Trapped By The Devil

Trapped By The Devil
26



" Aaarrgghhh ... "


Sean dan Lana memekik bersamaan ketika sudah ketiga kalinya mereka mengarungi nikmatnya gelora bersama sama . Lain halnya dengan senyum puas Sean yang masih mencoba mengatur nafasnya , Lana memalingkan wajahnya agar tidak kembali disuguhi wajah tampan yang terlihat sudah terpuaskan itu .


Lana sungguh membenci pria itu , tapi diapun juga membenci dirinya sendiri karena berkali kali tidak bisa menolak sentuhan sentuhan iblis yang terlalu memabukkan untuknya . Dia jijik pada tubuhnya yang selalu menikmati cara Sean memperlakukannya . Apapun yang terjadi dia sudah menjadi seorang istri , Sean berhak akan dirinya walau hubungan yang terjalin di antara mereka kurang baik .


" Kenapa kau menyentuhku jika kau membenciku !!?? " tanya Lana tanpa melihat ke arah wajah suaminya .


" Kau budakku , kau tidak berhak bertanya apapun pada tuanmu ! Wajar jika seorang pria butuh wanita untuk pelepasan hasratnya " jawab ketus Sean yang tak ingin Lana tahu jika dirinya sudah benar benar candu pada tubuh indahnya . Apapun yang ada pada diri istri keduanya selalu membuatnya merasa gila ! Sean ingin Lana benar benar tunduk padanya .


Lana tersenyum getir , ia bahkan hampir lupa jika dia hanyalah alat penebus agar perusahaan keluarganya tidak jatuh bangkrut . Pernikahan mereka hanyalah sebuah kamuflase yang sebenarnya mengesahkan jika dirinya sudah resmi menjadi budak seorang iblis bernama Sean Jayde Alexander .


Sakit rasanya ketika semua kenikmatan yang tadi dia rasakan hanyalah sebuah wujud kepatuhan dirinya pada tuannya , bukanlah sebuah rasa yang timbul karena rasa di antara mereka . Tapi sejak pertama memutuskan mau menikahi pria itu maka dia harus siap dengan segala konsekwensinya .


" Kau yang akan melahirkan penerus penerus keluarga ini ! Semakin banyak penerus maka akan semakin baik karena aku yakin semakin lama perusahaan Alexander akan semakin besar !! "


" Kau gila !! Kau pikir aku adalah pabrik penghasil bayi !? " sahut Lana tak percaya dengan apa yang ia dengar . Ia kira Sean hanya akan menjadikannya pemuas ranjang semata tapi ternyata pria itu punya maksud lain yang lebih mencengangkan .


" Aku tidak akan meminta anak pada j*lang pinggir jalan bukan ? Kita sudah menikah , dan aku harus bisa memanfaatkan hal itu dengan baik . Aku membelimu dengan harga yang tidak murah ! Lahirkan empat atau lima putra untukku ... setelah itu kau kau boleh pergi semaumu . Bahkan jika kau ingin pergi ke neraka sekalipun !! "


Matanya terpejam ketika merasakan pergerakan di ranjangnya , Lana tahu jika Sean akan pergi meninggalkannya untuk kembali ke kamarnya . Mungkin istri cantiknya sedang menunggunya di kamar utama . Nafasnya terasa lega ketika mendengar suara pintu yang ditutup , pria itu sudah benar benar pergi dari kamarnya .


Wanita itu bangkit berniat akan pergi membersihkan diri . Dilihatnya setiap sudut kamar yang sudah menjadi saksi bisu betapa hebatnya cara bercinta mereka . Andai saja semua dilandasi atas dasar cinta maka mungkin semua akan terasa sangat indah . Tapi nyatanya dia hanyalah seorang wanita penghangat ranjang seorang pria kaya raya keluarga Alexander .


Dengan langkah tertatih ia berjalan menuju arah kamar mandinya , hanya di tempat itu ia bisa membersihkan sisa sisa percintaan mereka . Menghapus setiap ingatan sentuhan sentuhan yang selalu membuatnya lupa diri . Tapi dia harus selalu mengingat hal ini , jika dia hanyalah pemuas hasrat semata . Lana melarang keras dirinya memakai hati ketika sedang melayani pria iblis itu .


Sedang Sean yang sudah keluar dari kamar istri keduanya segera pergi ke kamar utama . Dia tak mau hanyut dalam damainya mata teduh itu , berada di dekat lama membuatnya ingin terus menjamahnya tanpa henti . Sean tak ingin Lana tahu jika ia sudah jatuh sejatuh jatuhnya dalam pesonanya .


" Dad ... "


Sean menoleh ketika mendengar suara Darrell di belakangnya . Waktu sudah menjelang tengah malam tapi putranya terlihat berada di ruang tengah , mungkin sedang menunggunya .


" Ada apa son !? Kau belum tidur jam segini ? Ini sudah malam , tidak baik jika kau belum istirahat pada jam jam seperti ini "


" Aku menunggu kalian , Lana berjanji akan membacakan cerita pengantar tidur tadi . Tapi aku lihat kalian tidak keluar keluar dari kamar , memang kenapa Daddy lama sekali di kamar Lana ?! "


" Cerita pengantar tidur ?! Ehhmm .... Sementara kau bisa minta tolong pada Nanny Zen bukan ?? Lana pasti sedang kelelahan . Tadi kami membicarakan sebuah proyek baru ...ehhmm maksud Daddy empat proyek baru " sahut Sean sekenanya , ia tak menyangka jika Darrell menunggu mereka di luar kamar Lana .


" Apa Daddy lupa ? Nanny Zen sudah tidak menjadi pengasuhku lagi mulai sore tadi . Jika Lana tidak bisa maka Daddy yang menggantikan . Aku sama sekali belum pernah mendengar cerita sebelum tidur " kata Darrell terlihat menekuk wajahnya .


" Hahhh ... "