
Damian membuka matanya ketika merasakan seseorang sedang mengawasinya , pelatihan militer yang pernah ia jalani membuatnya sangat peka dengan sebuah gerakan kecil sekalipun bahkan ketika ia sedang memejamkan matanya .
Benar saja , ia melihat seorang bidadari sedang mengenakan dress rumahan tanpa lengan warna merah muda sedang duduk di kursi single tepat disampingnya . Rambut panjang di kuncir kuda yang mengekspose leher dan tengkuknya membuat ia harus kesulitan menelan saliva . Dengan santainya gadis itu terlihat sedang memainkan ponselnya hingga tak menyadari jika dirinya sudah terbangun .
" Selamat pagi ..... "
" Ehhh , kau sudah bangun ?? Maksudku selamat pagi Tuan Damian .... " gugup gadis disampingnya , dan itu adalah pemandangan yang sangat indah setelah beberapa tahun menjalani hidup sendirian . Raut gugup itu terlihat sangat menggemaskan !!
" Aku ingin bicara padamu , tapi sebelumnya apa kau mau aku buatkan segelas kopi terlebih dahulu ?? Atau aku buatkan roti isi coklat untuk sarapanmu ? " tanya Ranaa membuang pandangannya karena tiba tiba dengan seenaknya pria disampingnya membuka atasan yang dikenakannya hingga saat ini terpampang pahatan sempurna dengan bulu halus di atasnya . Sebuah tato di dada bidang itu membuat pria disampingnya terkesan lebih jantan . Wajahnya memerah ketika mengingat jika pria itu pernah melihatnya polos ketika keluar dari kamar mandi .
" Oh God ... pakai bajumu !! Dasar mesum bisa bisanya kau membuka baju saat ada wanita di dekatmu !!! "
" Wanita ?? Hanya ada kelinci kecil disini " sahut Damian yang kemudian bangkit untuk duduk , diregangkan seluruh ototnya karena rasa pegal di sekujur tubuhnya . Biasanya jika sedang ada dirumah kayu seperti ini , setiap pagi ia akan langsung jogging menelusuri hutan untuk menikmati udara segar disekitarnya . Tapi pagi ini sepertinya wajah bidadari disampingnya lebih menarik perhatiannya .
" Apa yang ingin kau bicarakan padaku !? "
" Aku ingin bicara soal sewa rumah ini , tidak mungkin bukan aku terus terusan tinggal di rumah ini dengan gratis ? Dan aku juga ingin minta ijin padamu untuk kembali bekerja agar aku bisa meneruskan hidupku . Aku hanya tidak ingin selalu merepotkan orang terutama dirimu "
Damian tersenyum ketika mendengar semua itu , sepertinya gadis itu akan membuat semua keinginannya menjadi mudah . Pria itu mengambil ponsel dan sepertinya mengirim pesan pada seseorang . Setelah itu beranjak bermaksud ingin pergi ke kamar untuk membersihkan diri , tapi sebelumnya ia mengatakan sesuatu untuk menanggapi perkataan Ranaa tadi .
" Orang orangku sudah menyiapkan semuanya , nanti kau tinggal menandatangani berkas berkasnya . Aku mau semuanya jelas secara hukum ! Dan ini .... "
" Apa ini !? " tanya Ranaa ketika pria itu membuka dompet dan meletakkan sebuah kartu warna hitam di atas meja .
" Selama hidup bersamaku tidak akan aku ijinkan kau berkeliaran diluar sana hanya untuk mencari uang ! Kau akan bekerja untukku . Bersihkan rumah setiap hari , siapkan makan untukku dan jaga anak anakku kelak ! Semua gajimu ada di kartu itu ... "
Ranaa tampak mengernyitkan dahinya ketika melihat pria disampingnya melangkah pergi menuju kamar . Dia berpikir hanya mengenai sewa saja pria itu harus menyiapkan berkas resmi hitam di atas putih . Dan sepertinya ada yang aneh dengan pekerjaan yang di berikan pria itu padanya .
Tapi Ranaa tidak mau berpikir lebih jauh , mungkin saja semua yang di katakan Damian adalah yang terbaik untuk dirinya sekarang ini . Mungkin jika dalam waktu dekat ia nekat keluar maka ayah atau ibunya bisa menemukannya dan kembali memaksanya berkencan dengan pria tua kaya raya . Atau orang orang kasino akan kembali menculiknya dan kembali menjualnya pada pria hidung belang .
Tak berapa lama ada tiga pria berbaju formal datang dan duduk di teras rumah , sepertinya mereka enggan masuk ketika Ranaa mengatakan jika Damian masih sedang membersihkan diri di kamar . Dan tak satupun berani menatap gadis muda yang menyambut kedatangan mereka .
" Mereka sudah datang ?! "
" Ini terlalu berlebihan , kau bisa menggajiku dengan uang tunai atau jika tidak transfer saja ke rekeningku " kata Ranaa yang tahu jika kartu hitam yang berada ditangannya adalah sebuah kartu ajaib yang digilai para wanita di luar sana . Tapi tetap saja bukan untuknya , Ranaa merasa bekerja sebagai asisten rumah tangga tidak memerlukan kartu seperti itu .
" ltu salah satu syarat mutlak jika kau hidup bersamaku , kita bicarakan ini nanti lagi karena sekarang kita harus ke depan "
Ranaa mendengus dan memasukkan kartu itu ke dalam tasnya , kartu itu adalah sebuah pusaka berharga yang harus ia jaga . Jika kehilangan maka bisa bisa Damian akan menghukumnya .
Tiga pria itu terlihat menunduk hormat ketika dia dan Damian sudah duduk di depan mereka . Tampak salah satu pria langsung menata tumpukan berkas yang mungkin akan ia tanda tangani . Hanya untuk menyewa rumah harus seribet ini urusannya , pikir Ranaa .
" Selamat pagi Tuan dan Nyonya , sesuai dengan permintaan saya membawa petugas sipil untuk mengurus semua keperluan pagi ini . Dan saya sendiri yang akan berlaku menjadi saksi acara sakral ini "
Ranaa memutar bola matanya malas ketika mendengar kata kata yang rasanya menggelitik telinganya itu . Bahkan ia dan Damian belum membicarakan besaran sewa yang harus di bayar tapi Damian sudah menyiapkan orang orang didepannya .
" Apa anda ingin membaca berkas ini sebelum tanda tangan Nyonya !? " tanya salah seorang pria .
" Saya rasa tidak " sahut Ranaa berpikir akan memakan banyak waktu untuk membaca semua berkas yang sepertinya lumayan banyak itu .
" Apa anda merasa terpaksa ketika nanti menjalani semua yang berkaitan tentang kewajiban anda terhadap Tuan Damian nantinya !? "
" Tentu saja tidak , kami sudah membicarakan hal itu tadi " jawab Ranaa yang membuat pria disampingnya harus menyembunyikan senyumnya .
" Dan untuk Tuan Damian saya harap ke depannya bisa menjaga Nyonya dengan baik . Saya rasa tidak perlu saya jelaskan lagi tentang hal atau kewajiban anda pada keluarga baru ini . Dan sekarang tanda tangani berkas di kolom bawah yang bermaterai "
Ranaa segera menandatangani berkas yang disodorkan padanya , begitupun Damian . Setelah semua selesai ketiga pria itu segera mengundurkan diri .
" Kita lanjutkan pembicaraan kita tadi , kita belum bahas tentang berapa besar aku harus membayar sewa rumah dan berapa gajiku bekerja di rumah ini " kata Ranaa yang ingin membuat semuanya menjadi jelas .
" Semua yang aku miliki adalah milikmu dan kau hanya perlu membayar dengan keringatmu ... Siapkan dirimu nanti malam karena kita akan keluar untuk bertemu dengan seseorang ! Gunakan kartu yang aku berikan untuk membeli semua yang kau butuhkan nanti karena ada pekerja butik yang akan datang "
" Memang kita akan kemana !? "
" Bertemu kedua orang tuamu "