
" Ada yang ingin bertemu dengan anda Nyonya , sudah dari setengah jam yang lalu gis berdiri di luar pintu kamar ini " kata seorang perawat yang baru saja membantu Lana makan siang dan membersihkan dirinya .
" Siapa ? Saya tidak mengenal siapapun disini kecuali Dokter Kim " sahut Lana yang sedikit khawatir jika pria pria yang semalam memburunya sudah tahu keberadaannya saat ini .
" Jika tidak salah dengar namanya Tuan Damian ... Ehhmm ada luka melintang di pipinya " kata sang perawat menggambarkan rasa ngeri di sorot matanya .
" Tolong suruh saja dia masuk ! " kata Lana menjadi bersemangat , memang ada hal yang ingin ia bicarakan dengan mantan tangan kanan suaminya itu . Dia ingin minta maaf karena kejadian malam itu hubungan Damian dan Sean terputus begitu saja . Pria itu sekarang menjadi seorang pengangguran karena harus menyelamatkannya , itu pikirnya .
Lana melihat Damian masuk ke dalam ruangannya masih dengan menundukkan pandangannya .
" Selamat siang Nyonya Lana , bagaimana kabar anda !? "
" Panggil saja aku Lana , aku bukan lagi istri dari atasanmu Tuan Damian ! Aku baik baik saja ... Mungkin bahuku masih sedikit sakit . Lain kali jangan membeli pajangan sebesar itu lagi . Dan bagaimana dengan lukamu !? " tanya Lana yang melihat lebam di seluruh wajah Damian , sepertinya wajah itu bertambah menakutkan .
" Saya tidak pernah merasa sebaik ini , jangan khawatirkan saya . Mungkin anda bukan lagi istri dari Sean Jayde , tapi anda dan janin yang anda kandung adalah sebuah amanat untuk saya ! Saya sudah pernah bersumpah pada Tuan Dominic Alexander jika selamanya saya akan menjaga keturunan beliau dengan nyawa saya "
" Dominic Alexander ?! "
" Dia adalah ayah dari suami nyonya , beliau yang mengangkat dan mengajari saya menjadi pria seperti sekarang ini "
Lana menganggukkan kepalanya , sekarang dia paham kenapa Damian mati matian menjaganya . Kecuali karena dirinya adalah istri dari atasannya ternyata pria itu juga sangat menjaga anak dalam kandungannya . Tunggu dulu , bagaimana bisa pria itu tahu jika ia sedang mengandung !!?
" Apa kau selalu memata matai aku ? Kenapa kau dan dia sama saja !? Kalian membuat hidupku tidak nyaman ... terkekang "
" Maaf saya tidak sengaja mendengar percakapan anda dan dokter yang menangani anda malam itu . Dan saya juga tahu pagi pagi sekali anda datang di dokter obgyn " kata Damian maju satu langkah dan menatap wanita di depannya yang tiba tiba seperti ingin duduk dan sedang meringis kesakitan dengan memegang bahu kirinya . Pria itu tahu gerakan yang tiba tiba akan membuat bahu Nyonya Mudanya terasa nyeri .
" Akkhhhh ... Apa dia sudah tahu tentang ini ?! Tentang janin yang ada di dalam kandunganku ? "
" Kau benar , dia satu satunya pria paling bodoh yang aku temui selama ini !! Otak udang ! " rutuk Lana yang malah lega karena mengetahui Sean belum tahu tentang apa yang terjadi pada dirinya .
Dia sudah bukan menjadi siapa siapa lagi , itu artinya ia bisa hidup damai dengan anaknya kelak . Kedua orang tuanya hari akan kembali dari perjalanan bisnisnya bulan depan , hingga ia bisa menempati kediaman Jensen untuk sementara waktu .
" Bisakah aku minta tolong padamu Tuan Damian ?! "
" Saya akan lakukan semua perintah Nyonya selagi saya mampu ... !! "
" Aku ingin bertemu Darrell , operasinya pasti sudah selesai padahal aku sudah berjanji akan mendampinginya . Bisakah kita menemuinya tanpa harus bertemu dengan iblis jelek itu !? "
Lana tak menduga jika Damian langsung menganggukkan kepalanya mantap . Tak heran jika pria itu menjadi tangan kanan seorang Sean Jayde , pria itu bisa melakukan apapun tanpa terkecuali . Lana yakin jika merupakan hal sulit ketika harus menembus penjagaan Darrell .
" Akan saya atur Nyonya tapi sebelumnya saya harus mendapat ijin dari Kim ... maksud saya Dokter Kim . Jika dia mengijinkan maka malam ini juga saya akan membawa anda bertemu dengan Tuan Muda "
" Malam ini !? " cicit Lana tak menduga permintaannya akan langsung disetujui .
" Siang ini saya masih ada pekerjaan yang belum saya tuntaskan . Baik jika begitu , saya harap anda bisa beristirahat dengan baik ! Akan ada penjaga yang mengawasi anda dua puluh empat jam ... jadi jangan khawatirkan jika ada orang orang jahat lagi di sekitar anda "
Setelah berkata seperti itu Damian segera keluar dari kamar Lana , ia bergegas melangkah keluar rumah sakit untuk menuju suatu tempat . Setelah beberapa saat perjalanan pria itu sampai disebuah kawasan yang jauh dari pemukiman .
Terlihat tiga bangunan besar berjejer dengan halaman rumput hijau yang terbentang luas . Beberapa orang penjaga terlihat tersebar di berbagai titik dan semua mengangguk hormat ketika Damian mulai melangkah masuk kawasan itu .
" Bawa aku pada mereka ! "