
Lana keluar kamar saat jam menunjukkan waktu jam makan malam , sesuai dugaannya Darrell terlihat duduk sendirian di ruang makan . Mungkin saja anak itu sedang menunggu Nanny Zen yang membuat makan malam untuknya . Ada sedikit rasa kasihan pada bocah berumur tujuh tahun itu . Dari pagi sampai jam makan malam Sean tidak pernah menemaninya bahkan untuk sekedar belajar atau mengerjakan tugas sekolahnya . Anak itu benar benar sendiri di rumah yang begitu megah ini .
" Anda sedang mengerjakan tugas sekolah Tuan Muda !? " sapa Lana pada anak yang asyik dengan laptop di depannya , tangan anak ajaib itu terlihat sangat terampil memijit keypad sedangkan matanya tetap fokus ke layar laptopnya .
Darrell hanya menjawab dengan menganggukkan kepala tanpa sedikitpun melihat ke arahnya . Dan Lana yang mulai paham dengan sifat satu persatu orang dirumah ini menjadi tidak terlalu memikirkannya . Wanita itu langsung pergi ke arah dapur berniat membuat makanan untuk dirinya sendiri . Tak mungkin berharap seseorang akan berbaik hati membuatkannya makan malam karena dia hanya orang asing di tempat ini .
" Apa Tuan Besar tidak pulang hari ini ? Kenapa tidak menyiapkan makan malam untuknya !? " tanya Lana pada Nanny Zen saat sudah sampai di area dapur , wanita parubaya itu tampak sedang memanggang seiris daging dan menyiapkan beberapa sayuran pendamping .
" Tuan Besar jarang pulang , Tuan Damian juga pasti sudah konfirmasi pada koki utama jika memang Tuan Besar tidak bisa makan di rumah . Semua sudah di atur dengan sempurna ... jadi jangan khawatir "
" Ya .. ya ... aku tahu semua sudah sempurna disini , kecuali aku " lirih Lana yang sudah dua kali mendengar hal yang baginya sangat konyol ini .
" Apa Nona !? "
" Ah tidak ... maksudku aku ingin membuat roti isi tuna kali ini " kilah Lana dengan senyum yang dibuat sangat manis agar wanita didepannya tidak bertanya hal lain lagi .
Sepertinya Nanny Zen sudah selesai dengan masakannya karena terlihat menyisakan semua yang ia buat di atas nampan . Seiris daging panggang dengan berbagai sayuran rebus yang mengelilinginya , makanan yang sangat sehat ! Tapi sayang cara penyajiannya tidak begitu menarik , dan itu menjadikan tampilan makanan itu sedikit membosankan .
Darrell menatap ke arahnya ketika makanan itu tersaji di depannya , walau terlihat tidak suka anak itu mengiris daging dan memasukkan kedalam mulutnya . Lana hanya bisa mengembuskan nafasnya kasar ketika melihat itu . Hanya untuk makan aja Darrell seperti sedang sangat tertekan ! Anak itu diharuskan mengkonsumsi makanan yang tidak ia sukai tanpa ada yang mencoba menanyakan apa yang ia inginkan .
Lana mendekat membawa roti isi tunanya , gadis itu mengiris rotinya menjadi dua bagian dan memberikan separuhnya pada Darrell .
" lni roti isi !? "
" ltu roti isi tuna , saya taruh beberapa sayur juga di dalamnya . Anda bisa mencicipinya jika mau ! " kata Lana yang melihat Darrell hanya memakan seiris daging panggangnya .tanpa sedikitpun menyentuh sayuran rebus di sekitarnya .
Darrell mengangguk dan mulai memakan roti buatannya . Pada awalnya anak itu memang sangat terlihat menikmati separuh roti yang ia berikan tapi ketika suapan terakhir wajah Darrrel terlihat memerah menahan sesuatu .
" T-tolong .... Aku tidak bisa bernafas !! "
" Minum dulu ... pelan pelan !! "
Tapi setelah minum pun keadaan Darrell tidak juga membaik , wajah anak itu kemerahan tampak menahan sakit . Nanny Zen yang kembali untuk melihat Darrell sudah menyelesaikan makan atau belum terlihat berlari ke arah mereka .
" Oh God ... Ada apa ?? "
" Tiba tiba saja dia seperti ini Nanny , kukira tadi hanya tersedak ! Tapi dia terus mengatakan sesak nafas !! " kata Lana yang menjadi panik tak tega melihat kesakitan Darrell .
" Panggil Dokter !! Cepat !! " teriak Nany Zen entah pada siapa , tapi tiba tiba beberapa pengawal muncul dan membantu wanita tua itu mengangkat tubuh Darrell menuju ke kamar . Dan hanya dalam hitungan menit seorang dokter datang dengan langkah tergopoh .
Lana hanya bisa khawatir dengan berdiri diluar kamar Darrell karena tak di ijinkan untuk masuk ke dalamnya . Ia belum resmi menggantikan posisi Nanny hingga tetap saja tidak diperbolehkan masuk ke kamar pewaris Alexander itu . Tak lama terlihat Nanny Zen berjalan menghampirinya .
" Apa tadi kau sudah memberi Tuan Darrell sesuatu tanpa ijin dariku Nona Lana ??! "
" Aku hanya memberikan separuh roti isi tuna yang aku buat tadi " jawab Lana mantap karena ia yakin tidak memberikan sesuatu yang berbahaya untuk Darrell .
" Apa saja komposisi roti yang kau buat ?? Apa kau menaruh telur di dalamnya !? "
Lana terdiam untuk mengingat apa saja isi dari roti yang di buatnya .
" Ya , aku membuat scramble egg yang tadi sedikit aku campur dengan tunanya agar lebih terasa gurih .... "
" Ceroboh !!! Tidakkah kau tahu jika Tuan Muda alergi protein telur !??? Bukankah aku sudah bilang jika jangan melakukan apapun tanpa ijinku jika itu berhubungan dengan Tuan Muda Darrell !! "
Dan wajah wanita tua itu menjadi sangat marah dan langsung kembali masuk ke dalam kamar anak asuhnya . Sedangkan Lana berdiri terpaku dengan rasa bersalahnya , dia merutuki dirinya sendiri karena sudah berbuat sesuatu yang bisa membahayakan nyawa anak yang baru saja akrab dengannya .