
Damian menatap kagum gadis yang mengenakan gaun malam sepanjang lutut berwarna peach dengan model sabrina itu . Pundak dan punggung yang setengah terekspose gadisnya membuat pria itu berkali kali memejamkan mata untuk meredam sesuatu yang mulai berkobar di dalam sana .
" Apa ini bagus untukku ?! "
" Tidak !!! Kau terlihat tua mengenakan itu " sahut Damian sekenanya , mana mungkin ia ijinkan gadis itu memakai baju terbuka di luaran sana . Mulai saat ini hanya dia yang mempunyai hak penuh atas semua yang ada pada diri Ranaa . Tak akan ia biarkan para pria menjadikan tubuh seksi itu menjadi fantasi liar mereka .
" Tua ? Ehhmm ... sebentar " Ranaa kembali masuk ke dalam kamar berniat mengganti bajunya , ia ingin tampil sempurna di hadapan kedua orang tuanya . Dia hanya ingin menunjukkan bisa hidup dengan baik walau tanpa ada support finansial dari mereka .
Bekerja menjadi asisten rumah tangga ternyata tidaklah buruk ! Dia tidak kekurangan makanan bahkan bisa membeli baju bagus tanpa kehilangan uang , walau mungkin saja pria menyebalkan itu akan memotong gajinya besok .
" Kalau yang ini bagaimana ?? " tanya Ranaa setelah selesai mengenakan baju keduanya , saat ini dia mengenakan dress panjang semata kaki tanpa lengan dengan motif bunga berwarna merah muda .
Damian dibuat terpana sekali lagi , entah otaknya yang mulai terganggu atau memang dia sudah mulai gila . Apapun yang dikenakan gadis itu selalu saja membuatnya gerah kepanasan .
" Tidak ... jangan bilang aku harus ganti lagi ! Bisa bisa kita telat bertemu mereka . Kau menyebalkan , kenapa kau menjadi cerewet sekali !?? " kata Ranaa kesal karena merasa sejak pagi pria itu bertingkah saat aneh . Gadis itu berpikir menjadi majikan bukan berarti Damian bisa mengatur hidupnya seenaknya .
Ranaa melangkah keluar dengan kaki di hentakkan , berharap Damian tahu jika ia sedang merasa kesal . Tapi betapa terkejutnya dia ketika sebuah tangan tiba tiba melingkar di perutnya dari arah samping . Dan cardigan warna coklat muda yang tadi tersampir di sofa kursi ruang depan sudah berada ditangan kekar itu .
" Kenakan ini , udara di luar sana teramat dingin . Aku tak ingin kau flu setelah pulang makan malam , ingat hal ini baik baik ... Kau sudah menjadi tanggung jawabku sekarang ! "
" Ckk ... ya aku tahu itu Tuan Damian yang terhormat " walau kesal Ranaa tetap memakai cardigsn miliknya dengan cepat . Dia tak ingin membuang waktu lagi karena hari sudah mulai gelap . Dan perjalanan ke kota pasti akan memakan waktu .
Matanya menyipit ketika melihat sebuah sedan mewah sudah terparkir di depan rumah kayu . Seingatnya walau ada akses jalan tapi Damian tak mengijinkan kendaraan masuk di area hutan buatan miliknya .
" Cepat masuk , sengaja aku bawa kesini karena kakimu akan lecet jika harus berjalan jauh ke kamp depan ... " kata Damian yang tahu isi pikiran kelinci kecilnya .
Damian berencana untuk membawa Ranaa hidup di apartemennya , berada terkucil di tempat seperti ini pasti akan membuat Ranaa tidak nyaman . Dan ia sudah menyiapkan orang orang terbaiknya untuk mengawasi kelinci kecil miliknya yang sangat ceroboh .
Setelah beberapa waktu tibalah mereka di sebuah restoran yang ada dipinggiran kota . Walau begitu tetap saja restoran itu adalah sebuah restoran bintang lima yang punya fasilitas yang akan membuat mereka nyaman disana . Sedikit banyak Ranaa sudah mulai tahu jika pria disampingnya memang tidak terlalu menyukai keramaian .
Mereka segera turun dari mobil dan berjalan menuju meja yang sudah mereka reservasi .Tanpa Ranaa sadari jika tangannya sudah melingkar di lengan pria yang berjalan di sampingnya .
" Kau gugup ?? Tenanglah ... kita hanya akan bertemu dengan kedua orang tuamu , bukan bertemu dengan singa atau harimau liar . Awwwwsshhh !! " desis Damian karena tangan kecil itu sudah mencubit perutnya .
" Aku tahu ... diamlah !! "
Damian menuntun tangan istrinya ke sebuah meja dimana ada dua orang yang sedang menatap mereka penuh tanya . Jika raut Davina terlihat sedikit kesal maka berbeda halnya dengan raut wajah Jakob yang sedikit ketakutan melihat pria yang beberapa waktu lalu sempat melayangkan beberapa pukulan untuknya . Pria meratakan kasino terbesar di negeri ini demi menyelamatkan putrinya .
" Mommy ... Daddy .... "
Ranaa memeluk satu persatu kedua orang tuanya , Davina hanya memeluk gadis itu sekilas sedang Jakob memeluk putrinya sangat erat . Ada sebuah penyesalan pada pria itu karena ternyata semua tindakannya hampir saja membuat putri satu satunya celaka .
Dan sialnya setelah pergi dari kamp pelatihan milik Damian dirinya harus dihadapkan dengan satu kenyataan pahit . Ketika ia pulang ia harus melihat istri mudanya sedang berbagi peluh dengan seorang pria di atas ranjang mereka !
" Apa maksudmu mengundang kami kesini Tuan Damian ? Dan bagaimana bisa putriku ada bersamamu !? Kau sudah membuat Mommy malu Ranaa .. kita sudah ada janji untuk bertemu dengan putra Tuan Pete Doherty ! " seru Davina meluapkan kekesalannya , bagaimana bisa putrinya bisa bersama dengan orang yang sangat ia tidak sukai itu . Damian adalah pria yang selalu menggagalkan misinya ketika ia ingin mendekatkan Ranaa pada Sean Jayde Alexander .
Damian meraih satu tangan istrinya dan membawanya untuk dikecupnya sekilas , ada rasa geli ketika melihat mata bulat itu melotot ke arahnya . Ranaa ingin memprotes aksinya ! Pria itu menggenggam erat tangan mungil walau sempat sedikit memberontak ingin dilepaskan .
" Saya tidak akan basa basi lagi , saya tahu jika anda adalah orang tua wanita yang ada disamping saya . Tapi mulai saat ini Ranaa sudah sepenuhnya menjadi tanggung jawab saya . Pagi tadi dia sudah resmi menyandang nama Kahl di belakangnya , itu artinya sekarang putri anda sudah menjadi milik saya ... milik saya !! " ujar Damian menganggukkan kepalanya seakan menjawab raut penuh tanya dari kelinci kecil miliknya .
" Ti-tidak mungkin ... Ranaa Smith katakan jika apa yang dia ucapkan salah !! " pekik Davina kesal .
" Ehhmm ... Aku sudah setuju hidup bersamanya Mom !! Pagi tadi kami sudah tanda tangani semua berkasnya dan itu artinya semua yang kami jalani sudah berlandaskan hukum . Aku akan sering mengunjungi kalian tapi aku mohon untuk sementara ini biarkan aku mandiri ... Aku bisa menjaga diriku sendiri "
BRAKKKK ...
" Anak tidak tahu di untung !! Mati matian Mommy mencari kebahagiaan untukmu tapi dengan mudahnya kau terjerat b*jingan ini !! " Davina pergi meninggalkan meja dengan segala sumpah serapahnya .
Jakob beranjak dari duduknya dan berjalan menghampiri putrinya .
" Daddy susul Mommy dulu , dia hanya akan marah sebentar jadi jangan terlalu risau . Daddy merestui kalian , hiduplah dengan baik dan jangan bertindak ceroboh lagi karena kau sudah menjadi seorang istri ! "
" lstri ?? "
" Sudah aku katakan tadi jika namamu adalah Ranaa Kahl ... bukan Ranaa Smith ! Kau adalah istriku dan kau sudah sepenuhnya menjadi tanggung jawabku "
" Ap ... apa !!! "
BRRUUKKKK ...
" Sayang !!! "