
Beberapa saat yang lalu ....
" Nyonya Tiffany tidak akan menyerah untuk bisa kembali memiliki hati anda . Dia sudah sadar jika pekerjaannya tidak bisa selamanya menyanjung namanya ! Nyonya akan melakukan segala cara agar keinginannya tercapai , termasuk obat yang semalam membuat anda terjebak di kamar Nyonya Lana " ujar Damian yang saat ini masih berada di kantor Alexander Corp bersama atasannya .
" Aku bertahan dengan Tiff hanya karena Darrell , kau sangat tahu hal itu " sahut Sean tanpa melihat ke arah tangan kanannya itu . Pria itu disibukkan dengan berkas yang menumpuk di depannya .
" Tapi sepertinya anda berhutang satu terimakasih pada Nyonya Tiff , akan sangat sulit menaklukkan istri kedua anda tanpa adanya kesalahan yang dia perbuat "
Sean meletakkan pena yang ia pegang kemudian menatap tajam Damian yang duduk tenang di depan meja kerjanya . Damian selalu mengungkapkan isi hatinya tanpa ada yang ditutupi , mungkin yang dikatakan benar tapi pria itu bahkan tidak pernah berpikir tentang perasaan orang lain .
" Kau pikir aku tidak bisa menaklukkan dia tanpa obat itu hahh !?? Kau pikir aku selemah itu !!? "
" Saya tidak mengatakan jika anda tidak bisa .... tapi tadi saya mengatakan jika akan sangat sulit ! Saya kira bukan masalah besar karena setidaknya anda akan segera mempunyai pewaris berdarah Alexander "
BRRAAKKKK ....
" Lancang kau !!!! KELUARRRR .... !!!! "
Sean menggebrak meja dan seketika berdiri dengan wajah memerah , ia tak suka jika ada seseorang membahas tentang hal ini . Sedang Damian berdiri dengan tenang tanpa ekspresi dan perlahan berjalan keluar ruangan CEO .
" Baik saya keluar Tuan , tapi saya benar . Suatu saat Alexander butuh pewaris dimana dalam tubuhnya mengalir darah anda . Saya tahu anda sangat menyayangi Tuan Muda Darrell tapi bukan berarti anda bisa mengabaikan hal ini "
Sean kembali duduk di kursi kerjanya dengan memejamkan kedua matanya . Dulu ia sempat tergila gila pada Tiffany karena selain cantik wanita itu sangat mandiri dan juga mempunyai passion tinggi pada hidupnya . Apalagi istri pertamanya sangat pandai melayaninya di atas ranjang , setiap malam selalu mereka habiskan dengan berkeringat bersama .
Sean mengatur agar istri pertamanya mendapat banyak pekerjaan sesuai impian wanita itu . Dia tahu jika Tiffany sangat terobsesi menjadi wanita tercantik dan oleh sebab itu dia membeli sebuah agen model ternama agar bisa melancarkan semua rencananya .
Dia melakukan semua itu bukan karena dia pria lemah , tapi tidak mudah menjaga nama baik dan kepercayaan para klien . Susah payah ia membangun Alexander hingga bisa maju sepesat ini , dan isu rumah tangga yang hancur akan sangat berpengaruh besar pada kepercayaan para kliennya . Hingga mau tidak mau ia harus bisa menjaga nama baik keluarganya .
Dan dia masih tetap bertahan ketika suatu saat mengetahui jika Darrell bukan putra kandungnya . Waktu itu Darrell berumur dua tahunan dan dokter mengatakan jika akan menggunakan metode transplantasi sumsum tulang belakang sebagai jalan kesembuhan . Dan ketika tim dokter memeriksa secara keseluruhan mereka menyatakan jika dia tidak bisa mendonorkan miliknya karena golongan darah dan gen yang berbeda .
Tapi semua itu tidak menggoyahkan rasa sayangnya pada Darrell , dia akan selamanya menganggap anak itu sebagai putranya sendiri . Lagipula anak itu kecelakaan di akibatkan olehnya ! Kecelakaan itu terjadi karena adanya persaingan bisnis , waktu itu banyak perusahaan yang menjadi pesaingnya dan salah satunya adalah perusahaan milik ayah Lana .
Dan bukan sebuah kebetulan saat ia melihat cctv jalan di tempat kejadian , dengan santainya Lana yang masih berumur belasan tahun melenggang santai menyeberang jalan dan mengakibatkan mobil yang ditumpangi putranya harus banting setir ke kiri dan menabrak pembatas jalan . Dan mungkin karena dalam kecepatan tinggi membuat mobil itu terpental keras dan berguling di jalan aspal .
Sean masih merasakan betapa sakitnya harus melihat Darrell yang melalui berbagai terapi untuk kesembuhannya . Sungguh yang ia inginkan hanyalah melihat Darrell tumbuh seperti anak normal lainnya . Sejak saat itu ia bersumpah akan membuat siapapun yang membuat putranya menderita akan jauh lebih menderita .
" Tuan .... "
Lamunan Sean buyar ketika mendengar suara Damian yang sudah kembali masuk ke ruangannya .
" Sekarang kita ada meeting dengan bagian pemasaran , tapi saya bisa atur untuk mengundurnya jika anda masih perlu waktu untuk sendiri "
" Tidak , aku kesana sekarang ! Dan aku peringatkan kau agar menjaga mulutmu dengan lebih baik !! "
" Baik "