
" Bukankah sudah aku katakan jika aku sedang bertemu dengan putraku ?? Kenapa kau tidak memberikan cuti padaku !? " pekik Tiffany marah pada orang pria yang berdiri di pinggir aula latihan untuk melihat para model yang berlatih untuk mempersiapkan pagelaran busana yang tak lama lagi mereka kerjakan .
" Aku tak memaksamu untuk datang Tiff , bisa saja aku memakai model lain yang akan memakai baju utamanya ... simpel kan ?? Lagipula kau pernah bilang jika anak.dan suamimu tidak pernah menyukai kehadiranmu " sahut pria bernama Chris itu sambil mengamati tubuh Tiffany , sepertinya ada hal yang ia perhatikan .
" Harusnya kau sadar jika tubuhmu tak sesempurna dulu lagi , sebentar lagi kau masuk ke kepala tiga dear ! Kau lihat di depan sana .... Senna umur tujuh belas tahun , Qiyi umur dua puluh tahun dan semua yang ada didepan kita adalah bintang muda . Keremajaan mereka lebih mengundang mata untuk melihatnya ! "
" Apa maksudmu Chris ?? Kau tak bisa membuangku begitu saja , aku punya andil untuk membesarkan nama agensi model ini . Agensi ini bukan apa apa jika tanpa aku " kilah Tiffany tak mau kalah . Sudah berbagai merk branded yang mempercayakan pagelaran busana dengan menggunakan jasa agensi milik Chris dan pasti semua itu karena dirinya .
" Anggap saja begitu , sekarang bergabunglah untuk latihan dengan mereka ! Aku tak punya cukup waktu untuk berbicara panjang lebar denganmu .... " sinis pria bernama Chris itu kemudian mengambil kaca dari tas jinjingnya dan menyapukan pelembab berwarna merah muda di bibirnya .
Walau menggerutu tapi akhirnya Tiffany bergabung dengan model lainnya di aula . Semangatnya tak akan patah , mungkin rencananya untuk kembali memiliki Sean akan tertunda dan ia akan menggunakan waktu ini untuk merencanakan semua dengan matang .
Sedang Chris terlihat mengambil ponselnya untuk menelpon seseorang . Dengan wajah masam ia melangkah sedikit menjauh agar pembicaraannya tidak terdengar oleh orang lain .
" Halo Tuan Damian .... "
" Aku sedang sibuk , apa maumu !! " sahut orang diseberang sana dengan nada sangat sinis , beruntung Chris sudah terbiasa mendengar itu .
" Ckk sampai kapan aku harus terus menampungnya ?? Usahaku bisa gulung tikar jika aku terus memakainya sebagai model utama . Kau tahu para pemakai jasa mulai selektif memilih model yang membawakan pakaian pakaian mereka . Mereka tidak bodoh !! "
" Sebutkan ... kau butuh dana berapa !? "
Chris berdecak kesal , tak ia pungkiri jika selama ini suami dari Tiffany adalah penyokong dana terbesar di agensinya . Tapi terus menjadikan Tiffany sebagai model utama tetap akan sulit mengingat umur wanita itu yang tak lagi muda .
" Oh God ... Kenapa hidupku menjadi sulit begini ! Tak bisakah jika kalian memberiku uang tanpa syarat apapun ?? "
" Tidak bisa ... "
TUTTTT ... TUTTTTT
Ternyata Damian sudah memutus sambungan telepon mereka . Sepertinya memang harus seperti ini dulu untuk sementara waktu sebelum dia bisa menemukan orang yang bisa mengatasi masalahnya ini . Chris harus mencari orang yang lebih kuat yang bisa ia manfaatkan untuk menghindari kuasa Sean Alexander .
" Hai ... Dia sudah kembali ? Kau bilang jika dia baru pulang tiga hari ke depan "
Chris melihat ke arah suara , ternyata pria yang terkenal dengan label casanova sedang berdiri di belakangnya . Pria yang pernah berkecimpung di dunia yang sama dengannya .
" Pergilah ... Jangan buat keributan ditempatku !! "
" Ho ... ho ... Aku tahu bagaimana harus bersikap Chris , Tiff tidak akan pernah tahu jika aku sudah mengencani semua model model cantikmu itu . Mereka semua mengagumkan ketika berada di atas ranjang ! Mereka benar benar bisa membuatku kelelahan "
" Dasar brengsek !! Aku rasa tak masalah jika Tiff tahu tentang ini . Dia pun sudah berniat akan kembali pada suami dan anaknya . Kau tertinggal berita Hans ! Bukan kau yang mendepaknya ... tapi dia yang akan mencampakkanmu dengan kembali menjadi Nyonya Besar Alexander ! " Chris menutup mulutnya sendiri menggunakan dua tangannya , dia sudah kelepasan bicara hal yang tak seharusnya diketahui oleh orang lain .
" Apa ?! Kau serius ?? Dia tak akan pernah bisa membuangku .... karena semua kartunya ada di tanganku ! Dan aku bisa mengambil sesuatu yang membuat suaminya akan membencinya seumur hidupnya !! "
Tanpa berkata apa apa lagi Hans terlihat berjalan dengan wajah memerah , sampai di tengah aula pria itu langsung menyambar tangan Tiffany dan sedikit memaksa untuk mengikutinya .
" Lepassss ....apa kau gila ?? Sudah aku bilang jangan pernah menunjukkan kebersamaan kita di tempat umum seperti ini . Mata Sean mungkin ada di sekitar sini ! "
" Persetan !!! Kau pikir bisa kembali padanya dan membuangku ?? Tidak bisa ... Jika kau melakukannya maka aku tak sungkan untuk bertemu dengan Sean dan mengatakan hal yang sebenarnya "
Tiffany berhasil menghempaskan tangan yang mencengkeram satu tangannya dan mendorong tubuh Hans hingga terbentur ke dinding .
" Dan aku bersumpah akan membunuhmu ! Jangan pernah libatkan Darrell untuk urusan kita . Jika kau pintar maka kau akan membiarkan dia menjadi pewaris Alexander , dia yang akan menguasai seluruh harta dari Sean Jayde !! Dan suatu saat itu akan berguna untukmu .... "
Walau bahunya yang tadi terbentur sedikit sakit tapi terlihat sebuah lengkungan dibibir Hans . Bahkan ia tak pernah berpikir tentang itu , mungkin saja suatu saat ia yang akan menguasai seluruh aset Alexander . Dia akan menjadi orang terkaya , dan dunia akan berada di bawah kakinya !