
Niat Sean hanya diam walau istri keduanya sudah mulai berulah dengan membelai rahang dan semua bagian wajahnya . Tapi bibirnya mau tak mau mendesis pelan ketika dengan nakalnya Lana mulai menggigit lembut semua bagian leher dan tengkuknya . Otaknya melarang keras tubuhnya bereaksi dengan semua sentuhan istrinya , ia yakin jika rasa bencinya mampu menjadi benteng kokoh agar tak menghiraukan .
Sean berada di kamar Lana hanya agar istrinya bisa mengatasi efek yang ditimbulkan obat yang diberikan oleh Tiffany . Karena bagaimanapun tak mungkin ia biarkan pria lain yang mengambil keuntungan dengan keadaan Lana . Yang dia butuhkan hanyalah diam , dia yakin ia tidak akan tergoda dengan godaan wanita itu .
" Kau adalah iblis berwujud manusia ! Kau jahat ... Kau menyebalkan ! Kenapa kau sangat membenciku ?? Apa salahku !?? " racau Lana dengan tangan yang terus menari diatas dada suaminya .
Sean hanya diam dan menatap wajah dengan dua bekas luka yang ada di bawah mata dan di dahi istrinya . Dia tahu benar jika luka itu disebabkan olehnya , luka akibat goresan kaca yang kemarin ia lemparkan tepat disamping wanita yang tangannya malah sengaja membelai sesuatu yang mulai bangun di bawah sana . Sesuatu yang mulai bangun tapi masih tersimpan rapi di tempatnya .
Dan sekali lagi Sean harus mendesis ketika bibir kemerahan itu menggigit gemas bibirnya hingga rasanya sedikit perih . Bukannya penolakan tapi tanpa ia sadari bibirnya menyambut setiap cecapan dan l*matan bibir Lana dengan tak kalah sengit . Dua tangannya bahkan sudah membingkai wajah cantik di atasnya agar ciuman mereka lebih dalam lagi . Jubah mandi yang dikenakan Lana pun sudah teronggok dengan cantik di lantai hingga kini matanya benar benar di manjakan oleh tubuh dengan lekuk sempurna itu .
Tak cukup itu , dengan santainya tubuh polos itu naik di area bawah perutnya dan seperti sengaja sedikit bergoyang diatasnya . Rambut setengah basah yang menutupi wajah Lana membuat wanita itu menjadi terlihat begitu seksi dan menggairahkan .
" Touch me please .... "
Sean memejamkan matanya ketika Lana membawa dua tangannya turun dari leher semakin ke bawah hingga pria itu bisa merasakan dua benda berukuran satu genggaman yang kenyal dan sangat lembut . Lana sengaja membiarkan jari jari suaminya menggesek dua pucuk bukit yang sudah mengeras karena hasratnya yang tak tertahankan .
" Aaarrgghh .... jangan salahkan aku !! Kau sendiri yang memintanya ... !! "
Sean membalikkan keadaan , tubuh polos itu yang sekarang berada dibawahnya ... dalam kuasanya !
" Bersiaplah .... karena aku tidak akan berhenti walau kau memintanya !! " geram Sean yang akal sehatnya pun sudah menghilang walau tak meminum obat seperti yang Lana minum . Pria itu benar benar tenggelam dalam pesona istri keduanya .
Malam itu mereka menggila bersama , mereka seolah lupa jika mereka saling membenci ! Nafas dan tubuh mereka menyatu dalam luapan asmara , mereguk kenikmatan yang tiada tara . Hingga Sean berhenti ketika Lana terkulai diatas tubuhnya , senyum puas terlihat menghiasi wajah tampan itu .
Perlahan ia gulingkan tubuh sintal itu ke samping , dan merengkuh erat tubuh itu seakan tak rela melepasnya . Sean mengecup sekilas dahi wanita yang sudah berkali kali mencapai puncak kenikmatan bersamanya .
Tanpa terasa keduanya memejamkan mata dengan saling memeluk satu sama lain .
Sementara itu di kamar sebuah resort seorang wanita sedang duduk dengan gelisah menunggu . Dia mengumpat kesal karena tidak bisa menghubungi ponsel Sean walaupun sudah berkali kali menghubunginya . Untuk kembali ke mansion pun akan sulit karena mobil yang tadi mengantarnya sudah pergi . Tiffany tak mau menyewa taksi atau semacamnya karena tidak terbiasa dengan kendaraan umum seperti itu . Dan akan menjadi berita besar jika pemburu berita mengetahui jika ia ada di resort sendirian kemudian pulang dengan kendaraan umum .
" Sialan !!! "