Trapped By The Devil

Trapped By The Devil
77



" Kau tidak keberatan jika Daddy dan Mommy tidak tinggal serumah lagi ? Maksudku ... kami berpisah , tak ada apapun yang mengikat kaki kecuali adanya dirimu . Maaf bukan maksud Daddy membuatmu bingung dengan hubungan kami tapi ... "


" Aku tahu Dad , aku sudah sangat terbiasa melihat kalian hidup terpisah . Sebelum pergi tadi Mommy juga sudah mengatakan tentang perpisahan kalian . Dia berharap aku bisa membujukmu , tapi aku percaya Daddy akan selalu melakukan hal dengan penuh pertimbangan "


Sean hanya menghela nafasnya , ia tak menyangka putranya bisa berpikir secara dewasa seperti ini . Setelah beberapa jam sadar pasca operasi Darrell sudah bisa di ajak bicara walau belum diperbolehkan untuk banyak bergerak .


Sean tak pernah menghalangi Tiffany untuk berbicara dengan putranya , tapi dia sudah benar benar tidak bisa hidup bersama wanita ular yang dengan beraninya merencanakan pembunuhan pada putranya sendiri . Dia tak bisa membayangkan jika suatu saat Darrell tahu kelumpuhannya diakibatkan oleh ulah ibu kandungnya sendiri .


Sean pun yakin jika penyerangan yang dilakukan pada Lana berhubungan erat dengan Tiffany , hanya saja ia belum menemukan buktinya karena orang orang Damian yang malam itu menangani langsung para pengacau itu .


Bisa saja ia datang untuk menemui pria itu , tapi egonya terlalu tinggi . Sean tak mau diremehkan oleh tangan kanannya itu , jika bertemu pasti pria itu akan mengejeknya seperti saat terakhir mereka bertemu . Malam saat dia tak sengaja menyakiti istrinya sendiri , malam yang mungkin akan menjadi malam yang akan ia sesali seumur hidupnya . Waktu itu Damian menyebutnya sebagai pria lemah .


CEKLEKKKK ...


Pembicaraan ayah dan anak harus terhenti karena dua orang dokter dan beberapa perawat masuk untuk memeriksa Darrell . Sean sengaja keluar agar tim dokter lebih leluasa memeriksa keadaan putranya .Tak berapa lama kemudian tim dokter itu keluar dan mendekat pada Sean untuk bicara tentang keadaan pasca operasi sang pewaris Alexander .


" Bagaimana keadaan putraku ?! "


Sean hanya mengangguk pelan , andai Lana masih berada disisinya pasti Darrell akan tambah bersemangat dalam menjalani semua ini . Pagi tadi ia terpaksa merekrut seorang perawat agar bisa mendampingi Darrel selama dua puluh empat jam . Karena dia tak mungkin terus terusan dirumah sakit sementara pekerjaannya sangat banyak .


Bisa saja dia membawa putranya pulang dan mengatur semua , tapi itu artinya dia egois karena semua dokter yang menangani Darrell pasti juga punya banyak pasien lain yang juga butuh penanganan serius .


Setelah tim dokter pergi dia mendapat sebuah notif pesan dari sekretaris pribadinya . Dan pria itu mendengus kasar ketika membaca isi pesan yang ternyata mengingatkan jika malam ini dia harus bertemu dengan salah satu klien di sebuah restoran yang tak jauh dari rumah sakit . Jika saja ada Damian mungkin sekarang pria itu sudah ada disana untuk menggantikan dirinya .


" Hei Son , apa tidak apa apa jika Daddy tinggal sebentar ? Daddy ada pertemuan dengan seseorang dan tempatnya juga tidak jauh dari sini "


" Tenang saja Dad , tadi aku baru saja minum obatku dan aku yakin setelah ini pasti aku akan sangat mengantuk . Banyak orang yang akan menjagaku jadi Daddy bisa pergi dengan tenang ... Jangan terlalu mengkhawatirkan aku Dad ! lm fine " kata Darrell berusaha tersenyum , anak itu tahu jika ayahnya adalah pengusaha yang mempunyai segudang kesibukan .


Darrell memejamkan matanya ketika melihat ayahnya sudah keluar ruangan dengan tergesa . Dia berbohong tentang obat yang diminumnya karena obat itu akan ia minum dua jam ke depan sesuai kata dokter tadi . Lagipula obat yang masuk ke tubuhnya akan disuntikkan langsung melalui infus yang terpasang di tangannya . Dan perawat pribadinya yang akan melakukannya sesuai arahan dokter tadi .


Tapi tak berapa lama terdengar pintu kembali di buka , Darrell mengira jika mungkin ayahnya kembali karena melupakan sesuatu . Tapi senyumnya mengembang ketika mendengar suara yang memang sangat ingin dia dengarkan .


" Hei pria kuat , maaf baru bisa melihatmu sekarang .... "