Trapped By The Devil

Trapped By The Devil
83



Beberapa jam sebelumnya.....


Kimmy berdecak kesal karena telah beberapa kali mendengar suara bel pintu apartemennya berbunyi . Padahal jam sudah sudah menunjukkan waktu tengah malam . Dia yakin hanya orang orang tertentu saja yang punya nyali bertamu di unit apartemen miliknya pada dini hari seperti ini .


Tapi sebentar kemudian hatinya kembali tenang karena suara bel tidak lagi terdengar . Sepertinya si tamu sudah menyerah karena tidak segera ia bukakan pintu . Wanita yang baru saja turun ke dapur untuk mengambil air minum itu langsung berjalan ke arah tangga bermaksud kembali ke kamarnya .


Tapi betapa terkejutnya ketika sudut matanya menangkap sebuah bayangan di ruang tamunya . Dengan segera dokter cantik itu meraih sapu yang kebetulan ia lihat di bawah tangga , setidaknya benda itu cukup keras untuk ia jadikan senjata .


Kim menyesal karena tadi sudah mematikan lampu diruang tamunya , ia terlalu menuruti nasehat neneknya yang selalu berkata agar bisa hemat energi dan memangkas pengeluarannya untuk membayar listrik . Neneknya yang juga merupakan seorang dokter selalu berpesan agar perantauan seperti dirinya bisa mengatur pengeluaran hidupnya .


Ya dirinya adalah seorang ' perantauan ' sejak memutuskan memiliki dan menjalankan rumah sakitnya sendiri tanpa ada bayangan kebesaran nama keluarganya . Dia ingin menjadi dunia mengenalnya hanya sebagai Dokter Kimberly , bukan sebagai salah satu pewaris keluarga Brown .


" Ckk letakkan sapunya karena itu tak cukup untuk bisa menumbangkan aku ..... "


DEGGHHHH ...


Kimmy meletakkan sapu ditangannya , ia sangat mengenal suara bariton yang ia dengar . Suara seorang pria yang tak pernah bosan untuk mengganggu hidupnya . Bahkan pria itu sengaja menjalin kerjasama dengan perusahaan raksasa sekelas Alexander hanya agar bisa sering berkunjung di negara ini .


" Kau apakan pintuku !? Tidak bisakah kau menunggu di luar sampai aku membukanya ?? " kesal Kim yang kemudian menyalakan lampu ruang tamu , dugaannya benar ... Seorang pria tampan sedang duduk dengan sebuah senyum untuknya .


" Tidak ada tanda tanda jika kau akan membukanya sayang " sahut Prabu tertawa kecil melihat betapa menggemaskannya gadis dengan bibir mengerucut yang sedang berdiri menjulang di depannya .


" Duduklah jika kau tidak mau aku menerkam tubuhmu sekarang juga , atau kau memang sengaja memamerkan lekuk tubuhmu di dalam baju tidurmu itu "


" Ya Tuhan ... dasar mesum !! " Kim langsung mendekap dua asetnya yang menggantung tanpa penyangga itu . Sudah menjadi kebiasaan jika tidur ia tak pernah menggunakan penyangga untuk lebih memperlancar aliran darahnya . Prabu pasti sempat melihat semuanya karena ia hanya mengenakan dress satin model tali dengan panjang dua jengkal di atas lututnya .


" Duduklah karena aku ingin bicara denganmu , dan tidak usah bersusah payah menutupinya karena cepat atau lambat semua akan menjadi milikku " ujar Prabu sengaja menggoda gadis yang sejak kecil sudah menjadi kesayangannya . Pria itu menggeleng gelengkan kepalanya ketika Kim meraih jas miliknya yang tadi ia sampirkan di sandaran sofa .


" Jangan bahas itu lagi , Kak Prabu sudah tahu jika aku ingin mengejar karir terlebih dahulu ! Kita sudah bicarakan ini berkali kali bukan ? Ehhh .... "


Dokter cantik itu kaget ketika dua tangan kekar Prabu sudah meraih pinggangnya agar duduk di pangkuannya .


Prabu Endaru Adipraja




" Tadi ada seorang suami yang minta tolong padaku , dia ingin melihat istrinya yang terbaring sakit di rumah sakit milikmu . Bisa saja dia melakukan semua hal agar keinginannya terpenuhi , tapi ia menghormati keluargamu sayang ! Dia ingin bertemu dengan cara baik baik , dan dia juga berjanji hanya akan melihatnya saja . Dia akan memperlihatkan dirinya ketika sang istri yang memintanya .... "


" Sean Jayde ... Apa kau sedang berbicara tentang dia ?? Pria bodoh yang dengan teganya menyakiti istrinya sendiri dengan alasan cemburu buta !! " ujar Kimmy penuh nada sinis , ia tak habis pikir kenapa semua pria yang mencintai pasangannya harus melakukan hal bodoh seperti itu .


" Aku merindukanmu sayang ... Awwwsshh ! " desis Prabu ketika sebuah cubitan mendarat keras di lengannya .


" lni tidak ada hubungannya dengan apa yang baru kita bahas !! Aku tidak akan mengijinkan dia , terlalu beresiko untuk kesehatan ibu dan janin jika pria itu tak bisa mengendalikan dirinya ! Ckk lepaskan aku , biarkan aku duduk sendiri !! Aku bukan anak kecil lagi Kak "


Tapi sepertinya pria tampan itu sudah terganggu pendengarannya , ia malah semakin mengeratkan tangannya di pinggang ramping Kimmy . Aroma tubuh gadis diatasnya seperti candu yang bisa menenangkan hatinya , bahkan rasa lelahnya setelah beberapa jam di atas pesawat seketika seperti hilang begitu saja .


" Mereka saling mencintai , dia punya hak untuk menemui istrinya sayang ! Lagipula Tuan Sean sudah berjanji hanya akan melihatnya sebentar , dia tidak akan membahayakan istri ataupun anaknya . Beri dia kesempatan "


Kimmy tampak berpikir sebentar tapi kemudian dia berusaha beranjak dari pangkuan pria yang sudah dari kecil menyatakan diri menjadi pemiliknya .


" Lepas dulu ihhhh !! Aku mau ambil ponsel agar bisa menelpon kepala keamanan untuk mengijinkan temanmu itu melihat istrinya " kata Kim yang merasa hal itu bisa menjadi sebuah alasan agar bisa lepas dari jerat pria tampan dibawahnya .


" Tetap ditempatmu sayang karena aku sudah melakukannya .... "


" Ckk kebiasaan !!! "


" Bisakah aku mendapat satu ciuman selamat malam sebelum kau pergi ke atas untuk tidur !? "


Kim menggeleng keras , ia tahu Prabu tidak akan pernah melebihi batasannya . Tapi mereka adalah dua orang dewasa yang mempunyai hasrat , dan suasana sepi ini akan membuat setan lebih gencar menggoda mereka untuk meraih kenikmatan sesaat .


" Tidak mau ... "


" Hanya sebuah ciuman ... dan aku memaksa !! "


" Emmpphhttt !! "


Maaf jika part yang ini tidak menceritakan tokoh utama , ini hanya menjawab pertanyaan reader bagaimana bisa Sean bisa masuk ke kamar rawat Lana . Dan Emak juga tidak akan membahas lebih lanjut hubungan penerus Adipraja ataupun Brown di novel ini . Terimakasih untuk semua reader yang sejauh ini sudah terus mendukung karya karya Emak . Jangan lupa goyang jempol , vote and komen biar lebih rame ... Love you all šŸ™šŸ™šŸ˜˜šŸ˜˜šŸ˜˜ā¤ļøā¤ļøā¤ļøā¤ļø