
" Tidak menyesal tadi tidak bertemu dengannya ?! " tanya Kimmy yang tadi mendapat tugas dari Damian untuk mengantar Lana melihat putra sambungnya . Tapi kini mereka sudah kembali berada di kamar rawat Lana di rumah sakitnya .
Tadi memang Damian mengantar mereka sampai di depan pintu ruang rawat Darrell , tapi setelah itu pamit pergi untuk pergi ke lobi depan dengan alasan ingin menemui seseorang . Damian yang masih mempunyai pengaruh kuat pada penjaga Alexander menjadikan dua wanita itu lebih mudah masuk ke kamar Darrell .
Tapi pertemuan itu hanya berlangsung sebentar , Kimmy membawa Lana kembali ke rumah sakitnya setelah berbicara dan memberi semangat pada Darrell karena wanita hamil itu memang belum di ijinkan untuk terlalu lelah .
" Tidak , saya belum ingin menemuinya . Rasanya masih sangat sakit disini " sahut Lana dengan satu tangan memegang dadanya . Semua tuduhan keji yang diucapkan sang suami masih terasa menyayat hatinya . Setelah dituduh menjadi pembunuh malam itu ia dituduh berselingkuh dengan Damian . Hal yang sangat tidak mungkin ia lakukan ! Walau belum ada rasa antara dirinya dan Sean tapi bukan berarti ia akan mengkhianati pernikahannya .
" Suami anda adalah bagian dari pria pria istimewa , mereka memperlihatkan rasa cintanya yang begitu besar dengan cara yang tidak kita mengerti ! "
Lana hanya tersenyum hambar , jika saja dokter cantik disampingnya tahu kisah dibalik pernikahannya mungkin tak akan bicara seperti tadi . Sean tidak pernah mencintainya , pria itu menikahinya hanya karena dendam yang tak pernah ia mengerti . Sebuah dendam yang baginya sangat tak masuk akal alasannya . Bisa bisanya Sean menuduhnya menjadi bagian dari konspirasi kecelakaan Darrell .
" Saya tahu mungkin perkataan saya terdengar aneh di dengar saat ini . Tapi suatu saat saya yakin anda mengerti . Anda akan menjadi wanita yang hebat karena mampu mendampingi pria seistimewa Tuan Sean Jayde "
" Apa anda juga mengalami hal seperti saya ? Anda sangat cantik Dokter Kim , saya yakin ada pria hebat yang pasti sedang mengejar anda "
Dan kini giliran Kimmy yang tersenyum pada Lana .
" Saya tidak seistimewa yang anda bayangkan Nyonya Lana , tapi saya bersyukur karena saya dikelilingi orang orang istimewa seperti anda "
Setelah dirasa selesai memeriksa dan memastikan semua baik baik saja akhirnya Kimmy pamit undur diri . Dokter cantik itu sudah menempatkan seorang perawat untuk menjaga Lana di kamarnya untuk berjaga jaga jika wanita hamil itu membutuhkan bantuan .
*
Sementara Sean sudah sampai di tempat yang ia tuju . Pria itu melihat sebuah gudang besar yang tampaknya tidak terpakai lagi didepannya . Dua orang pria datang ke arahnya dan kemudian menundukkan kepalanya , Sean tahu mereka adalah para tentara bayaran yang dilatih langsung oleh Damian .
" Silahkan ikut kami Tuan .... "
Sean mengikuti langkah kedua pria sambi sesekali melihat ke area yang dia lewati . Tak banyak penjaga yang ditempatkan , itu artinya gudang didepannya bukan salah satu basis orang orang Damian . Mungkin gudang tua ini sengaja di gunakan untuk membawa Hans karena letaknya yang sangat jauh dari pemukiman penduduk .
Sampai di dalam ia melihat Damian sedang duduk di kursi kayu dengan memperhatikan ponselnya , sepertinya pria itu sedang berkirim pesan pada seseorang .
" Kau sudah menanganinya !? Mana dia ? "
" Anda sudah datang .... " Damian tampak berdiri setelah sebelumnya menyimpan ponsel di saku jaket yang dia kenakan .
" Dia adalah urusan anda , akan salah jika saya meluapkan semua padanya karena saya tidak pernah punya masalah dengannya . Saya membawanya ke tempat ini karena dia adalah ancaman terbesar untuk pewaris sejati Alexander . Saya rasa anda lebih tahu tentang ini "
Sean mengangguk dan menghembuskan nafasnya , Hans sangat serakah . Ayah kandung dari putranya itu melakukan segala cara agar bisa hidup foya foya . Salah satunya dengan menggunakan Darrell , dan itu yang selalu dikhawatirkan oleh Damian . Hans dan Tiffany akan menghancurkan dirinya melalui Darrell karena mereka tahu anak itu adalah segalanya untuknya .
" Mereka akan mengantar anda "
" Dan kau !? lngin pulang dan bermain main lagi dengan kelinci kecil ? Cihhh ... berhati hatilah dengan kelinci seperti dia , awalnya kau hanya ingin bermain tapi aku yakin setelahnya kau ingin memakannya " ujar Sean kemudian melangkah mengikuti dua pria yang ditugaskan untuk mengantarnya .
" Jangan buat saya tertawa , itu terdengar seperti anda sedang menasehati diri sendiri Tuan .... " ujar Damian menggeleng gelengkan kepalanya , ia tak peduli dengan sumpah serapah yang terdengar dari mulut atasannya . Selama ini kebencian yang diperlihatkan Sean adalah alat untuk menutupi betapa besar cinta dan perhatian pria itu pada istri keduanya .
Damian kemudian langsung melangkah keluar bangunan setelah Sean sudah masuk ke dalam ruangan dimana ia menempatkan Hans . Ada segurat senyum di ujung bibirnya karena malam ini ia bisa kembali melihat dan sedikit bermain dengan kelinci kecilnya . Sean benar , bertemu dengan gadis itu membuat hidupnya kembali menemukan arahnya .