hingga tubuhnya menempel sempurna pada tubuh yang ada di belakangnya .


DEGGHHHH .... DEGGHHHHH


" B*jingan .... lepasshhhh !!! "


Lana sangat mengenal aroma tubuh monster arogan itu !! Dia tidak bodoh untuk mengetahui jika Sean dalam keadaan yang sama sama polos sepertinya , dan Lana juga tahu benar benda apa benda yang mendesak punggung bawahnya . Benda tumpul yang sangat keras tapi terasa lembut di kulitnya . Tubuhnya meremang ketika benda itu seperti sengaja menggesek kulitnya .


" Ya aku adalah bajingan yang sudah menjadi pemilik tubuh dan jiwamu ... Mereka menjualmu padaku . Apa kau lupa itu !!? "


Awalnya Lana ingin membalikkan badan kemudian menampar atau memukul pria yang sudah bicara keterlaluan itu , tapi apa daya pria itu sudah mengunci tubuhnya . Satu tangan Sean melingkar erat diperut ratanya sedangkan satu tangan yang lain menarik rambutnya ke belakang hingga kepalanya mendongak dan pria itu bebas merasai setiap jengkal leher dan tengkuknya .


" Akkhhhhhh .... "


Lana menyumpahi dirinya sendiri yang tak bisa menyembunyikan suaranya ketika satu demi satu Sean membuat jejak di sepanjang leher dan tengkuk belakangnya . lblis itu benar benar pandai membuatnya merasa melayang walau sudah sekuat tenaga ia menolak semua sensasi rasa yang pria itu berikan .


" Tidak ... Jangannnhhh !! "


Reflek tangan Lana mencegah satu tangan Sean yang mulai menuruni perutnya , dia tahu kemana tangan kurang ajar itu menuju . Nafasnya terengah engah mencoba menghadapi semua gulungan rasa dan agar bibirnya bungkam tak mengeluarkan suara suara lucknut yang pasti membuat pria itu tersenyum menang .


" Perlu aku ingatkan lagi !! Kau milikku .... kau adalah budakku !! Kau sangat tahu apa yang bisa aku lakukan jika kau tidak bersikap layaknya budak untukku ... "


Lana mengepalkan kedua tangannya . Tubuhnya sungguh ingin memberontak tapi ia sadar jika ia tidak bisa berbuat apa apa . Lana tahu jika pria itu bisa melakukan apa saja jika ia menolaknya , nyawa kedua orang tuanya mungkin ada di ujung tanduk .


Dan ia semakin membenci dirinya sendiri ketika ia malah semakin menikmati permainan jari iblis itu di bagian pusat tubuhnya . Lana menggelepar ... memekik cukup keras ... Hingga dadanya membusung karena tak bisa lagi menahan rasa itu .


Dia benci rasa ini , dia benci ketika respon tubuhnya berbanding terbalik dengan kemarahan yang ada dihatinya . Dia sungguh membenci iblis itu !!