
TOKK ... TOOKKK
Sean membiarkan Nanny Zen masuk ke ruang kerjanya , sepertinya akan ada yang akan dibicarakan oleh wanita tua itu . Dia berpikir mungkin Tiffany sudah membuat ulah seperti biasanya . Wanita itu selalu menginginkan semua hal berjalan sempurna dan itu membuatnya sering marah pada maid yang melayaninya . Sedikit saja salah maka Tiffany tak akan segan untuk memarahinya .
Seperti soal makanan , super model itu mempunyai menu sendiri untuk dietnya . ltupun harus di masak dengan caranya hingga kadang membuat maid yang tidak terbiasa melayaninya akan kebingungan .
" Ada apa !? " tanya Sean ketika Nanny Zen sudah ada di depan mejanya . Wajah wanita didepannya seperti sedang tahu untuk mengungkapkan apa yang ada dipikirannya .
" Tuan Darrell terus bertanya tentang Nyonya Lana , bahkan siang ini dia berkata hanya mau makan jika Nona Lana sendiri yang menyuapinya . Maksud saya .... " Nanny Zen terlihat ragu , tadi ia mendapat laporan jika wanita yang di maksud oleh anak asuhnya masih di kurung di gudang belakang . Itu artinya Sean belum memaafkan kesalahan Lana . Dan tak mungkin pelayan sepertinya meminta agar Sean membebaskan Lana agar wanita cantik itu bisa menemui ataupun merawat Darrell .
Sean tampak diam tapi ada sedikit khawatir di hatinya karena sudah semalaman ia sudah mengurung gadis itu tanpa makan ataupun minum . Apalagi gadis itu sedang terluka akibat vas kaca yang ia lempar tepat di samping gadis itu .
" Bukankah mommynya sedang ada bersamanya ? Kenapa harus minta orang lain untuk menyuapinya !? "
" Ehhmmm ... maaf tapi tadi Nyonya besar pergi , jika tidak salah Nyonya Jimenez datang menjemputnya ! Nyonya berpesan jika ia hanya keluar sebentar tapi sampai saat ini beliau belum pulang "
Nanny Zen menunjukkan kepalanya saat Sean terdengar berdecak kesal . Tentu saja pria itu kesal karena Tiffany akan selalu sibuk dengan teman teman sosialitanya walau ia sudah ada di rumah . Ego wanita itu sudah benar benar keterlaluan , bisa bisanya dia bersenang senang saat Darrell masih belum sembuh dari sakitnya .
" Bukan saya ingin lancang , tapi saya pribadi pun terkejut melihat kedekatan antara Tuan Darrell dan Nona Lana . Mereka bisa dekat dalam hitungan jam saja padahal Tuan Darrell bukan tipe anak yang cepat akrab dengan orang asing . Saya kira demi kebaikannya .... "
" Aku tahu apa yang harus aku lakukan ! Sekarang pergilah !! "
Sekitar enam tahun yang lalu waktu ia masih ada di kantornya ia mendengar kabar jika putranya yang masih berumur sekitar satu tahun mengalami kecelakaan saat perjalanan menuju rumah sakit . Mobil mereka oleng karena berusaha menghindari seorang anak gadis yang menyeberang dengan tiba tiba .
Sang supir dan pengasuh Darrell langsung meninggal di tempat , sedang Darrell mengalami luka serius . Walau para dokter berhasil menyelamatkan nyawa putranya tapi mereka mengatakan jika mungkin Darrell akan mengalami lumpuh permanen . Kakinya terluka parah dan dokter belum bisa melakukan operasi karena saat itu kondisi Darrrell sempat kritis .
Selama enam tahun ini Sean tak pernah menyerah , dia melakukan apapun untuk kesembuhan putranya . Dia ingin Darrell bisa bermain ataupun berlari seperti anak anak yang lainnya . Karena hatinya sangat sakit ketika melihat tubuh kecil itu terus bergantung pada kursi rodanya .
Sean akhirnya turun bermaksud pergi melihat anaknya , mungkin saja Darrell mau disuapi olehnya . Tapi sepertinya keinginannya tak akan tercapai karena anak itu tetap bersikukuh untuk disuapi oleh Lana .
" Apa aku kekanakan Dad !? "
" Kau memang masih anak anak son ! Daddy tahu kau hanya ingin tahu keadaannya . Kau pasti tahu jika Daddy marah padanya , tapi dia pantas dihukum karena kecerobohannya ! "
" Dia tidak ceroboh ... tapi aku ! Aku tahu ada telur di roti isi buatannya , aku bisa merasakannya . Tapi aku bahkan sengaja menghabiskannya karena rasa roti buatannya benar benar enak ... sangat enak hingga aku lupa jika aku punya riwayat alergi yang parah terhadap protein telur " sahut Darrell tak ingin ayahnya terus menyalahkan calon pengganti pengasuhnya .
" Dia tak sebaik yang kau lihat ! lngat kata kata Daddy , semakin cantik wanita maka ia akan semakin jahat . Mungkin kau belum mengerti dengan apa yang Daddy katakan tapi suatu saat kau pasti tahu maksudnya "
" Baik aku akan makan sendiri jika itu membuat Daddy senang . Tapi Darrell minta jangan marah lagi pada Lana , jangan salahkan dia lagi "
Sean tak menjawabnya , tapi pria itu tetap duduk disisi putranya yang mulai menyendok bubur di mangkoknya . Mungkin Lana memang tidak bersalah kali ini tapi hal itu tidak akan membuat rasa bencinya pada gadis itu berkurang .