
Sean terbangun saat hari masih pagi buta , pria itu memang terbiasa bangun pagi sekali agar sempat berolah raga sebelum berangkat ke kantornya . Matanya terpaku melihat wanita cantik yang dengan nyamannya bergelung di dalam rengkuhannya . Lana akan semakin mengerat pelukannya ketika Sean sedikit menggerakkan tangannya . Tangan pria itu terasa kebas karena tangan kekar itu semalaman menjadi bantal untuk kepala wanitanya .
Dengan gerakan hati hati Sean mengangkat kepala Lana dan meletakkannya diatas bantal . Semalam ia pura pura memejamkan matanya ketika istri keduanya masuk ke dalam kamar putranya . Dia melihat Lana mencium sayang kening Darrell , entah tapi pemandangan itu membuat hatinya menghangat . Walau ia tahu sangat mungkin jika Lana hanya pura pura saja menyayangi putranya .
Semalam kakinya terlalu lelah melangkah ke lantai paling atas , lantai dimana kamar utama berada . Jadi dia memutuskan untuk tidur di kamar istri keduanya , lagipula bukankah ia harus mengawasi semua gerak gerik wanita yang nyaris menjadi pembunuh putranya itu ? Mungkin saja Lana ikut sebuah konspirasi tersembunyi yang belum ia ketahui . Ya ... hanya itu ! la tidur di kamar ini hanyalah untuk mengawasi istri mudanya .
Setelah memakai jubah tidurnya Sean akhirnya perlahan keluar dari kamar Lana menuju ruang gymnya yang ada satu lantai dengan kamar Lana . Ruangan yang tidak terlalu besar tapi mempunyai peralatan yang cukup lengkap . Pria itu sedikit terkejut karena melihat tangan kanannya yang sudah lebih dulu berada disana . Damian sedang berjalan di atas sebuah treadmill dengan handuk tersampir di bahunya .
" Kau menginap ? Apa ada masalah serius yang tidak aku tahu !? " tanya Sean yang melakukan push up disamping alat treadmill yang dipakai Damian .
" Tidak , semalam saya hanya bertemu dengan kepala penjaga Mension . Selama ini kami memang secara berkala kami berbicara tentang semua hal yang berhubungan dengan mansion " sahut Damian yang sudah memencet tombol berhenti .
Pria itu kemudian mengambil sebuah barbel dengan ukuran cukup besar dan duduk di sebuah kursi . Perlahan tangannya mengayun mengangkat benda ditangannya .
" Bagaimana makan malamnya dengan Nyonya Davina semalam ?! "
" Saya batalkan , saya katakan jika Tuan Sean ada kepentingan yang sangat mendesak . Walau begitu beliau tetap meminta kita untuk menjadwal ulang acara itu "
Sean yang sekarang ada di atas treadmill terkejut mendengar jika salah satu relasi bisnisnya sedikit memaksakan kehendak pada mereka . Biasanya tak ada seorang pengusaha pun yang menolak permintaan atau perintahnya .
" Nyonya Davina sepertinya ingin sekali mempertemukan putrinya dengan anda ! Kabarnya beliau mempunyai satu orang anak perempuan yang sangat cantik "
" Maaf Tuan , saya tidak bermaksud membicarakan hal yang kurang penting . Tapi saya rasa sebaiknya anda bisa bertemu langsung dengan beliau secepatnya . Nyonya Davina akan terus berharap jika Tuan tidak secara langsung menolak maksudnya "
Sean menghembuskan nafasnya kasar , kabar keretakan hubungannya dengan Tiffany memang sudah menjadi rahasia umum . Banyak rekan bisnis yang kadang sengaja membawa putri mereka dengan harapan akan bisa terpilih menjadi wanita beruntung yang akan mendampinginya .
" Siang ini aku ada pertemuan dengan dokter yang menangani Darrell , majukan semua jadwal pertemuan penting ! Dan tunda jika ada pertemuan non formal menjadi esok hari .... "
" Baik Tuan "
*
Lana membuka matanya , hari ini dia sudah resmi bertugas menjadi pengasuh Darrell . Dan ia harus bangun pagi agar bisa menyiapkan semua keperluan anak itu . Sesaat ia menghirup dalam dalam aroma iblis yang sepertinya masih menempel di tubuhnya .
Dia merasa sudah gila karena semalam malah bermimpi tidur dalam pelukan pria itu . Padahal dia tahu jika pria pemaksa itu tak akan sekalipun akan bersikap lembut padanya kecuali dengan kegiatan ranjang mereka . Ketika melihat kalender yang dilihatnya di layar ponsel tiba tiba ia teringat sesuatu .
Lana langsung berlari ke kamar mandi untuk membersihkan diri , sebelum membuat sarapan untuk Darrell ia butuh membicarakan sesuatu dengan suaminya . Sudah tiga hari ia berada di mansion ini , itu artinya masa cuti kuliahnya sudah berakhir .
Lana ingin minta ijin untuk bisa kembali ke kampus untuk menyelesaikan semester akhirnya . Dalam waktu dekat ia akan bisa lulus dan mendapat gelar sesuai dengan mimpinya . Sengaja ia mengambil jurusan bisnis karena mau tidak mau ia adalah pewaris tunggal perusahaan keluarganya .