
Perkiraan Sean ternyata salah , dia pikir hatinya akan lebih tenang jika sudah melihat keadaan istrinya . Tapi nyatanya hatinya bertambah gelisah karena membiarkan Lana berada di luar sana dengan pengawasan orang lain . Hatinya mencelos ketika pertama tiba harus disuguhi pemandangan Lana yang terbaring tak berdaya dengan balutan kain perban yang cukup tebal di area dada dan bahunya .
Sean tahu jika semua kesakitan yang ditanggung wanita itu adalah maha karya yang ia buat tanpa menggunakan perasaan . Dan sungguh , rasanya semua berbalik menjadi sangat menyakitinya . Dan calon anak yang seharusnya ia beri perhatian dan kasih sayang malah harus berjuang di dalam sana untuk bertahan hidup .
lngin sekali tetap bertahan di rumah sakit di mana sang istri dirawat , tapi ia tak bisa mengingkari janjinya pada seseorang . Dia berjanji hanya akan melihat Lana sebentar , dan akan menemuinya hanya jika sudah di ijinkan .
Semalam setelah pulang dari rumah sakit dia sengaja menginap di kantor miliknya . Pagi ini ada pertemuan kepala divisi yang harus ia hadiri . Dan sebelum pergi ke rumah sakit ia ingin datang ke kamp pelatihan milik Damian karena ada hal yang harus di bicarakan .
Mau tidak mau ia harus merendahkan dirinya untuk meminta pria itu kembali bekerja di perusahaan . Lagipula Damian mempunyai kontrak kerja yang tidak akan pernah selesai karena seingatnya pria itu pernah bersumpah pada ayahnya akan menjaga keluarga Alexander seumur hidupnya .
TOKKK ... TOOKKKK
Sekretaris pribadinya terlihat ada di depan pintu , sepertinya ada yang ingin disampaikan oleh wanita yang berdandan cukup seksi itu .
" Ada apa ?! "
" Ada tamu yang ada di bawah , belum ada janji sebelumnya tapi orang itu mengatakan jika Tuan tidak akan menolak kehadirannya " kata sang sekretaris dengan kepala tertunduk .
" Cihhhh ... seret dia keluar dan jangan biarkan dia kembali lagi menginjak perusahaanku !! " geram Sean yang tak suka pada orang orang yang terlalu menganggap tinggi dirinya sendiri .
" Baik , saya akan meminta keamanan untuk mengamankan Tuan Felix Jensen ... "
" TUNGGU !!! "
Sang sekretaris terlonjak kaget mendengar teriakan Sean , pria itu bahkan sudah berdiri di belakang meja kerja dengan raut yang wanita itu tidak mengerti .
" Antarkan beliau ke ruanganku sekarang juga , jika aku dengar salah satu dari kalian sudah memperlakukan beliau dengan tidak hormat maka bersiaplah untuk angkat kaki dahi perusahaan ini !! " ujar Sean yang sebenarnya sedikit kaget dengan kehadiran ayah mertuanya yang terbilang tiba tiba . Karena setahunya Felix Jensen dan istrinya masih ada di luar negeri .
Sean menghembuskan nafasnya dalam dalam , entah tapi perasaannya tidak enak ketika mendengar kedatangan sang mertua yang tiba tiba .
" Selamat siang Tuan Sean ... "
Sean tersadar dari lamunannya ketika suara seorang pria terdengar menyapanya . Pria itu segera berdiri dan melangkah untuk menyambut tamunya .
" Selamat siang Tuan Felix , bagaimana kabar anda !? "
" Saya dalam keadaan baik baik saja , terimakasih ! Tapi mungkin akan lebih baik jika saya sudah melihat putri saya . Saya datang untuk meminta ijin menemui putri saya di mansion pagi ini . Saya menelpon salah satu temannya dan dia mengatakan jika sudah beberapa hari Lana tidak terlihat di kampus . Apa putri saya sedang sakit ?! "
Sean menghela nafasnya , ia tidak menyangka jika orang tua Lana akan datang di saat seperti ini . lnsting semua orang tua pasti akan tajam jika itu menyangkut anak anaknya .
" Putri anda menang sedang tidak sehat , maaf jika saya kurang bisa menjaganya " sahut Sean yang di angguki oleh pria parubaya di depannya .
" Sebelum menemuinya saya ingin berbicara dengan anda , apa ini akan mengganggu waktu anda ? " tanya Felix yang sudah mendengar kabar jika pewaris Alexander sedang terbaring di rumah sakit setelah menjalani sebuah operasi untuk penyembuhan kaki . Dia mengira jika putrinya tidak kuliah karena menunggu anak sambungnya itu . Dari dulu Lana memang sangat menyukai anak kecil hingga dia tidak terlalu heran jika putrinya akan langsung dekat dengan putra sambungnya .
" Tidak ... Tentu saja tidak Tuan ! "
" Sebenarnya sangat berat untuk saya sampaikan , tapi hal ini terus saja menghantui pikiran saya . Anda terpaksa menikahi Lana karena keegoisan saya , saya menjadikan hal itu jalan pintas untuk menyelamatkan perusahaan . Saya salah ... saya tahu sudah terlambat untuk mengatakannya ! Tapi sungguh saya melakukan itu karena ada ribuan jiwa yang bergantung pada saya ... " Felix menjeda kata katanya , sepertinya ada hal sulit yang ingin dia katakan .
" Tapi Lana adalah hidup saya , dan saya yakin anda adalah pengusaha yang akan bisa menjalankan perusahaan dengan bijak dan baik "
" Apa maksud anda berkata demikian !?? "
" Jika Lana hanya menjadi beban untuk hidup anda maka saya bersedia menerima kembali putri saya . Dan saya serahkan perusahaan keluarga Jensen karena itu sudah menjadi hak anda , anda sudah menjadi pemegang saham terbesar disana . Jika kalian tidak bahagia dengan pernikahan ini maka kembalikan saja putri saya ... Dan saya berjanji tidak akan mempersulit jika anda secepatnya ingin mengambil alih perusahaan "